
"DINDA MAHENDRA." seorang wanita kuat jika di depan orang orang, namun berbeda jika dia sedang sendiri kadang sering sekali menangis.
Kuat bukan berarti tidak pernah menangis bukan. Kadang kita harus mengeluarkan air mata agar sesak di dada sedikit berkurang
Dinda iyalah anak ke tiga dari tiga bersaudara. Ayah nya bernama Hendra dan ibu nya bernama Ranti.
Dinda yang terlahir dari keluarga sederhana, ya itulah yang membuat dia harus menjadi wanita kuat dan pekerja keras demi membantu ekonomi kedua orang tuanya.
Dinda yang mempunyai satu kakak perempuan dan satu kakak laki laki namun dua duanya sudah menikah, maka dari itu Dinda harus bisa memberi kehidupan yang layak untuk ayah dan ibunya yang sudah memasuki usia rentan.
Pada satu hari di mana Dinda yang harus merantau ke kota orang demi bisa mencukupi kehidupan orang tuanya.
Pagi hari di meja makan. Dinda mengutarakan ke inginnan kepada kedua orang tua nya untuk meranatu ke kota J.
"Ayah Ibu minggu depan dinda akan mencoba merantau ke kota J ya."
Dinda mau mencoba mencari kerja di sana, semoga saja dengan ijazah yang dinda punya bisa mendapatkan pekerjaan yang gajinya lumayan untuk hidup kita.
__ADS_1
Ayah dan Ibu yang awalnya hanya saling tatap dan tak lama terpancar raut kesedihan dari Ayah dan terutama Ibu yang sudah tak ter bendung lagi air matanya.
"Nak akhirnya ayah berucap setelah merenung," apa kamu yakin dengan keputusan mu itu, maafkan ayah ya yang tidak bisa memberi kehidupan yang layak untuk kalian.
Akhirnya air mata ayah pun tak terbendung lagi, maaf kan ayah yang tidak bisa membahagiakan kalian maafkan ayah nak buk.
"Ayah Ibu sudah jangan menangis ya," hati aku sangat hancur jika melihat kalian menangis.
Setelah berpelukan bertiga akhiranya mulai tenang.
Ibu terserah kamu nak apapun keputusan kamu apapun ke inginan kamu ibu akan mendukung mu selagi itu di jalan yang baik.
"Ibu hanya titip pesan ke kamu jaga diri baik baik kamu tau kan apa yang ibu maksud sayang."
"Iya Dinda tau ibu sayang dinda akan ingat selalu pesan ibu sambil tersenyum."
"Ayah juga akan selalu mendukung dan men do'akan apapun keputusan dan tujuan kamu nak,"
__ADS_1
"Ayah sangat sangat menyayangi kamu, kamu anak Ayah yang hebat dan kuat dan juga sangat cantik pastinya hehe.
"Ahhh ayah bisa aja meng gombalnya." apakah dulu ibu juga mau nikah sama ayah karena rayuan dan gombalan ayah yang receh itu bu sambil melirik ke ibu.
"Hahaaa kamu nak jangan salah karena Ayah tampan juga kan bu ucap ayah sambil tertawa mencairkan susana."
"Ayah kamu itu dulu pemaksa banget nak dan sangat menyebalkan," tadinya ibu tidak mau nikah sama ayah kamu tapi ya mau gimana lagi namanya jodoh hihiii.
"Lah bukan nya ibu yang nembak ayah duluan dan ngajak menikah sama ayah," ibu begitu nak tidak mau mengakui ketampannan ayah mu ini hahahh.
Akhinya yang tadinya penuh tangis sekarang sudah mencair menjadi penuh canda. Ya begitulah meskipun keluarga sederhana namun penuh canda dan tawa......
❤❤❤
"Bismilah ya ini karya pertama Utor semoga di terima dengan baik oleh kalangan Masyarakat manapun."
dari yang muda hingga yang tua dari anak cucu nenek kakek hahahaa.
__ADS_1