
Setelah sampai kontrakan, Dinda membaringkan badannya, lelah rasanya bukan hanya lelah badan hati juga ikutan lelah, batin Dinda.
Pak Frans tadi maksudnya apa ya, aku gak ngerti sumpah gak ngerti banget maksud dia apa, dan tadi itu sepertinya marah banget deh kenapa ya. Aku rasa aku tidak melakukan kesalahan sama sekali. Batin Dinda terus berkecamuk.
Mandi dulu lah supaya seger badanku. Andai ada peralatan masak, pasti aku melampiaskan ke gundahan ini dengan cara memasak, setelah masak nanti akan hilang sendiri.
Nanti gajian aku mau membeli peralatan masak lah, pikirnya.
...*************...
Naomi yang sedang di jalan pulang bersama Frans, tak henti hentinya membicarakan kakak cantik yang baru dia temui dan menolongnya tadi siang.
Cihh OG ceroboh itu benar benar telah meracuni otak anak ku, akan ku kasih pelajaran kau ya awas saja, batin Frans.
"Pa besok Naomi mau ikut ke kantor Papa lagi ya", mau ketemu sama kakak cantik lagi, ucap Naomi.
"Gimana besok saja ya sayang", Frans tidak mau membuat anak nya kecewa, maka dari itu dia tidak menolak secara gamlang.
"Oke Papa".
Apa hebatnya sih orang itu sampai sampai Naomi dari tadi tidak berhenti membicarakan nya, cihh sepertinya dia mau main main denganku.
...----------------...
__ADS_1
Sore Oma, Opa. Naomi turun dari mobil langsung berlari memeluk Opa dan Oma nya
"Jangan lari lari Naomi", teriak Frans dari luar sedangkan yang di teriakin sudah masuk ke dalam dan minta di gendong Opa nya.
"Cucu Opa", ucap Opa sambil menggendong dan menciumi seluruh wajah cucunya.
"Hahahaa geli Opa stop gelii hahaha".
"Tumben ceria banget cucu Oma", ada apa sayang?, dapet hadiah apa emang dari Papa ucap Oma.
"Heheee hadiah nya senang banget", ucap Naomi, muka nya terus ber seri-seri membayangkan kakak cantik nya, entah pelet apa yang Dinda kasih ke Naomi, hingga saat ini Naomi masih senyum senyum membayangkan Dinda.
"Sore Ma, Pa", sapa Frans yang baru saja masuk.
"Sore nak ucap Opa".
"Aku ke atas dulu ya, Naomi juga mandi dulu yuk", badan nya kotor bersih bersih dulu. Frans mengajak anaknya bersih bersih terlebih dahulu.
"Oma, Opa Naomi mandi dulu ya", sambil turun dari gendongan Opa.
"Iya sayang", mandi sama mbak Nia ya, ucap Oma.
"Siap Oma".
__ADS_1
Setelah mandi Naomi melanjutak menggambarnya sambil menunggu makan malam, dia juga bercerita ke mbak Nia kalau dia ketemu kakak cantik di kantor Papanya.
Di meja makan.
Opa dan Oma sudah menunggu anak dan cucunya untuk makan malam.
Tak lama bapak dan anak itu turun ke bawah untuk makan malam.
"Oma aku mau makan sayur juga, kata kakak cantik sayur itu enak dan sehat", ucapan Naomi yang sukses membuat 3 oarang di meja makan itu tercengang, bagaimana tidak bahkan setiap di kasih sayur di piring nasi nya, Naomi pasti menangis karena tidak mau makan sayur.
Mereka semua tidak pernah memaksa karena bagi mereka Naomi juga sudah konsumsi vitamin dari sayur dan buah sudah cukup.
"Kakak cantik itu siapa sayang?", ucap Oma penasaran.
"Kakak cantik itu ada di kantor Papa loh Oma", kakak cantik itu baik banget tolongin Naomi juga pas Naomi gak tau jalan ke ruangan Papa tadi siang.
"Sial lagi dan lagi Naomi ngomongin si ceroboh itu", benar benar ada yang gak beres ini, batin Frans.
"Ohh berarti dari tadi ceria banget karena ketemu kakak cantik itu, ucap Opa sambil manggut manggut.
"Iya Opa hehehe".
❤❤❤
__ADS_1
Selamat membaca, jangan lupa like nya ya. Terimakasih🙏🙏🙏