
Pagi hari menyapa Frans juga jam 6 baru bangun saking asiknya bergelut dengan selimut dan melanglang buana di alam mimpi, Masya Allah di kampung Dinda rasanya sangat dingin jika di pagi hari, menambah porsi tidur di kala dingin sangat nyaman.
Dinda terpaksa membangunkan suaminya karena sudah siang, sebenarnya dia sangat enggan karena melihat Frans yang begitu nyenyak dengan tidurnya, "Ehh sayang sudah bangun, ini jam berapa?", kaget Frans melihat istrinya yang sudah berdiri di samping ranjang membangunkan dirinya.
Dinda tersenyum, Masya Allah masih gak nyangka hidupnya akan menjadi seperti sekarang, "Selamat pagi mas, jam 6", merapihkan rambut Frans yang simpang siur.
Hahhh kagetnya, "Kenapa gak bangunin dari tadi sayang", dia turun dari kasur meregangkan otot otot.
"Kayaknya pules banget jadi gak tega buat bangunin nya".
Frans langsung berjalan ke kamar mandi, hahaa merasa sangat lucu baru pertama kali menginap di rumah mertua sudah kesiangan, batin Frans.
Setelah beres melaksanakan kewajibannya yang kesiangan Frans dan Dinda jalan pagi dari ujung kampung sampai ke ujung lagi, katanya Ibu hamil kalau sudah dekat ke lahiran harus sering gerak dan jalan kaki, kali ini mereka hanya berdua karena anak gadisnya masih asik dengan guling dan selimutnya.
Sesekali mereka tertawa dengan obrolan dan candaan yang mereka buat.
"Duhhh si Dinda meni ku bahagia ya nikah sama orang kota cakep lagi suaminya".
"Iya Bu Iyun beruntung banget ya si Dinda".
"Huhh iya Dinda mah ibarat membuang kerikil dan menemukan berlian, si Romi gak ada seujung kukunyapun dari suami Dinda", saut bu Yayah.
Obrolan ibu ibu di pagi hari sambil menunggu tukang sayur, Dinda hanya bisa tersenyum mendengar obrolan ibu ibu itu lalu iya menyapanya, Frans juga memberikan sedikit senyum nya, yang mampu membuat ibu ibu itu berdecak kagum, sudah kaya cakep ramah lagi.
Mereka gak tau aja gimana Frans kalau di kotanya, inimah demi menjaga sudut pandang para tetangga Dinda saja dia memberikan senyum kecilnya.
__ADS_1
"Heuhhh Dinda ya kamu ibarat dapet harta karun", hahaa.
"Iya duhh meni senyumnya beuhh".
"Masya Allah ya Bu", ucap Dinda tersenyum.
Sebelah tangan Frans terus saja menggandeng istrinya dan satunya lagi iya gunakan untuk menengteng sandal Dinda.
Setelah berlalu dari ibu ibu itu, "Lah suamiku menjadi idola ibu ibu hahaa, gak bener ini besok besok kalau mau keluar harus di karungin biar gak ada yang nyomot", ucapnya sambil terkekeh geli.
"Aku bukan barang yang bisa di masukin ke karung ya sayang", Frans juga ikut terkekeh.
"Habisnya takut banget di comot orang".
"Sudah ada pawangnya gak bakal bisa berpindah".
Hahahaa mereka tertawa lagi menertawakan kekonyolan yang mereka buat.
Dengan santai nya Dinda melewati pasturi yang ada di depannya itu, rasa sakit hati dan cemburu sudah menghilang jauh dari dalam hatinya, untuk sekarang yang ada hanya malas melihat muka dua orang itu.
Siapa lagi kalau bukan Romi dan Reni, dih mendengar namanya saja sudah malas apalagi harus menyapa mereka, duh nggak sih sampai amit amit mah.
Romi melihat Dinda dari ujung kaki sampai ujung rambutnya, Deggg... Tidak bisa berkutik melihat penampilan Dinda yang sekarang apalagi melihat perut buncitnya, rasanya Romi tidak ikhlas melihat wanita yang sangat iya cintai kini sudah menikah dan hidup bersama lelaki lain.
Reni semakin meradang melihat Romi yang terus saja melihat dan memperhatikan Dinda.
__ADS_1
Sedangkan yang di perhatikan sangat acuh dan masabodo, Frans mah santai gak mungkin istrinya bisa suka lagi sama mantannya apaan Romi bukan tandingan buat dia.
"Wih ada yang ketemu mantan pagi pagi", Frans menggoda istrinya.
"Haa ko tau", padahal Dinda tidak pernah cerita sama Frans.
"Apa yang aku gak tau tentang kamu".
"Dih bisa bisanya tau sampai kesitu situ juga".
"Ya harus tau lah, istrinya gak pernah terbuka sama suami".
"Aku selalu terbuka mas ya, kalau sampe situ kan menurutku gak penting juga toh dia sudah jadi mantan jauh sebelum kita menikah".
"Hahaaa iya iya sayang lagian gak mungkin juga kalau kamu mau balikan sama dia".
"Nah itu tau pak".
"Tau dong buk".
Mereka tertawa konyol lagi, selama jalan jalan pagi sepasang suami istri itu tak lepas dari canda dan tertawa.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading ❤❤❤