BUKAN SALAH BUNDA

BUKAN SALAH BUNDA
BAB 82. KEJUTAN


__ADS_3

Beberapa pekan setelah kepulangan pasangan Cakra, Malya di sibukkan dengan setumpuk pekerjaan di kantor. Bian selalu memaksanya pulang, menjemput tepat saat dia selesai bekerja, membuat Michael selalu saja mengamuk.


"Gak baik begitu, Mas. Menimbulkan kecemburuan sosial. Lagian kerjaan aku gak akan selesai nantinya," ucap Malya kala mereka telah berada di dalam mobil.


"Kamu serahkan saja ke Camai. Minta selesaikan apa yang bisa dia kerjakan. Sisanya dilanjutkan olehmu," jawab Bian enteng, seraya menoleh ke samping. Malya hanya menggelengkan kepala.


Biantara tak tahan berada jauh dengan istri cantiknya itu. Tidak rela rasanya membiarkan Malya tertidur tanpa dibuat lelah lebih dulu setiap malam.


Desakan Beatrice dan Mardiah kian memacu semangat Bian, berharap segera hadir dan tumbuh benih cinta dalam rahim sang nyonya muda Cakra.


"Camai memang ngerti urusan ginian, dia itu punya gelar sama sepertiku tapi masa iya, gitu, gak etis lah," elak Malya.


Tak lama kemudian keduanya tiba di rumah. Dan disambut berpapasan dengan Andreas.


Dia hanya menyapa sekilas sepupunya itu. Bian sadar, dua bulan lagi masa jabatan di kursi pimpinan Cakra akan berakhir. Dia pun sudah menyiapkan kantor untuk Chris, agar tetap bekerja dengannya dalam mengurus segala hal tentang bisnis baru yang Biantara rintis.


Andreas tengah bersiap menyiapkan dokumen pelimpahan wewenang, dia masih bolak balik kantor di indo dan Inggris.


Lusa.


Malya menghela nafas. Ini terlalu cepat. Melihat betapa intens mereka melakukan hal itu. Keinginan Bian yang menggebu, bahkan para sepuh, membuat Malya seakan mendapat beban baru.


Dia merasa bahwa baktinya pada orang tua kini harus terbagi lagi. Mimpinya telah tercapai, memiliki kebebasan finansial meski Bian mengcover semua kebutuhan selama ini. Ini sebagai pembuktian sekaligus rasa terima kasih untuk dia persembahkan pada pasangan Syakur.


Dia menggenggam sesuatu dalam tangannya, lalu meletakkan di suatu tempat dan mulai keluar dari walk-in-closet.


Terdengar suara Meeza mengaji dan Bian yang mendengar kajian di televisi khusus channel dakwah. Keduanya duduk berdampingan di sofa kamar mereka.


"Al, minum dulu teh hangatnya. Tadi mbak lupa, ini pakai gula sedikit," ujar Bian saat melihat Malya keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


Akhir-akhir ini Malya kerap meminta hal di luar kebiasaan. Jika malam hari, ketika melihat bantal, dia akan langsung tertidur saat telah menyentuh permukaannya. Bahkan Bian kesulitan membangunkan bunda Meeza jika sudah mode ngebo seperti itu.


"Za, siap-siap. Kita mau survey sekolah buat kamu loh," sahut Malya, duduk di sisi Bian. Lelaki itu pun sigap, mengusap punggung Malya lembut saat wanitanya akan menyesap teh, ini pun salah satu dari beberapa permintaan aneh.


Meeza mengangguk, gadis kecil itu lalu ikut meminum susu hangat buatan sang ayah. Tak ingin ketinggalan manja dengan ibunya, Meeza duduk di pangkuan Bian, meminta daddy melakukan hal yang sama bagai sang bunda.


"Daddy, mau kayak Bunda. Dad," rengek Meeza meminta tangan kiri sang ayah mengusap punggungnya.


"Alhamdulillah. Rezeki pagi melimpah, mengucur deras bagai hujan, keluargaku sehat, bahagia dan tercukupi. Leluasa dalam melakukan ibadah, dan dijaga Allah dari orang hasad, aamiin," kata Bian, mengafirmasi sekaligus mempraktekkan hukum low of attraction yang Al-Qur'an ajarkan.


"Aamiin allahumma aamiin," jawab kedua wanita di sambung dengan salawat beberapa kali. Jika Meeza menjeda meminum susu, maka Malya masih menikmati rasa teh hijau sekaligus usapan lembut suaminya.


Pagi yang damai, perlahan Bian terapkan pada keluarga kecilnya.


Law of attraction merupakan sebuah hukum tarik-menarik yang menarik segala hal dengan kekuatan pikiran dan perasaan. Jika di dalam Al-Qur'an berarti bermakna doa, keyakinan dan tawakal, menerima menjadikan Allah sumber segala tujuan hidup manusia.


"Bunda kenapa Daddy doa sangat panjang?" tanya Meeza sembari menyesap sisa susu dalam gelas.


"Seorang hamba akan selalu dikabulkan doanya oleh Allah selagi dia tidak berdoa meminta sesuatu yang berdosa, memutus silaturahim, dan tergesa-gesa," ujar Bian, menerima isyarat Malya. Dia memandang lekat retina coklat tua Meeza.


Doa yang disertai dengan keyakinan antara pikiran dan perasaan kuat dapat menarik segala sesuatu menjadi kenyataan dengan cepat. Setelah doa dan keyakinan, maka seseorang harus menerima atau bertawakkal sehingga Allah akan mencukupkan kebutuhannya sebagaimana tertuang dalam surat At-Thalaq ayat 3.


"Benar begitu? kalau gak di kabulkan bagaimana?" tanya Zaza lagi, kian menajamkan pandangannya untuk sang ayah.


"Za, Allah itu sesuai dugaan hambaNya. Kalau Zaza ngira jelek ya hasilnya akan jelek. Mengucapkan kata buruk juga demikian, makanya kenapa daddy doa yang baik-baik tadi sebab semua akan kembali pada kita," tutur Bian menjelaskan perlahan.


"Setelah doa harus usaha, sabar dan menerima, Za. Macam rezeki. Itu ada yang hadir sendiri dan harus di kejar. Contohnya kamu, ingin pintar ya sekolah yang baik, belajar agar lolos ujian. Padahal kalau cuma sekedar sekolah, Zaza bisa. Nah, macam itu," imbuh Malya.


"Daddy kerja sebagai usaha untuk menjemput rezeki. Sabar dan yakin sebab rezeki itu bakalan datang dari arah yang tak disangka, Zaza tahu kan ayat ini?" ujar Biantara, mengusap kepala putrinya yang masih mengenakan mukena.

__ADS_1


"Tahu Dad, wayarzuqhu min haitsu laa yahtasib, at thalaq ayat tiga kan?" kata Meeza, mendapat anggukan Malya.


"Oh, begitu ... sabar kalau gak lulus ujian dan mencoba lagi, terus bakal Allah kasih jalan Zaza harus sekolah dimana, gitu ya Bunda? ... terus makanya Daddy sabar ya meski om Andre itu gak baik sama Daddy? sebab Daddy yakin kalau Allah juga bakalan ngasih banyak rezeki sama kita. Daddy doa panjang tadi," cerocos Meeza, bola matanya mendelik ke atas, mengerjap beberapa kali dengan telunjuk gendut nan ikut menepuk pipi berkali.


Biantara gemas sendiri. Didikan Malya membuat putrinya sangat kritis terhadap hal demikian.


"Bunda, kenapa kalau pagi harus baca Alquran? bunda bilang, Al-Qur'an sebagai petunjuk, apa kayak goo-gle maps, gitu ya?" tanya Meeza lagi, kali ini lebih berat.


Biantara tertawa riang, Malya mendapatkan lawan sepadan. Usia Meeza memang sedang haus akan ilmu sehingga informasi yang di berikan harus benar.


"Bukan pagi aja, Za. Setiap waktu kalau bisa ... giliran kamu, Sayang," ujar Bian menyenggol lengan Malya yang menggelengkan kepala atas pertanyaan Meeza.


Malya lalu mengucap Basmallah, agar diberikan kekuatan dalam memberikan analogi pada putrinya.


"Quran itu harus jadi imam, Za, di depan, sebab waj'alnahu lana imama, jadikanlah Al-Qur'an sebagai pemimpin. Kita harus menyesuaikan diri dengan isinya. Apa yang Al-Qur'an bilang, itulah yang dikerjakan."


"Wa nuuron, Qur'an sebagai cahaya karena kita suka bingung. Ditambah dengan hudan, petunjuk dan Rahmat, imaman nuuron hudan wa rahmah. Bener kata Zaza tadi, ibaratnya jadi begini, Al-Qur'an yang bimbing kita dalam kegelapan tapi ada lampu, juga goo-gle map maka kita akan dapat gift, hadiah dari Allah dengan diberikan kemudahan dalam segala hal. Itu kalau kita berpedoman pada Al-Qur'an. Jelas belum, Sayang?" tutur Malya panjang, melihat pada Meeza yang masih terlihat mencerna.


"Kalau ingin selamat harus ikut kata Allah, gitu kan ya, Bunda. Jadi anak salihah," jawab Meeza mengangguk cepat.


Malya tak henti bersalawat melihat Meeza dapat mencerna kalimat panjangnya. Benar, salihah menurut versi yang Tuhan mau bukan sebab keinginan manusia.


"Harus ikhlas, tawadhu juga lainnya. Ayo siap-siap, Daddy mau berangkat kerja," ucap Malya menutup percakapan berbobot mereka di pagi hari.


Biantara tak tahu, setelah ini akan ada kejutan apalagi yang menantinya.


.


.

__ADS_1


...___________________...


Selain doa, keyakinan dan tawakal, ada dua hal yang dapat mempercepat law of attraction yakni sedekah dan husnuzan. Nanti dibahas lagi.


__ADS_2