BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
53. Part 53


__ADS_3

Selesai makan mereka harus besiap siap untuk pulang lagi ke jakarta.


Membawa mobil 2 ada gunanya juga ternyata, hampir 1 mobil penuh oleh oleh dari kampung pisang, singkong, sayur sayuran makannan khas kampung lainnya juga, meskipun mereka orang kaya namun tidak anti dengan makannan makannan seperti itu malah lebih ke bisa di bilang doyan.


Senyum Mama Sinta mengembang melihat itu semua, walawpun dia tidak terlalu pandai dalam segi memasak, ada bibi yang bisa mengolah semuanya pikir dia.


"Duhh Bu Ranti, saya kesini bukannya ngasih malah membawa semua yang ada di sini ya", ucap Mama Sinta sambil terkekeh.


"Tidak Bu Sinta, kalau harus bayar bayaran bawaan bu Sinta dari sana tidak ada bandingnya dengan dari sini", ucap Bu Ranti lagi. Duh dua calon besan itu sudah akrab saja.


Naomi juga sudah mau di gendong sama Ayahnya Dinda, bahkan sudah memanggil Kakek nenek juga ke orang tuanya, bahagia yang di rasakan Dinda, namun masih ada setitik ketakutan dalam diri Dinda, pernah di perlakukan buruk oleh orang kaya, cintanya pernah di hianati, itulah yang membuat Dinda masih saja merasakan takut takut.


Setelah pamitan dan mengucapkan Terimakasih kepada keluarga Dinda dan warga di sana, mereka pulang ke Jakarta lagi, waktu sudah sore juga sudah pasti sampai rumah malam.


"Bahagia amat mukanya pak", Rio meledek Frans.


"Iyalah emang elu yang masih saja jomblo", sindir Frans lagi.


"Lu sendiri bang yang selalu ngasih gue kerjaan numpuk", elak Rio.


"Alasan saja, ngomong kalau gak laku laku".

__ADS_1


"Kakak ipar bang Rio tuh jahat", adunya pada Dinda.


"Udah tua juga demen amat ribut", Dinda menggelengkan kepala.


"Rio tuh yang duluan sayang, giliran di sentil balik minta bantuan orang".


"Dirinya yang lebih tua harusnya jangan cepet terpancing candaan adiknya sendiri, sensitif amat", ucap Dinda lagi.


"Iya iya Maaf sayang".


"Minta Maaf sama yang udah di bikin sakit kupingnya karena gara gara pertengkaran gak jelas".


Papa Wira dan Mama Sinta tidak bisa menahan tawa nya. Baru juga suara yang Dinda keluarkan sudah membuat dua anaknya itu diam tidak berkutik, tawa mereka berdua pecah, sopir hanya mesem mesem aja, takut di amuk Frans nantinya kalau dia mengeluarkan suara.


Setelah puas tertawa merekan duduk diam lagi menikmati perjalannan. Muka Frans masih masam saja.


Karena mereka duduk di kursi bagian belakang.


Dinda juga lama lama terkekeh sendiri melihat muka masam Frans, tidak begitu kencang hanya mereka berdua yang dengar. Suara musik dalam mobil itu juga lumayan dapat menyamarkan suara mereka.


"Kenapa ketawa", tanya Frans sambil menoleh pada Dinda.

__ADS_1


"Lucu muka udah tua di gitu gituin", ucap Dinda.


"Sayang aku marah ni ya, masih muda juga di bilang tua terus", gerutu Frans.


"Habisnya cepet banget terpancing emosi, marah marah terus lagi jadi nambah cepet tua nantinya".


"Sayang jangan bikin aku marah ya, takut terpancing emosiku, habis kamu aku cium nantinya", bisik Frans.


Mendengar itu Dinda menggeridik sendiri, namun dia pura pura berani dan tidak takut dengan ancaman Frans.


"Kalau bisa, jangan harap nantinya bakalan dapat lagi", ancam Dinda lagi, padahal dalam hatinya takut bukan main.


"Iya sayang iya aku ngaku kalah deh", membawa tangan Dinda yang satunya lagi di genggam dengan erat.


Amannn Ya Allah, bisa bisanya aku berani pada singa berwajah manusia ini, duhh ngeri juga kalau mengingat bagaimana dia kalau lagi marah, batin Dinda lalu menggeridik ngeri sendiri.


setelah perdebatan perdebatan yang ada dalam mobil itu Dinda ikut tertidur juga menyusul Naomi yang sudah dari 1 jam yang lalu tertidur.


Tidur aja cantik kmu tuh Din akhhhh istriku cakep banget ternyata. Frans terus saja memperhatikan Dinda yang sedang tertidur. Bibirnya pengeng banget gue rasain lagi tapi takut ngamuk takut ketauan sama orangnya. Ampun tahan Frans tahan 2 minggu lagi lu bakalan rasain semuanya yang ada dalam diri dia, Frans berperang dengan hati dan hasratnya sendiri.


*Karma lu Frans mangkanya rasain tuh bucin kan, kemarin kemarin aja anak orang dengan tidak berperasaan di dorong di bentak. Sekarang baru keluar suaranya aja sudah tunduk kau, huwhhh laki macam apaan lu Frans.

__ADS_1


❤❤❤*


Selamat membaca, jangan lupa like ya heheheee Terimakasih🙏🙏🙏


__ADS_2