
Hai kesayangan mommy. Terima kasih sudah sampai di sini ya. Luv buat kalian ❤️.
Awalnya ini mau dijadikan lomba di pf sebelah tapi gak jadi, memilih update di sini karena banyak hal. Mommy cuma mengambil sejumput beberapa kisah di sekitar.
Pertama, memang sulit menjaga Iddah hingga sempurna tak terlihat selain mahram dan ajaran pun memberikan beberapa pengecualian untuk kondisi tertentu, seperti Malya.
Jadi buat para sigle fighter, semangat ya. Pasti ada jalan kebaikan di setiap sikap dan perilaku yang kita berusaha sangat jaga.
Kedua, tentang hubungan anak tiri yang berlainan gender. Contoh Meeza dan Byby. Anak tiri akan menjadi mahram bagi si ayah/ibu baru jika ibu kandung mereka telah 'campur atau HB' dengan pasangan barunya.
Sebaiknya, saling menjaga sikap dan jarak, sebab anak perempuan/laki-laki bilamana telah baligh, semua bentuk tubuhnya berubah. Boleh bersentuhan dengan ayah/ibu baru tapi hanya untuk hal biasa, Salim misalnya. Selain itu, mohon di jaga dan ingatkan.
Jaman sekarang sangat riskan ya, Mak. Sekandung saja bisa terjadi sesuatu, apalagi ini tak sedarah. Khawatir disisipi syaithan. Mommy contohkan di sini Malya menolak lamaran Byby menggunakan alasan tersebut.
Ketiga, bekali ilmu dasar bagi anak-anak terutama fiqh tentang tauhid agar dimanapun mereka tinggal, iman itu tetap teguh, atau bab bersuci.
Ketiga, jaga aib suami atau istri di depan orang tua. Jika tidak terdesak maka simpan saja. Sakit? ya memang. Malya banyak memberi inspirasi buat mommy sebenarnya.
Keikhlasan, memang sulit di miliki saat semua tak sesuai keinginan. Tapi akan ada satu titik balik yang buat kita kemudian sadar akan sesuatu dan perlahan menerima. Kepekaan dan komunikasi itu kunci utama dalam menjalin hubungan baik, antar sesama ataupun pada pasangan. Sebab pernikahan isinya adalah tentang ngobrol.
Ngobrol masa depan, rencana, keinginan dan lainnya.
Keempat, jangan bedakan gender anak ya, Mak. Semua memiliki keistimewaan. Bahkan di jaman nabi Musa, justru anak lelaki yang di enyahkan. Ini mommy umpamakan dengan keinginan Bian yang mendambakan anak perempuan semua.
__ADS_1
Kelima, untuk law of attraction. Sebaiknya betul-betul di yakini, lebih bagus di ucapkan berulang setiap pagi dan di tulis (Scripting). Mommy sudah praktek LoA sejak dua tahun lalu, Maa sya Allah pokoknya. Speechless, sebab keajaiban itu dekat banget. Sabar, ikhlas, tawakal macam Bian hingga berbagai kemudahan dia dapat.
Akhirnya, tidak bermaksud menggurui. Mommy hanya merangkum kejadian di sekitar mommy saja. Jika banyak yang membahas versi rumah tangga kalangan biasa, maka mommy sebaliknya. Kaum elit juga sama kok, macam kita. Hehe, peace.
Terima kasih semuanya. Mommy akhirnya sanggup menyelesaikan ini meski molor hingga tiga belas hari. Semoga maksud tulisan mommy tersampaikan dengan baik. Ada manfaat yang dapat diambil meski se-emmprit. Aamiin.
..._______________...
Jangan lupa mampir di kisah BUKAN MENANTU BIASA yaa.
Spoiler.
.
"Kau, karena kau, kan. Ini karenamu!" geram Asha melihat ke arah Maghala dengan tatapan tajam.
"Maafkan aku. Maaf," kata Maghala balas menatap istrinya sendu.
Perasaan bersalah menghantui Maghala. Keseharian setelah Asha di perbolehkan pulang tak lantas membuatnya lega. Teriakan, makian, cibiran menjadi sarapan pagi suami nona muda Cyra.
"Ghalaaaaa! lelet amat sih, ngapain aja!" teriak Adhisty pukul enam pagi di ruang makan. Dia menghentakkan sepatunya hingga menciptakan bunyi bising.
Menantu Cyra datang tergopoh menghampiri sang mertua. "Ya, Ma? aku sedang menyiapkan air untuk Asha mandi. Ingin sarapan sekarang?" tanya Maghala sembari melepas apron.
__ADS_1
"Kamu nanya? kamu nanya? bodoh kok di piara, lihat sudah jam berapa ini? kan kemarin sudah ku bilang, akan ada meeting pagi, artinya kamu harus lebih dini siapkan sarapan!" seru Adhisty tepat di wajah Maghala. Telunjuk sang mertua, sukses mendarat di dahi Ghala disertai pandangan remeh. Wanita ini berkacak pinggang meminta menantunya sigap.
"Baik," balas sang menantu, berlalu ke dapur untuk mengambil menu yang telah dia siapkan semenjak subuh.
"Heran, gak pinter-pinter," omel Adhisty lagi, dia memutar bola mata jengah seraya menarik kursi meja makan.
"Kenapa lagi, Ma? masih pagi udah rame aja," tanya Alka, putra sulung Adhisty. Dia menarik kursi dan duduk di sana.
"Siapa lagi penyebabnya bila bukan si bodoh benalu ini. Asha, nasib kamu begini amat sih? punya suami kok bego. Kalau gak terpaksa, aku gak Sudi!" cibir Adhisty, melihat dengan ekor mata kala Maghala membawa baki berisi hidangan dan menata di atas meja.
"Sama," gumam Maghala sangat lirih.
"Heh, Ghala, sesekali buatlah dirimu menjadi berguna. Padahal hanya kerjaan ringan begini kok ya gak sat set. Mau kau kasih makan apa adikku jika gak numpang hidup di sini? sampai kapan bercita-cita jadi benalu?" sambung Alka, menyeruput kopi sambil mengacungkan sendok hampir mengenai wajah Ghala.
.
.
See you, di judul Bukan menantu biasa... 🥰
.
.
__ADS_1
...********************...