
Oma yang melihat dengan secara langsung bagaimana perlakuan Dinda terhadap Naomi sangat terharu.
Setelah makan Naomi tidur siang dengan di temani Dinda.
"Kakak jangan pulang temenin aku aja di sini", anak itu terlihat sedih.
"Naomi kan kakak besok harus kerja, kakak pulang dulu ya kapan kapan kita main lagi".
Naomi memeluk guling dan meneteskan air matanya, dia sangat sedih baru setengah hari rasanya hidup dia mempunyai warna.
Bocah 5 tahun itu merasa setengah harinya ini sangat penuh warna, bahagia, makan di suapin di temani main di temani tidur siang.
" Naomi marah sama kakak?".
Anak itu hanya diam saja sambil memeluk gulingnya, air matanya juga mengalir terus.
Dinda dibuat kebingungan sendiri, ingin rasanya dia teriak, prustasi dari tadi membujuk anak itu bahwa dirinya akan pulang setelah Naomi tidur siang.
Namun sudah jam 2 siang Naomi masih saja membuka matanya itu.
"Kalau kakak masih di cuekin, kakak ngajak ngomong juga gak di jawab, kakak mau pulang sekarang juga", Dinda berdiri dari duduknya.
Baru melangkah 3 langkah sudah di peluk dari belakang, dengan badan bergetar Naomi memeluk Dinda dengan erat.
Dinda juga sebenarnya tidak tega meninggalkan anak itu, entahlah dia juga bingung dengan perasaannya sendiri.
Di balikannya badan Dinda menghadap Naomi hidung anak itu sudah merah, mata merah raut wajahnya sangat menyedihkan.
Dinda merengkuh Naomi kedalam pelukannya di elusnya punggung anak itu dengan sayang.
"Sudah ya jangan menangis kakak jadi sedih kalau liat Naomi kaya gini", tak kuasa menahan tangis Dinda pun menangis.
Naomi hanya mengangguk pelukannya masih sangat erat seakan tak mau lepas.
__ADS_1
"Naomi nanti kita main lagi ya sayang, kakak janji akan menyempatkan waktu untuk main sama kamu lagi".
Kakak pulang karena besok kakak harus kerja, kakak harus membiyayai hidup kakak dan kedua orang tua kakak di kampung.
"Kakak janji akan main lagi nanti ya".
"Iya sayang kakak janji, besok kan Naomi juga sekolah, sekolah yang pinter ya, nurut sama Papa, Oma dan Opa".
"Iya kak".
"Nah anak cantik, udah jangan nangis lagi, sekarang bobo ya kakak temenin, habis itu kakak pulang, Naomi ngerti kan".
Naomi hanya mengangguk, naik ke tempat tidur dan memeluk gulingnya lagi. Setelah 10 menit Dinda mengusap ngusap tangan Naomi akhirnya anak itu pulas juga tidurnya.
Dinda menyelimuti Naomi lalu di kecupnya anak itu dengan sayang, akkhhhh berasa ke anak sendiri batin Dinda menjerit lalu tersenyum.
Tanpa Dinda tau ternyata ada yang memperhatikan mereka dari tadi.
Saat sampai ke depan pintu kamar Naomi yang kurang rapat menutupnya dia bisa melihat semuanya. Bahagia sedih bersyukur itulah yang dirasakan Oma Sinta sekarang.
Setelah melihat Dinda akan keluar buru buru Oma Sinta turun tangga agar Dinda tidak curiga padanya.
Oma Sinta menuruni tangga dengan menyeka air matanya.
Dinda menuruni tangga melihat sekeliling tangga di rumah itu rasanya dia sedang bermimpi. Namun mengingat dengan ancaman Frans tadi rasanya dia geram sendiri.
Frans selalu menuduhnya yang tidak tidak tapi kali ini dia melawan manusia kulkas itu.
Masih terngiang ngian ucapan Frans tadi setelah makan siang saat mereka masih di meja makan berdua.
Ucapan Frans yang begitu menghujam jantungnya.
Padahal Dinda juga bermimpipun tidak untuk menjadi istrinya manusia serigala, yang berwajah manusia dengan muka datar dan dingin bak es balok itu.
__ADS_1
Dinda sambil menuruni tangga sambil menggerutu. Dia pikir dia paling keren paling tampan kali dih, kalau paling kaya sih iya. Tapi malas banget deh kalau punya suami macam dia yang ada tiap hari makan hati terus. Cerocos Dinda.
Tidak tau dia kalau yang di dumelin itu ada di belakangnya.
"Bagus dasarnya juga harus sadar diri", ucap Frans dengan sedikit tekanan di setiap kalimatnya.
Bak di sambar petir Dinda, sumpah demi apa dia kaget banget, bisa bisanya tuh orang ada di belakangnya sejak kapan, pikir Dinda, ko tidak terdengar langkah kakinya.
setelah sampai lantai bawah Dinda dengan cepat menuju Oma Sinta untuk pamit.
"Oma Dinda pamit pulang ya, terimakasih untuk makan siang da cemilannya", ucap Dinda.
"Iya sayang sama sama, Oma yang harus terimakasih sama kamu, terimakasih karena telah menyayangi Naomi".
Kamu pulang di antar Frans ya, Rio tadi sudah pulang duluan karena dia lagi ada kerjaan katanya.
"Tiii...tidak Oma aku pulang sendiri saja, aku akan pesan ojek online", ucap Dinda.
"Tidak pokoknya kamu harus pulang di antar Frans, kamu harus sampai dengan selamat ke kontrakan kamu sayang Oma tidak mau ada penolakan dari kamu dan Frans", Oma Sinta mulai sedikit mengeluarkan taringnya.
"Iya Ma, aku akan mengantar wanita ceroboh ini dengan selamat sampai kontrakannya".
"Oke, bawa ini sayang buat cemilan nanti di kontrakan ya", Oma Sinta memberikan cemilan kepada Dinda.
Sebelum Dinda mengucapkan terimakasih pada Oma, dia suda di tarik oleh Frans.
"Lama. Cepat kau menghabiskan waktuku saja", ucap Frans.
❤❤❤
terus dukung Utor yang lagi belajar ini ya, maaf kalau ceritanya masih aur auran...
Terimakasih🙏🙏🙏
__ADS_1