
Inggris.
Kedatangan Beatrice telah di prediksi oleh Anne. Putri bungsunya ini sudah menyiapkan segala kebutuhan ibunya termasuk kamar di kastil Valencia.
"Mami jangan berekspektasi terlalu tinggi bila nenek akan bersedia tinggal di sini selama masa fisioterapi," ujar Andreas saat sarapan.
"Namanya juga usaha, Dre, lagipula aku adalah anaknya meski yah begitu. Dosa tau gak kalau diam menelantarkan orang tua," jawab Anne sembari menyesap kopi.
"Apa Mami gak mikir, nenek juga kan berdosa sama kita tapi apa? dia aja enggan tuh," sergah Andreas sinis.
Maria telah tiba di kediaman mereka sejak kemarin, wanita itu dilamar oleh Andreas tepat kala menginjakkan kaki di Inggris.
"Kapan nikah?" tanya Anne pada keduanya.
"Gimana dia aja. Ini sebagai bentuk balas budi aku juga sih, Mi," kata Maria, masih menikmati sarapan kesukaannya.
"Jangan sakiti Meeza, Maria. Jika kau sayang padanya, sayangilah dengan tulus, toh kamu gak memiliki dendam apapun pada mereka. Ingatkan Andreas juga bahwa berlaku buruk dengan saudara itu tak elok. Bian juga sama, korban ibuku," ujar Anne. Dia menatap tajam pada Maria.
"Mami gak usah ikut campur, ini masalah aku dan Bian," kata sang putra mahkota.
"Bian gak ada salah padamu. Timpakan kemarahan pada nenek saja, apalagi Meeza, Malya, sudah lah, Dre, mami capek lihat kamu mengejar perhatian," desak sang bunda.
Andreas mendengus kesal, makin ke sini ruang geraknya kian terbatas terlebih Anne gencar melindungi cucu yang akan hadir di rumah ini.
Anne sudah melupakan masa lalu, jika perkara harta dia telah mendapat limpahan dari mendiang suaminya. Namun, apabila perhatian, sedikit demi sedikit Beatrice mulai mendengarkan ucapannya sejak Brandon mangkat beberapa bulan lalu.
"Kalian saling cinta? maka segeralah menikah. Tak baik begini," titah nyonya besar Valencia.
"Oke, Mi. Weekend ini aku akan menikahi Maria. Kabarkan hal ini pada pamanmu. Aku akan menjelaskan padanya nanti," kata Andreas untuk kekasihnya, lalu dia bangkit dari meja makan dan berlalu pergi.
"Oke. Paman mungkin tak akan datang," jawab Maria.
"Jangan membuat Meeza bingung, Maria. Kamu tak usah lagi berpura menjelma bagai Malya. Anak Bian itu cerdas. Fokuslah menemani Andreas, menyayangi anakku. Jika di kemudian hari, aku tahu bahwa kau menyakitinya lagi seperti dulu, aku pastikan kamu gak akan bisa hidup tenang," ancam Anne untuk calon menantunya.
__ADS_1
Maria Sawyer adalah teman kecil Andreas di internasional school dulu, keduanya tumbuh bersama hingga remaja.
Kedekatan mereka akhirnya membuat Anthony berniat menjodohkan Maria dengan Andreas. Namun, seiring waktu, cinta dan sayang Maria berubah untuk Andreas, putra Anne pun putus cinta.
Biantara menarik perhatian gadis ini, hingga membuat Maria mabuk kepayang sejak di kenalkan oleh Brandon. Cinta keduanya bersambut manakala Bian meraih sukses di usia belia mengalahkan Andreas yang terjerumus pergaulan bebas kala itu hingga terancam pidana.
Sejarah buruk Andreas itulah kian membuat Beatrice malu terhadap cucu satunya. Namun, Brandon memergoki Maria berbuat tak senonoh, selingkuh dengan banyak pria membuat Cakrawala perlahan sakit hati bahkan menentang hubungan Bian dan Maria.
Kesempatan ini di gunakan Andreas untuk menarik perhatian Maria tapi tetap saja wanita itu tak melihat sosoknya. Andreas begitu memuja wanitanya. Anne pun kewalahan menahan segala keinginan Andreas tentang Maria.
Termasuk penukaran saat kecelakaan silam, tapi Anne akui, hanya Andreas yang bisa mengendalikan Maria, hingga restu Anne turun untuk keduanya.
"Aku gak mungkin mengkhianati putra Anda, Mi. Aku tahu kekuatan Andre," cicit Maria.
"Maka berlakulah baik," tegas Anne seraya bangkit dari duduknya lalu melenggang pergi menuju teras samping.
...***...
Pagi ini Andreas akan terbang ke Indonesia, menjalankan satu misi kejutan bagi penguasa retail terbesar itu.
"Mami sama dengan Briandana, lembek. Sifat itu menurun pada Bian, yang katanya ingin total berbakti untuk nenek, cuh," decih Andreas mulai menaiki mobil menunju landasan udara dimana jet pribadi telah menunggu.
Dia harus mengambil apa yang menjadi miliknya sejak lama. Maria dan perhatian Beatrice.
"Jika mami melarang aku menyentuh Bian, bagaimana jika aku menyasar Malya saja. Apakah penderitaan wanita itu sanggup menggugah hati Biantara Cakra untuk menunjukkan siapa cinta sejatinya?" gumam Andreas dalam perjalanan.
"Meeza, kamu harusnya tahu siapa sosok Beatrice. Tak payah mengikuti keinginannya. Nenek tua, banyak kesedihan yang kamu ciptakan pada cucumu, kenapa Tuhan lambat sekali? umurmu itu kapan kadaluarsa?" maki Andreas untuk neneknya.
Kebencian hanya di picu oleh kurangnya rasa penghargaan. Beatrice gagal mengenali cucunya dengan kepribadian yang tepat. Type sanguin adalah jenis yang ingin di apresiasi. Sedangkan sepupu nya sukses dengan sifat plegmatisnya meski terkesan bergantung di bawah naungan Beatrice.
...***...
Menjelang siang keesokan harinya.
__ADS_1
Rombongan Bian tiba. Lelaki yang biasanya dikenal kalem saat di perusahaan kini berubah menjadi sangat sigap dan tegas mengurus tetua Cakra meski menggendong Meeza dalam pelukan.
Pimpinan Cakrawala mulai menunjukkan taring saat Chris menunjukkan sesuatu.
"Tuan muda, sesuai dugaan Anda. Dia pelakunya. Kini, Anda tak usah lagi berpura," pesan Chris dalam sambungan udara.
"Baik. Waspadalah, peringatkan Roby agar lekas kembali, tak akan ku biarkan dia menghancurkan keluargaku. Termasuk Malya," balas sang pimpinan.
Roby sekilas terhanyut dalam tawaran keluarga Valencia untuk pemindahan nyonya besar setelah pengobatan nanti. Namun, Bian menyatakan ketegasan kala Anne tiba menyambangi mereka di rumah sakit.
"Maaf Tante, aku ingin nenek total denganku. Biarkan aku menunaikan tugas hingga selesai, membalas jasanya meski aku tak puas akan hidupku," ujar Bian pada Anne di bangsal rumah sakit.
"Aku tahu. Jangan sungkan mengabarkan padaku setiap perkembangan ibu ya," balas sang Tante, Anne lalu pergi meninggalkan ruangan ibunya setelah memastikan wanita sepuh itu beristirahat dengan tenang.
Bian memejam, lelah mendera. Dia akan menyusun rencana.
"Aku gak ingin ada dendam, silakan ambil. Akan ku permudah jalanmu asal jangan mengganggu Malyaku," ujar Bian seraya mengirimkan banyak foto Meeza dan Beatrice yang telah sama tertidur ke ponsel Malya.
"Al, jangan lupa makan dan istirahat dengan benar." Tulisnya di pesan bersama saat foto terkirim.
Pimpinan Cakrawala itu lalu bergabung dengan Meeza, tidur memeluk putri kecilnya.
Sementara sang CEO beristirahat, Roby mengerjakan sesuatu. Bisnisnya berkembang pesat, penyediaan jagung untuk di olah menjadi ethanol guna memenuhi kebutuhan pasar, gencar dia lakukan. Hasilnya mulai terlihat, beberapa buyer konsisten mengambil pasokan darinya.
"Ros, atur ya, jangan sampai lost buyer lagi. Kita perbaiki web, tambahkan landing page dengan banner pendukung hingga memudahkan mereka untuk payment. Aku tunggu tampilan baru dalam dua hari," tegas Roby pada adiknya. Usaha ini mereka jalankan berdua disamping pemroduksian gula batu.
"Jika Rosi menikah tahun ini, maka ibu pasti akan mendesakku segera menikah juga," gumam Roby, ikut memejam, menyandarkan tubuh lelahnya di sofa.
"Al, Al, apa aku harus mendahului tuan muda Bian, melamarmu?"
.
.
__ADS_1
...__________________...
...Bian atau Byby sih Al? kejap mau kelarin Beatrice dulu....