BUKAN SALAH BUNDA

BUKAN SALAH BUNDA
BAB 61. SKANDAL


__ADS_3

"Aku tidak mau terlibat dalam hal apapun yang berhubungan dengan kamu, Maria. Maaf, sebab banyak yang bergantung padaku. Kau bisa memakai semua milikmu tapi jangan seret kami," ujar Matthew menjawab panggilan Maria.


Wanita muda itupun akhirnya pasrah, dia memilih akan menjalani kehidupan sendiri jika memang tak ada lagi tempat baginya. Hidup makan tidur hura-hura seperti dulu mungkin tetap menjadi pilihan hingga ajal menjemput.


Belasan jam dia tempuh hingga akhirnya menginjak bumi Indonesia tepat siang hari. Ponselnya dia matikan sejak meninggalkan Inggris dan tak berniat mengaktifkan entah sampai kapan.


Uang cash telah dia siapkan jauh hari di kediaman semula sejak dirinya baru pertama kali pulang ke Indonesia setelah pemulihan. Kini Maria menuju ke sana menggunakan taksi.


Malang tak dapat di tolak, untung urung di raih, taksi konvensional Bandara yang dia tumpangi pecah ban hingga terpaksa dirinya menunggu armada pengganti, di salah satu kursi minimarket Pinggir jalan.


Di saat itulah, tiba-tiba.


"Dasar mantu sialan, dulu pake hijab sekarang urakan. Untung Sulaiman gak melihat aslinya kamu yang begini!" ujar ibu Sulaiman, menarik rambut Maria yang baru saja duduk di teras Indoapril.


"Siapa kamu! kasar sekali, lepaskan!" sentak Maria, menepis cekalan wanita asing yang tak dia kenal.


"Emang kurang ajar! kamu gak punya otak, Malya!" teriak ibu Sulaiman.


"Aku bukan Malya. Aku Maria. Kalau yang kamu maksud adalah Malya yang sama, aku tahu bahwa caranya membalas sakit hati, dengerin dulu!" seru Maria tak kalah lantang.


Keributan antara dua wanita di lerai petugas Indoapril juga security kantor sebelah gedung. Maria memaki balik wanita yang dia nilai bar-bar.


Setelah keduanya tenang, Maria bertanya tentang sosok Malya yang wanita itu sebut. Masing-masing lalu menjelaskan jika mempunyai rasa sakit hati nan sama dengan sosok Malya. Maria lalu memiliki ide, jika ingin wanita itu hancur, maka harus membeberkan rahasia ini ke publik.


Pikiran dangkal Maria, meminta agar ibu Sulaiman mengundang media dan mengatakan bahwa istri pemilik Cakrawala Corp adalah penipu.


Langkah ini, akan Maria gunakan sebagai alibi pembelaan manakala Andreas murka padanya sehingga dia akan selamat dari amukan pria itu.


Kesepakatan pun di setujui, mereka saling bertukar nomer ponsel lalu keduanya berpisah. Maria melanjutkan perjalanan sedangkan ibu Sulaiman kembali ke rumah yang tak jauh dari sana.


Sementara di tempat lainnya.


Andreas mendapatkan kabar bahwa Maria pergi sejak kemarin, Anne cemas sehingga terpaksa mengatakan bahwa Maria tengah mengandung.


Lelaki keturunan Valencia terkejut, ini di luar prediksinya. Dia lalu memerintahkan anak buahnya untuk mencari Maria.

__ADS_1


...***...


Satu pekan berlalu begitu saja.


Kondisi Malya sudah jauh lebih baik. Tersisa waktu tiga hari untuk menemani Meeza menghabiskan masa liburannya. Malya memaksakan diri untuk bangkit dan mencoba berpindah tempat tanpa bantuan siapapun tapi hasilnya nihil.


Sikunya ikut ngilu kala di gunakan sebagai tumpuan, dia tak ingin mengambil resiko menitikberatkan bobot tubuh di sana. Khawatir luka jahitan akan kembali terbuka.


Malya memikirkan pekerjaan yang tertunda sebab kondisinya demikian. Dia menghubungi Sesil agar dapat melaporkan informasi terbaru mengenai dirinya.


"Al. Aku harus pulang ke indo lusa sebab Chris baru saja memberi kabar bahwa ibu Sulaiman menyebarkan skandal," ucap Bian setelah masuk kembali ke ruangan.


"A-aku juga harus masuk kerja sebab banyak pekerjaan menumpuk. Dua orang staff sakit dan cuti jadi memang tanggung jawab divisi keuangan dikejar tenggat waktu," ucap Malya.


"Sayang, kondisimu masih begini. Aku gak izinkan kamu kerja," ucap Bian, duduk di sisi brangkar.


"Tapi, Mas, aku punya tanggung jawab. Gak bisa egois, itu satu-satunya sumber dana utama. Jualan aku mangkrak akibat begini, pemasukan pun jadi terhambat. Please," rengek Malya agar Bian memberi izin untuk pulang.


Biantara menelisik ke dalam manik mata coklat tua.


"Iya. Zaza tahu kok kalau Bunda itu hebat. Zaza belum pernah lihat Bunda minta uang ke Daddy, gak kayak Mbak Sari," jawab Meeza, mengundang tawa Beatrice dan senyum simpul Malya.


"Sari itu minta uang buat beli makanan kamu, Za. Ada saja jawaban yang bikin ketawa," sahut tetua Cakra.


Meeza terkekeh, dia lalu mencium pipi Malya, membelainya lembut sembari mengucapkan kata sayang.


"Love you, Bunda. Zaza bakalan belajar di sini baik-baik. Gak mau lihat Bunda capek kerja, biar Zaza yang kerja nanti," ucapnya mengundang rasa haru.


"Love you too My Zaza. Aamiin," balas Malya memeluk putrinya meski tak erat.


"Kalau Daddy gak kerja gimana, Za? kan Daddy capek juga," pancing Bian.


"Gak boleh. Kan laki-laki ya, Bunda. Laki-laki itu pemimpin kaum wanita, arrrijalu qowwamuna ala nisa," kata Meeza semangat, menoleh ke arah Bian. Matanya membola dengan jari telunjuk mengacung ke atas di ayun, persis ulama sedang tausiah.


Malya tersenyum, mengangguki ucapan Meeza yang sedang menasehati ayahnya. Pewaris Cakra pun tertawa renyah, putrinya sudah menjadi duplikat Malya.

__ADS_1


"Anak Bunda banget. Iya, Daddy bakalan ngasih yang terbaik untuk kalian berdua," ucapnya tegas, menatap Malya.


Kesepakatan ditentukan Biantara, mereka akan pulang berdua setelah Meeza masuk asrama kembali. Meminta Chris mengurus Beatrice sementara dia pulang ke Indonesia.


Bian tidak meminta Robby menggantikannya ke Inggris sebab Malya ingin menyampaikan sesuatu padanya setelah pulang nanti. Ketika Bian menanyakan perihal tersebut, Malya tak menjawab.


Perasaan lelaki Cakra tengah di gantung oleh Malya Syakia. Kebersamaan satu pekan kiranya tak mempengaruhi susasan hati wanita yang berkali dia ajak rujuk.


...*...


Jika Biantara tengah intens memupuk hubungan kembali dengan mantan istri, lain hal dengan Andreas. Dia menuju villa yang di huni oleh Maria.


Entah apa yang melatari wanita itu menghindar darinya, Andre tak habis pikir. Jika masalah hobi belanja, dia tak pernah melarang apapun yang dilakukan istrinya itu. Harta Valencia tak akan habis dimakan rayap hingga tujuh turunan.


Saat dia tiba di sana. Villa itu kosong, tak berpenghuni, penjaga pun mengatakan bahwa Maria tidak menginjakkan kaki di sana. Andre kian gusar, dia lalu meminta anak buahnya kembali mencari.


Tiba-tiba.


"Appa?" kata pemilik Valent grup.


"Skandal di Cakrawala membuat para direksi menggelar rapat darurat dua hari mendatang," ujar asisten Andreas.


"Baguslah. Kita tonton saja," sahut sang pimpinan.


"Aku tak akan hadir. Tuntut mereka untuk menggelar konferensi pers. Aku tantang apakah Beatrice sanggup mencoreng muka sendiri dengan membuka aib cucunya," sambung Andreas lagi.


"Cari tahu, siapa penghembus isu ini. Bila perlu, lindungi dia dan beri kekebalan hukum," pungkas Andreas, menutup panggilan.


"Tuan, Nyonya muda, di temukan. Silaka ikut kami," kata salah seorang bodyguard Valent grup.


.


.


...____________________...

__ADS_1


__ADS_2