
Meeza tertawa riang mendengar suara kesal ibunya. Bian kerap meminta pada Meeza jika mereka sedang bicara berdua agar selalu menyebut namanya.
"Bener kata Meeza, Al, aku yang kangen sama kamu," kekeh Bian mengambil alih ponsel dari tangan anaknya. Dia pun meminta Meeza turun dari pangkuan.
"Gak gitu deh atau aku enggan terima panggilan kamu lagi. Mas, kita tuh terkoneksi sebab Meeza saja, jangan hubungkan dengan hal lainnya," keluh Malya. Dia melunak hanya kerena Meeza.
Bian melangkah, membuka pintu balkon dan menutupnya. Dia lalu bersandar.
"Kangen itu terkoneksi sebab Meeza juga. Memiliki bulan dan bunga di hidupku ternyata kebahagiaan yang baru di sadari, meski bunga itu luput dari genggaman. Al, balikan yuk," ajak Bian ingin mengetahui reaksi Malya.
Putri Haji Syakur mengabaikan ajakan Bian. Dia justru mengalihkan obrolan, cemas terhadap pertanyaan Meeza tentang menikah.
"Siapa yang menikah? Andre siapa?" tanya Malya.
"Ck, jawab aku dulu tadi," ucap Bian tak ingin melepaskan Malya dengan mudah.
"Aku tutup atau jelaskan!" tegas Malya tak ingin berlama-lama.
"Lihat usahaku ya, Al," kata Bian tak ingin menyerah.
"Ya sudah. Assalamu--" Malya enggan berlama, dia masih harus berisap kerja esok hari.
"Oke oke, Nyonya Cakra. Galak amat. Andre sepupu ku, kamu pernah bertemu dengannya. Dia yang menukar kamu dan Maria sekaligus memberikan pengobatan baginya. Lusa, mereka akan menikah. Aku duga, Maria berkamuflase sepertimu untuk menggaet Meeza agar mengendalikan aku dari dalam atau menggunakan untuk menekanmu lagi, Sayang," tutur Bian menceritakan kekhawatiran dirinya.
"Pernah bertemu aku? Sepupumu yang itu bukan sih, Mas? apa beda orang?" ingat Malya akan nama yang tak asing.
"Benar. Kau tak ingat siapa yang mengancammu, Sayang? Maria pernah bertemu Meeza tapi putri kita cerdas, dia mengenali dengan baik siapa ibunya. Ck, Al, rasanya ingin memutar waktu kembali, kau tahu?" ungkap Bian, pandangannya jauh ke angkasa, dia menyesal.
"Aku gak pernah melihat jelas wajahnya. Hanya suara saja, tapi ancamannya tidak pernah luput. Mas, kamu harus janji sama aku, jaga Meeza ya!" pinta Malya, suaranya sedikit gemetar.
Mereka lalu diam beberapa detik. Malya sedang tak ingin menanggapi ajakan Bian untuk rujuk, hatinya masih hampa.
"Al, makasih banyak ya, sudah bertubi membekali Meeza dengan hal baik. Aku melupakan kalian begitu lama. Andreas ingin menyita perhatian nenek, menyingkirkan aku dan mempengaruhi Meeza. Kamu baik saja di sana kan? jangan ceroboh ya, Sayang. Aku takut mereka menyasarmu juga," pesan Bian, menduga bahwa Malya sasaran berikutnya.
__ADS_1
"Keluargamu rumit, Mas. Jangan sampai Meeza jadi korban, aku gak akan maafin kamu jika itu terjadi," tuntut Malya.
"Balikan ya, aku butuh kamu, Al. Jangan terima pinangan Roby, awas aja. Bakalan aku bom pesta kalian nanti," kesal Bian menguap begitu saja.
Malya tertawa renyah di ujung sana, tak mengira jika Bian menuduhnya ingin segera menikah lagi dengan Roby.
"Eh, Byby."
"Jaga Meeza untukku, assalamualaikum." Malya menutup panggilan sepihak. Dia cemas, firasatnya terbukti.
Pria yang dia temui kala masih di kediaman Cakra adalah pelaku dirinya masuk dalam kisah rumit ini.
Semua ini menjadi jelas, fisik dan wajah yang hampir sama menjadi senjata untuk menyusup dari dalam. Meeza menjadi taruhan atas tujuan mereka.
Dia lalu mengirim pesan pada Bian, menegaskan sekali lagi bahwa Meeza harus aman. Bahkan Malya mengancam akan membencinya seumur hidup jika terjadi sesuatu dengan putri satu-satunya itu.
["Suamimu ini punya rencana, Al. Kamu hanya harus mendoakan aku. Iya, Sayang, aku janji. Take care di sana ya Al, terutama dari Byby kalian itu."]
["Jangan omdo ya, Mas. Pokoknya Meeza fokus utama. Gak usah bawa-bawa Roby! biarkan dia melakukan tugas seperti biasanya. Kurasa tak pantas bila kesetiaan dia, kamu pertanyakan hanya karena Byby dekat dengan aku dan Meeza. Letakkan cemburumu itu pada tempatnya."] Tulis Malya.
Malya membaca pesan Bian terakhir dan tak berniat membalasnya lagi. Otaknya mendadak penuh, pekerjaan esok hari sudah terbayang akan menumpuk.
Tiga bulan lagi, dia harus dapat mengumpulkan dana untuk bekal mengunjungi Meeza, bergantian dengan Bian. Tekadnya kian membara, Malya mencari peluang tambahan dengan menyasar Affiliate online.
...***...
Dua bulan berjalan.
Meeza sudah tinggal di Asrama sehingga Bian fokus pada kesembuhan Beatrice. Operasi kedua telah di lakukan untuk penyempurnaan penyangga sehingga memungkinkan Beatrice dapat berjalan normal kembali.
Hubungan komunikasi antara Bian dan Malya terjalin baik setelah mereka berpisah. Bian kerap mengabarkan kondisi Beatrice bahkan mengajak tetua itu terlibat dalam obrolan ringan mereka.
Beatrice perlahan dapat menerima Malya yang selama ini dia duga sebagai Maria. Wanita sepuh itu mulai berani meminta doa dari mantan cucu menantunya. Sakit parah, rupanya berpengaruh pada pemikiran angkuh pendiri Cakrawala.
__ADS_1
"Al, doain aku ya," pinta Beatrice meski tak ingin melihat wajah Malya.
"In sya Allah. Izin kerja lagi ya, Nyonya besar. Aku masih di kantor," balas Malya kemudian menutup panggilan.
Melihat istrinya sangat sibuk, Biantara lantas menghubungi seseorang. Dia mengoceh pada sosok di seberang sana.
"Ya gue tahu. Tapi lu tega amat. Awas aja ya!" ancam Bian.
"Ikut prosedur dong ah. Lagian dia kan bukan siapa-siapa lu lagi, bebas lah. Mantan gak usah rese, penting kan gue nolong lu," ujar sosok yang bicara dengan Bian.
Panggilan jarak jauh di putus sepihak oleh Bian. Pimpinan Cakrawala itu lantas menghubungi Nanny Meeza.
"Sari, gimana Meeza. Jika kau berkhianat dan kembali pada Maria, lihat saja nanti," ancam Bian pada Sari.
"Ya Tuhan, Tuan muda. Sari udah betah ikut dengan nyonya Malya. Beliau banyak ngajarin saya hal baik juga ngingetin lagi tentang salat. Sari merasa jadi manusia bersama beliau, mana mungkin berkhianat. Nona Maria tadi berkunjung ke sini, tapi kepala sekolah menolak sebab dia tak memiliki surat kuasa dari Tuan," lapor Sari terhadap perkembangan situasi di Asrama.
"Aku pegang janjimu. Jaga putriku dengan baik meski kalian tidak di gedung yang sama, Sari!" tegas Bian untuk pengasuh khusus Meeza.
Semua murid di sana, di perkenankan membawa satu nanny, sebab usia mereka masih sangat dini dengan membawa berbagai kultur berbeda, sehingga memudahkan adaptasi jika didampingi pengasuh.
Bian menghela nafas. Satu retail sengaja dia lepas demi memuluskan jebakan bagi Andreas. Roby juga melaporkan pria itu gencar mendekati para pemilik saham agar dapat masuk dalam jajaran direksi dalam waktu dekat.
"Tiga bulan lagi RUPS, ku harap, Malya bisa ke sini menjaga Meeza selama satu pekan. Aku khawatir bilamana kalian terpencar. Konsentrasiku bisa buyar," gumam Biantara, melihat kalender acara tahunan perusahaan Cakrawala.
"Ya Allah, hamba sedang memperbaiki semua hubungan antar manusia juga denganMu. Berikan kemudahan, aamiin."
["Al, doa untuk kelapangan urusan itu bagaimana bacaannya?"]
.
.
...__________________...
__ADS_1
...Doa nya macam mana? boleh tulis di komen......