BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
15. Part 15


__ADS_3

Aku tidak boleh lemah, aku harus kuat, kerja yang benar aja Din semangattt, Dinda menyemangati diri sendiri.


Setelah tenang Dinda melanjutkan pekerjaan nya lagi.


"Dinda darimana aja sih, aku cariin dari tadi muter gak ketemu ketemu". Lusi pun mengajak Dinda untuk duduk sebentar, sambil memberikan air minum, karena Lusi melihat Dinda berkeringet tidak seperti biasa nya.


"Kamu kenapa? apa kamu sakit Din", Lusi menempelkan punggung tangan nya ke dahi Dinda, mengecek suhu, Ya Allah Dinda kamu demam, kini Lusi panik bukan main.


"Aku tidak apa apa Lus", Istirahat sebentar juga udah pasti sembuh.


"Gak gak, tar aku ambil obat dulu ya, kamu di sini dulu, apa kamu sudah makan Din?".


"Dinda hanya mengelengkan kepala nya saja".


"Kamu ini kenapa tadi pas jam istirahat tidak makan sih Din". Yaudah tunggu di sini aku akan beli makan dulu ke kantin, terus ambil obat, ucap Lusi.


"Dinda hanya menganggukan kepala saja".


Frans yang baru saja kembali dari luar sehabis meeting. Tiba tiba dia melihat dinda yang sedang duduk.

__ADS_1


"Kerja apa kau mau makan gaji buta", ucal Frans dengan tanpa perasaan.


Karena dinda takut akan omongan yang baru saja Frans ucapkan, Dinda takut di pecat.


Akhirnya dia berjalan namun belum ada 3 meter Dinda sudah pingsan.


Cih pura pura pingsan agar apa coba, agar aku merasa kasihan padanya, dasar karyawan tak berguna, decihan Frans.


"Ya Allah Dindaaaaaa", teriak Lusi, Din ayo bangun gak lucu tau Din bangunnnn Lusi sudah menangis sesegukan.


Pak tolonggg, tolong teman saya dia sedang sakit, Lusi terus saja menangis melihat bos nya yang tidak bergeming sama sekali.


Tolonggggg Tolonggggg Lusi yang berteriak meminta tolong, karena bos nya itu tidak punya hati ada juga tidak berguna karena tidak membantunya.


Akhirnya beberapa karyawan pada keluar dari ruangan nya dan membantu Lusi untuk membawa Dinda ke kelinik sebelah kantor nya.


Lusi yang melewati Frans menatap sinis ke bos nya yang tidak punya perasaan sama sekali itu. Entah keberanian dari mana dia bisa bisanya menatap sengit ke serigala berwajah manusia itu.


"Saya kira bapak punya perasaan, setidaknya punya empati terhadap karyawan sendiri, meski kami dan bapak sangat berbeda jauh kasta nya bak langit dan bumi".

__ADS_1


"Ternyata saya salah menilai bapak, kecewa saya mempunyai bos yang tidak punya hati nurani tidak seperti pak WIRA, Lusi yang menekan dan menegaskan nama pak Wira dengan suara sedikit meninggi.


Setelah itu Lusi langsung berlari mengejar Dinda yang sudah di bawa ke kelinik.


Apa katanya tadi, kukira dia pura pura pingsang, ku kira dia hanya membohongi aku.


Cek sudah lah apa pedulinya aku, terserah mau pingsan mau sakit masabodo.


Frans berjalan menuju ruangan nya dengan sedikit gamang hati dan ucapannya bertolak belakang.


Huwhh Frans membuang napasnya dengan kasar, lalu dia melanjutkan pekerjaan nya lagi. Namun sama sekali dia tidak bisa pokus, karena hatinya sedikit merasa bersalah. Tetapi masih tetap bersikukuh Frans menolak hatinya yang ngambang itu.


Ahhh apa hebatnya gadis itu, Pikir Frans.


Anaknya juga yang tidak biasa merengek ingin ikut ke kantor, berbeda dengan tadi pagi ada derama menangis juga karena ingin ikut Frans ke kantor, mau ketemu kakak cantik.


❤❤❤


Jangan lupa like nya ya teman teman. Terimakasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2