BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
87.


__ADS_3

Pulang dari rumah sakit Frans tidak ke kantor lagi, untuk hari ini semua pekerjaan di serahkan ke Rio dan jika ada yang sangat penting dia menyuruh untuk di antarkan ke rumah saja.


"Sayang kamu ada mau makan apa gitu?", tanya Frans sebab kalau orang ngidam katanya suka minta makannan yang aneh aneh, dalam hatinya.


"Nggak mas aku gak ngerasain apa apa dan gak mau apa apa".


"Kalau mau apa aja langsung bilang mas ya", Frans mencium bibir istrinya, sebab mereka sedang berada di kamar.


"Iya pasti, Dinda tersenyum. Kamu gak ke kantor lagi beneran?", tanya Dinda.


"Ngga hari ini aku mau nemenin kamu aja di rumah, takutnya kamu mau apa apa susah sayang".


"Ya Allah mas, aku bukan orang sakit yang gak bisa gerak dan gak bisa ngomong", Dinda menggeleng, suaminya itu sangat berlebihan turun dari mobil langsung di gendong mau ke kamar mandi aja di gendong.


"Ya kalau ada aku di rumah lebih gampang dong sayang".


"Yaudah ah terserah, kamu emang naeh".


"Ini namanya suami siaga Dinda Mahendra Wiguna".


"Heh dengar ya Bapak Frans Wiguna yang terhormat, aku bukan orang lumpuh atau setruk atau apalah, aku bisa jalan aku bisa bicara bahkan teriak juga aku bisa lo ya".


"Iya tau, sini sayang tiduran yuk".


"Ngapain tiduran badan pegel tau".


Ya Allah Frans sudah membatin sendiri, dulu pas Mamanya Naomi mengandung Naomi sungguh membuatnya pusing 7 keliling, semua ini itu minta di turutin dengan alasan ngidam, sampai sampai dia ke luar negri selama sebulan demi menghindar dari semua permintaan wanita itu, ini kenapa Dinda nya galak banget padahal dia yang mau nemennin dan nurutin semua kemauna wanita ini.

__ADS_1


"Ck suaminya minta di peluk juga susah banget", Frans malah memeluk guling menyembunyikan wajahnya.


"Ya Allah kenapa sih mas aneh deh", Dinda terpaksa merangkak naik ke tempat tidur dan memeluk lelaki itu.


Frana terkekeh geli dalam hatinya, rajukannya membuahkan hasil, mumpung gak ada Naomi dia bisa bermanja manja pada istrinya.


"Kenapa senyum senyum lagi", ucao Dinda melihat senyuman yang begitu merkah di wajah suaminya.


"Bahagia aja bisa manja sama istri, kapan lagi bisa di peluk siang siang kaya gini tanpa ada yang merecokan", Frans masih dengan senyuman merkahnya.


"Dih yang recokin anak nya sendiri pak ya kalau lupa sih".


"Satu aja udah nguasain kamu banget lo sayang, apalagi kalau 4 atau 5 ya bisa bisa mas gak bisa peluk kamu juga", keluhnya.


"Nanti sudah pada gede mah gak bakalan kaya gitu mas".


Ehhh ni orang kenapa tidur ya, ini kan baru jam 10 pagi, Ya Allah lagi ngobrol tidur hahaa dasar bapak bapak baru 5 menit udah ngedengkur.


Setelah memindahkan tangan Frans ke guling dan membenarkan posisi tidur suaminya Dinda sampai pelan pelan turun juga seperti mau meninggalkan anak bayi, turun ke bawah karena menurutnya tiduran terus itu hanya akan membuat badan pegal.


"Ma, bikin apa?", Dinda masuk ke dapur.


"Ehh sayang bukannya istirahat saja di kamar, Frans ke kantor lagi nak?, Mama mau bikin jus", tanya Mama Sinta.


"Ya Allah Ma, Dinda kan gak sakit gak apa apa, pegel juga kalau tiduran terus, mana ada ke kantor malah asik ngorok dia", Dinda terkekeh.


"Sejak kapan tuh anak bisa tidur siang", heran Mama Sinta.

__ADS_1


"Gak tau Ma padahal lagi ngobrol belum ada 5 menit udah ngorok".


"Hahaaa aneh banget bahkan pas kecil juga susah di suruh tidur siang, ini sudah mau punya dua anak malah tidur pagi bukan siang lagi".


"Hahahaa biarin aja Ma biasanya kan lupa tidur karena kerja".


"Iya sayang, kamu mau makan apa atau mau bikin apa?".


"Mau ambil cemilan sama minum ini aja Ma buat nemenin yang lagi tidur hahahaa".


"Yaudah nanti kalau mau apa apa bilang aja ya jangan di kerjain sendiri sayang", Mama Sinta mengelus punggung dan kepala menantunya dengan sayang.


"Oke Ma, Dinda ke atas lagi ya", dia memberikan senyuman manis pada mertuanya.


"Iya sayang hati hati ya", Mama Sinta memperhatikan menantunya yang sedang menaiki tangga sampai terlihat Dinda masuk ke dalam kamar.


Ya Allah mau punya cucu lagi Masya Allah ternyata se senang ini, daripada di belikan tas Hermes sama di belikan Diamond lebih seneng mau nambah cucu hahahaa, Mama Sinta cekikikan sendiri. Oh astagfirulloh lupa belum ngabarin besan kalau mau punya cucu duh Ya Allah harus tlpon ini harus, langsung keluar dari dapur sampai tergesa gesa karena mau menlpon besan nya.


.


.


.


❤❤❤ Happy reading 😘😘😘


Pak Frans makin tua makin menjadi manjanya.

__ADS_1


__ADS_2