BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
20. Part 20


__ADS_3

Sampai malam tiba Naomi masih belum keluar dari kamar nya, Oma dan Opa pun bingung kenapa ada apa dengan anak itu, tidak seperti biasanya dia mengurung diri.


Frans baru saja pulang dari kantor nya dengan wajah lesu, karena capek dia kali ini berkali kali lipat.


"Selamat malam Ma malam Pa"


"Malam nak, ucap Mama, Iya malam ucap Papa".


"Naomi kemana ma?", Frans menanyakan anak nya.


"Dari tadi siang dia mengurung diri di kamar nya Frans, ada apa, apa kamu memarahi nya?".


Mama bertanya dengan sangat hati hati, dia melihat wajah anaknya sangat kusut hari ini tidak seperti biasanya.


"Iya Ma, nanti aku mandi dulu ma setelah itu baru akan membujuk nya", sebenarnya hati Frans sedikit ter sentil mendapati anak nya seperti itu.


"Iya mandi dulu lah sana, ingat bujuk nya dengan memberi pengertian dan jangam membentak ya.


Mama sangat tau dengan sipat anak nya, yang sangat minim kesabaran.


"Iya ma".


Frans menuju kamar nya, menoleh ke pintu kamar anak nya.


Lalu dia masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri, mendinginkan otak dengan mandi air dingin.

__ADS_1


Setelah mandi dan berpakaian Frans mengetuk pintu anak nya, untuk mengajak makan, karena ini sudah waktunya makan malam.


Tok tok tok Frans mengetuk pintu Naomi.


"Naomi buka pintunya ini Papa".


"Buka saja Pa, pintunya tidak di kunci ko".


Frans membuka pintu, lalu masuk melihat anak nya sedang duduk di meja belajar, lalu dia mendekati Naomi melihat apa yang di kerjakan anak itu.


"Kamu sedang menggambar?", kenapa kata Oma kamu gak keluar-keluar kamar dan mengurung diri, dari tadi siang?.


"Iya Pa, aku hanya ingin menyelesaikan tugasku untuk besok".


Maafkan aku berbohong Pa, aku hanya ingin sendiri batin Naomi.


Naomi takut di sentak lagi oleh Papanya.


Anak umur 5 tahun kurang 5 hari itu sangat takut dengan Papanya, meskipun kadang dia manja, tapi manjanya masih batas wajar.


"Yaudah ayo makan malam dulu, nanti lanjut lagi menggambar nya".


"Iya Pa, Naomi membereskan buku bukunya", lalu turun dari kursinya, biasanya minta di gendong namun kali ini tidak.


"Mau Papa gendong", tawar Frans namun hanya di tanggapi gelengan oleh Naomi.

__ADS_1


"Tidak Pa, aku sudah gede harus mandiri".


Ucapan anak itu sukses menyentil hati Papanya.


Bapak dan anak itu menuruni anak tangga namun saling diam saja tidak seperti biasanya, biasanya Naomi akan banyak bercerita di gendongan Papanya itu.


Sampai di meja makan Naomi menyapa Oma Opa nya lalu dia duduk dengan tenang di kursinya.


"Selamat makan Papa, makan Oma, makan Opa", hanya itu yang keluar dari mulut Naomi, yang biasanya di meja makan riuh dengan cerita cerita Naomi tentang keseharian nya ngapain saja apa saja yang di lakukan pasti di ceritakan.


Sampai makan selesai Naomi ijin untuk masuk lagi ke kamar nya, dengan alasan tugas gambar nya belum selesai.


"Papa, Oma , Opa. Naomi ke kamar lagi ya", tugas gambar Naomi belum selesai besok sudah harus di bawa ucap nya.


Oma sama Opa nya hanya saling tatap lalu mengangguk.


Setelah Naomi pergi ke kamarnya, Mama bertanya pada Frans.


"Frans ada apa dengannya, dia tidak seperti biasanya?".


"Tidak ada apa apa Ma, dia hanya bilang ingin mandiri".


"Yaudah kalau gitu, Mama harap kmau memang baik baik saja sama dia nak", ingat Frans jangan terlalu keras mendidik nya, dia masih kecil dia anak perempuan, yang membutuhkan di manja olehmu.


"Iya ma", hanya itu yang keluar dari mulut Frans, lalu dia bangkit dan pamit untuk ke kamarnya.

__ADS_1


❤❤❤


Jangan lupa like nya, Terimakasih


__ADS_2