BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
27. Part 27


__ADS_3

Frans melajukan mobilnya dengan perlahan, setelah 25 menit akhirnya sampai ke tempat tujuannya.


Frans memilih menunggu di depan sekolah Naomi, dia melihat jam yang ada di tangannya masih ada waktu 1 jam untuk menunggu sang anak keluar kelas nya.


Rencana Frans hari ini mengajak jalan Naomi untuk memilih kado apa yang Naomi mau.


Frans menyandarkan punggungnya, menurunkan sedikit jok mobil nya, agar lebih nyaman saat menunggu sang anak keluar dari sekolah nya.


Sambil mengecek email yang di kirimkan Rio.


Setelah 1 jam menunggu akhirnya satu persatu anak anak keluar dari gerbang sekolah, dengan di gandeng ibu atau ayah nya bahkan baby sitter nya.


Frans turun dari mobil untuk menjemput sang anak, karena jika bukan orang tua atau keluarga yang belum di kenalkan ke gurunya langsung, maka anak tersebut tidak akan bisa keluar dari area sekolah.


Frans yang baru sekali menjemput Naomi masuk ke halaman sekolah nya, banyak sekali bisik bisik ibu ibu.


Maklum liat yang bening mah ibu ibu juga doyan hehehe


Banyak yang menyapa bahkan ada yang mengajak kenalan juga, namun Frans ya tetap Frans si kulkas 5 pintu berjalan, si singa berwajah manusia.


Frans tetap berjalan tanpa menghirawkan ibu ibu yang riuh menyapa dan mengajaknya berkenalan, berjalan dengan khas gaya cool nya melewati ibu ibu itu.


Naomi yang melihat Papanya dia langsung pamit pada Miss nya.


"Miss Naomi pamit ya, ada Papa sudah jemput", sambil menunjuk sanga Papa.


"Iya Naomi hati hati ya", ucap Miss Icha.


"Bayy Miss", Naomi melambaikan tangannya, dan di balas dengan lambayan tangan serta senyuman dari gurunya itu.

__ADS_1


"Haii sayang, Frans menyambut anak nya", lalu mengabil tas yang ada di punggung Naomi.


Frans sangat sangat menyayangi Naomi, hanya saja caranya menyampaikan, mengungkapkan dan memperlakukan beda dari yang lain.


"Hai Pa, Naomi kira pak Herman yang akan jemput kesini", tidak bisa di pungkiri Naomi sangat sangat senang kali ini Frans menyempatkan waktu untuk menjemputnya sekolah.


"Hei kan Papa sudah janji sama kamu", apa kamu tidak senang kalau Papa yang jemput?", tanya Fran pada Naomi.


"Sangat sangat senang banget malah Pa", Naomi menyengir menampakan gigi susu yang sudah mulai rintok/ompong.


Jangan di tanya lagi ibu ibu yang dari tadi sengaja menunggu untuk melihat Frans keluar lagi, semakin riuh karena melihat Frans yang menggendong Naomi.


Hot Daddy banget gak tuh, ucap si A


Lah andai laki gue kaya gitu, ucap si b


Semoga kelak gue ngedapetin laki yang model kaya begini, do'a si embak.


Dan maaih banyak yang lain lagi.


Naomi dan Frans masuk ke mobil, Frans bertanya pada Naomi apa yang nau di beli, mau jalan kemana?.


Hari ini khusus untuk Naomi.


Perasaan Naomi sangat senang karena Papa nya itu mau meluangkan waktu untuk nya, meninggalkan pekerjaan demi dirinya.


Namun rasanya ada yang mengganjal dalam hati Naomi, sehingga perlahan senyum itu memudar.


Aku rindu sama kakak cantik sangat sangat merindukan nya.

__ADS_1


Naomi menunduk untuk menyembunyikan raut wajah sedih nya.


Kakakk aku rindu kakakk, batin Naomi.


Frans yang sesekali melirik Naomi, kenapa, ada apa dengan anak ini, batin Frans.


Tadi terlihat sangat senang tapi sekarang begitu terlihat sedih muka nya.


Frans menepikan mobilnya, duduk menghadap pada sang anak. Sambil membatin SABAR FRANS SABARRRR ini anak lu, jadi lu harus sabar menghadapinya dan harus tau apa mau nya. batin Frans.


Setelah mengambil dan membuang napas secara perlahan akhirnya Frans pun bertanya pada sang anak dengan pelan dan hati hati.


"Ada apa sayang, kamu mau apa?, apa ada yang menyakitimu, ayo bilang ke Papa", bicara Frans sangat lembut sekali, kali ininah tidak seperti biasanya yang bicara langsung terlihat urat urat lehernya.


"Papa tidak akan marah sama aku kan Pa, kalau aku jujur", mata Naomi sudah berkaca kaca.


"Tidak sayang, ayo bicara ada apa?", jiwa Frans sudah meronta ronta ingin sekali dia berteriak, namun kesadaran nya masih penuh.


"Beneran Papa tidak akan marah kan Pa?, Janji". Naomi memastikan raut wajah Frans.


"Janji sayang ayo cerita, kamuu kenapa?".


"Kangen kakak cantik huwaaaa Naomi mengangis sesegukan.


Frans dibuat melongo dengan sikap anak nya itu.


❤❤❤


Selamat membaca, jangan lupa like nya. Terimakasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2