BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
71. Part 71


__ADS_3

Setelah berbelanja mereka memutuskan untuk pulang. Dinda dan Naomi sudah membeli beberapa cemilan es dan yang lainnya juga, Frans yang biasanya tidak betah di tempat umum tidak betah menunggu tapi kali ini dia mengikuti istri dan anaknya tanpa protes.


Bahkan ada segerombolan wanita yang bisik bisik membicarakan suaminya Dinda langsung mendekat menarik Naomi juga.


"Ayo mas, kita udah belanjanya, Dinda langsung menggandeng tangan Frans, seolah memberi tau pada 5 wanita itu bahwa lelaki yang mereka bicarakan itu miliknya. Ayo sayang kita suruh Papa yang bayarin belanjaan kita, mengajak Naomi lagi".


Frans merasa lucu dengan tingkah istrinya, dia tau kalau ada segerombolan wanita itu membicarakan nya dan Frans tidak menyangka kalau reaksi Dinda akan seperti ini padanya.


Frans menarik Dinda menghadiahkan kecupan sayang di kening sang istri lalu berbisik, "Mereka gak ada apa apanya di bandingkan kamu sayang, hati mas milik kamu selamanya".


Bisikan Frans membuat dirinya salting sendiri, pipinya merah. Dinda langsung menggendong Naomi menyembunyikan pipi merahnya di balik anak itu.


"Gemesin banget sih kamu kalau lagi cemburu", mengusap punggung istrinya.


"Cemburu itu apa sih Pa?", tanya Naomi.


"Papa gak boleh di lirik sama perempuan lain, Mama gak ngebolehin Papa dekat sama yang lain".


"Mass, tau ah ngeselin", jangan buka kartu juga kali, dia malu sama Naomi, gerutu Dinda.


"Iya iya Maaf ya".


Sampai kasir Frans membayar semua belanjaan mereka.


Masuk ke dalam mobil langsung menjalankan mobil untuk pulang ke rumah.


"Kenapa mukanya bete begitu, ada yang salah dari mas?", tanya Frans.


"Gak ada hehe, makasih udah bayarin belanjaan aku sama Naomi".

__ADS_1


"Terimakasihnya nanti ya, yang aku bisikan tadi siang", Frans mengerlingkan matanya.


"Apasih mas ah gak jelas deh", Dinda sangat ingat Frans membisikan apa padanya pas siang tadi, sudah panas dingin sendiri membayangkan itu semua.


Naomi anteng dengan cemilan dan tontonnan nya sehingga dia tidak tau apa yang Mama dan Papanya bicarakan, kalau mendengar pasti dia bakalan nanya lagi apa yang Frans bisikan pada Mama nya itu, bisa gawat Frans tidak mungkin bisa menjelaskan nya.


Sampai rumah, Mama Sinta menyambut mereka dengan antusias seolah habis pergi darimana saja, langsung memeluk dan mencium menantunya dengan sayang, menggendong cucunya, mengusap bahu anaknya.


Ayah dan Ibu Dinda juga masih ada di situ mereka juga menyambut anak cucu dan menantunya, Papa Wira hanya tersenyum melihat kehebohan istrinya, sudah lama Mama Sinta tidak se ceria ini, kini menantunya sangat sangat membawa perubahan besar di dalam keluarganya.


"Bersih bersih dulu yuk sayang", ajak Dinda pada sang anak.


Naomi langsung menggandeng tangan Dinda tanpa mengulur waktu lagi, Frans mengikuti anak dan istrinya, dia juga merasa gerah ingin membersihkan badan nya. Bedanya Dinda masuk ke kamar Naomi dan Frans masuk ke kamarnya.


Frans lupa kalau istrinya itu tidak pernah masuk ke dalam kamarnya, habis mandi dia menunggu istrinya di sopa yang ada di kamar itu.


Dinda yang belum biasa dan belum pernah masuk ke dalam kamar Frans dia turun ke bawah menuju kamar yang biasa dia tempati, sampe sana sudah tidak ada baju satupun di dalam lemari yang biasa dia gunakan, peralatan nya pun tidak ada di sana, membuatnya bingung.


"Anu Ma pakaian Dinda ko gak ada satupun di sini ya", bingungnya.


"Kamu ini gimana sih sayang, kamu kan sudah jadi istrinya Frans sudah pasti baju baju kamu ada di kamar Frans lah, kamar dia kan sekarang menjadi kamar kamu juga".


"Gitu ya Ma", bingung Dinda gimana mau masuk kamar suaminya dia belum pernah masuk ke sana.


Melihat menantunya yang ke bingungan Mama Sinta paham dengan itu. "Ayo Mama yang anterin kesana".


Sampai sana Mama Sinta tanpa mengetuk pintu lagi, dia gak paham sama anak nya juga bukannya ngajak istri ini malah diam diam saja di kamarnya.


"Kamu ini istri kebingungan di biarkan saja", marah Mama Sinta.

__ADS_1


"Hahh maksudnya apa Ma?", tanya Frans dengan bingung.


"Istri kamu kebingungan mau masuk kamar kamu, dia belum pernah masuk ke sini, kenapa kamu membiarkannya saja".


"Ya Allah Maaf sayang, aku lupa kalau kamu belum pernah masuk ke sini, pantas dari tadi aku nungguin di sini kamu gak datang datang".


"Punya istri lupa, sekali lagi kamu kaya gitu Mama bakal suruh Dinda tinggalin kamu, suami macam apa yang lupa sama istrinya. Udah Mama mau ke bawah lagi. Dinda baju kamu semua sudah di pindahin ke sini sayang ada di lemarinya Frans ya". Mama Sinta menutup pintu kamar anak nya turun ke bawah.


"Ya Allah sayang Maaf ya, pantas saja dari tadi sudah aku tungguin kamu gak datang datang aku kira kamu masih ada di kamar Naomi", Frans memeluk istrinya dia merasa bersalah.


"Gak apa apa mas, aku bau belum mandi", ucap Dinda.


"Kamu tetap wangi sayang gak ada bau baunya", Frans malah membuka kerudung yang di pakai istrinya, mencium leher istrinya di sertai pemberian tanda di sana.


"Mas akh, aku mau mandi gerah".


"Mandi bareng yuk sayang".


"Kamu kan udah mandi masa mau mandi lagi".


"Gak apa apa sayang, mandi bareng ya", pinta Frans.


"Gak mau ah, aku mau mandi sendiri mas, lepas ya plissss", Dinda memohon.


Akhirnya mau tak mau Frans melepaskan istrinya, masih ada waktu malam pikir Frans sambil senyum senyum sendiri.



__ADS_1



❤❤❤ Happy reading😘


__ADS_2