BROTHER LOVE ME(Aku Bukan Adikmu!)

BROTHER LOVE ME(Aku Bukan Adikmu!)
Rencana Luisa


__ADS_3

Luisa tertawa senang, sebuah gelas berisi anggur berada ditangannya. Dia duduk di dalam kerja perusahaannya. Gustav baru saja melaporkan apa yang menimpa Aera serta kemungkinan keberadaan pria yang bekerja sama dengan mereka.


"Meski dia gagal, tapi entah kenapa aku senang sekali. Wanita bodoh itu pasti sangat bingung sekarang."


"Apa Anda bertujuan membuat Nona Aera pergi sendiri?" tanya Gustav.


"Bagaimana menurutmu? Kamu pernah melayaninya beberapa bulan, kamu sendiri yang bilang dia terlalu baik dalam menjalani dunia."


Gustav memang pernah mengatakan hal itu, Aera yang memandang dunia dengan lurus meski dia sedikit pemberontak, seperti remaja pada umumnya, tapi Aera tidak pernah berpikiran jahat pada orang lain.


"Tuan Audric telah banyak berubah, dia menekan keinginannya menghancurkan musuh dengan kejam, dia agak lebih manusiawi. Bagaimana jika Nona Aera berhasil merubah dia sepenuhnya?"


"Maka aku hanya perlu menyingkirkan wanita itu lebih serius, kan? Jika Dimitri tidak berhasil, maka aku harus menggunakan senjata yang lain."


Gustav menghela napas, entah kenapa dia memiliki firasat buruk, bahwa dia bisa saja menjadi senjata selanjutnya.


Kecemburuan Luisa yang ia layani, Gustav selalu melihatnya seperti kasih sayang seorang adik pada kakak yang selama ini dihormati. Luisa mengikuti pemikiran dan cara Audric sejak dulu, karena itu dia sangat terganggu saat Audric berubah. Setelah mengetahui rahasia kelahirannya, Luisa membuang seluruh rasa hormat dan kasih sayang pada kedua orang tuanya. Audric yang tidak tahu rahasia itu, menjadi satu-satunya orang yang Luisa anggap keluarga. Menjadikan sosok Audric sebagai orang tua, kakak laki-laki dan pemimpin yang ia ikuti jalan hidupnya.


Dia sangat senang Audric hanya punya dirinya sebagai orang yang diperhatikan meski dia sangat dingin. Pernikahan yang tak diharapkan juga membuatnya marah, Luisa tidak ingin menikah karena benci pada ikatan itu. Sehingga membuat dia yang telah mengetahui keberadaan dan rupa saudara tirinya, menggunakan Aera sebagai boneka. Keputusan yang membuatnya menyesal sampai detik ini.


"Bagaimana dengan penyelidikanmu terkait bangsawan spanyol itu? Kenapa dia ada dikediaman Martell?"


"Mata-mata menyebutkan bahwa dia menyebut dirinya ayah Nona Aera. Meski begitu, belum pasti apa hubungan mereka. Kita perlu mengamatinya lebih jauh."


"Ayah katamu?"


Luisa bangkit dari duduknya. "Tunjukkan padaku fotonya."


Gustav langsung menyerahkankan ponselnya dimana ada foto Darwin yang ia simpan setelah menerima laporan dari mata-mata mereka.


"Warna mata yang sama. Aku sudah curiga bahwa pria yang membuangnya bukan ayah biologisnya. Tapi bagaimana bisa? Sialan! Ini... Tidak! Para tetua yang rakus itu bisa saja berbalik arah!"


Luisa kembali duduk, dia sedang berpikir keras.


"Jelaskan padaku lebih rinci tentang dia."


"Dia sepupu raja saat ini. Dia tidak masuk ke dalam parlemen karena larangan yang dikeluarkan raja atas sangsi penyelewengan sepuluh tahun yang lalu. Dia menikah dengan anak bangsawan kelas rendah. Saat muda dia terkenal dengan pemain cinta. Tapi saat ini lebih dikenal dengan penjudi. Dia bekerja pada perusahaan mertuanya, tapi baru-baru ini dia dikabarkan sedang memulai usaha kasino."


"Jadi tujuannya kesana... Mungkin meminta kakakku berinvestasi."

__ADS_1


"Tapi sepertinya Tuan tidak begitu menyukainya. Para pelayan mengatakan baik Tuan maupun Nona tampak terganggu oleh kedatangan mereka."


"Begitukah?"


Luisa akhirnya bisa tersenyum lagi setelah sebuah cara muncul dikepalanya.


.


Aera keluar dari rumah sakit keesokan harinya. Keterkejutannya akan perbuatan Audric telah mereda, namun pikiran-pikiran penuh keraguan itu masih terus muncul dikepalanya.


Setelah mengantar Aera pulang, Audric terpaksa pergi lagi karena menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Pertemuannya dengan CEO Vilatex yang tertunda dia lakukan setelahnya.


Pengawalan Aera juga diperketat, Ivon ditugaskan menjadi pengawal pribadinya saat ini untuk menggantikan Monic. Awalnya Audric memutuskan kuliah Aera dilakukan seperti pada awal-awal dulu, namun Aera menolak dengan tegas. Tidak ingin berdebat, Audric terpaksa mengizinkannya. Karena itu Ivon secara langsung ditunjuk sebagai pengawalnya.


"Kamu yakin akan kembali kuliah besok? Kenapa tidak istirahat beberapa hari lagi?" tanya Yohanes. Pria ini sejak dari rumah sakit terus mengekorinya dengan alasan kawatir.


"Aera, kamu akhirnya pulang. Apa kamu sudah tidak apa-apa?"


Aera menoleh ke arah sumber suara. Darwin dan Villete datang. Aera dan Yohanes saat ini sedang duduk di gazebo yang ada taman belakang.


"Tidak apa-apa, seperti yang Anda lihat, saya hanya memiliki beberapa luka. Silahkan duduk dengan nyaman."


"Tapi, apakah kalian tidak sibuk? Berapa lama kalian berencana tinggal disini?" tanya Yohanes.


Yohanes dengan mulut pedasnya, terkadang Aera merasa bersyukur dengan itu, seperti sekarang ini.


"Apa maksud perkataan Anda, Tuan Fernandes muda. Kami mana bisa mengutamakan pekerjaan sementara anak kami sedang sakit begini." jawab Villete.


"Terima kasih atas perhatian Anda. Tapi saya sudah sehat. Jangan mengabaikan pekerjaan demi saya. Saya jadi merasa bersalah."


Ivon yang bersandar di tiang gazebo menarik senyum tipis. Sepertinya ada yang menarik perhatiannya.


"Tidak, jangan berkata begitu. Ayah benar-benar kawatir, Aera."


Aera benar-benar muak. Tapi dia tidak bisa mengusir mereka begitu saja. Hubungannya dengan Audric juga belum resmi, sehingga mereka adalah tamu Audric saat ini. Dia juga tidak bisa bicara blak-blakan karena status Darwin.


"Selain itu, kami juga mendapat undangan dari Audric untuk pesta pengenalanmu nanti. Kami akan disini sampai pesta selesai."


"Audric mengundang kalian?" pertanyaan dengan nada sangsi keluar dari mulut Yohanes.

__ADS_1


"Ya, kami menerima undangan langsung."


Setelah pembicaraan yang diakhiri Aera dengan sopan, kini dia menuju sebuah gedung di belakang kediaman Martell. Gedung itu hanya terdiri dari tiga lantai, berbentuk huruf U dan memiliki akses langsung kedalam area kediaman Martell. Yohanes dan Ivon yang membawanya kesana.


"Hari ini Anda hanya boleh melihat-lihat dulu. Anda boleh latihan setelah Anda pulih total." ujar Ivon.


"Tempat ini tidak banyak berubah ya." komentar Yohanes.


Tempat itu adalah gedung yang digunakan pasukan keamanan keluarga Martell untuk berkumpul, latihan atau rapat kecil.


Mereka melewati lorong dan berpapasan dengan banyak pria yang sepertinya baru saja latihan. Semuanya memberi hormat pada Ivon dan segera pergi pada arah yang sama.


"Mereka kearah yang sama, apa ada rapat?" tanya Aera.


"Setelah mengenalkan seluruh ruangan, saya akan mengenalkan Anda secara resmi pada mereka."


Aera langsung berhenti melangkah. Dia langsung berhadapan dengan Ivon dengan mata yang terbuka lebar.


"Bukankah ini terlalu cepat? Aku tidak mau sekarang. Aku kan belum menikah."


"Tuan yang meminta saya melakukan ini, Tuan ingin Anda dikenal oleh seluruh anggota Martell dan setiap anggota akan mengutamakan perlindungan Anda dibanding apapun."


"Ini berlebihan." gumam Aera, namun masih bisa didengar Ivon dan Yohanes. Mereka kembali melanjutkan perjalanan.


Jika itu adalah perintah Audric, Aera juga tidak bisa mencegahnya. Kini ia berdiri dihadapan lebih dari dua ratus pasukan. Berbaris di halaman depan gedung.


"Ini adalah perintah langsung dari kepala keluarga padaku untuk mengenalkan seseorang pada kalian secara resmi. Seperti yang telah kalian tahu, kepala kelurga Martell akan menikah. Dan orang yang berdiri disampingku, adalah Nona Aera. Calon istri Tuan Audric Martell. Beliau memberikan kita perintah, untuk melindungi keselamatan beliau dan mengutamakan keselamatan beliau lebih dari apapun. Apa kalian mengerti?"


"Ya, Sir!"


Jawaban serentak itu menggema disana. Seluruh mata kini menatap Aera yang mulai gugup.


"Silahkan sapa mereka, Nona."


Yohanes yang berdiri agak jauh dari mereka, menatap Aera dengan serius. Berbagai pikiran merasukinya. Tentang bagaimana berharganya wanita yang sedang gugup itu oleh Audric. Pria yang selama ini ia nilai seperti iblis berbentuk manusia. Ia bertanya-tanya dalam hati bagaimana Aera akan menghadapi sifat Audric kedepannya. Saat ini, Audric masih menahannya dengan baik. Suatu hari, Yohanes yakin Aera akan melihatnya.


"Aku harap kamu bertahan, adikku." gumamnya. "Karena aku ingin lihat Audric yang seperti ini selamanya. Audric yang jinak."


Setelah pengenalan dan ucapan terima kasoh yang singkat yang diucapkan Aera, mereka segera kembali ke kediaman. Aera sangat bersemangat dalam perjalanan kembali, dia ingin segera berlatih dan menjadi murid Ivon. Semangat yang membuat Ivon sendiri merasa terbebani. Belum lagi, dalam hati pria itu, dia belum bisa menerima Aera sepenuhnya sebagai pendamping atasannya.

__ADS_1


__ADS_2