
Sudah duduk di kursi Ijab Kabul, wali dari pihak perempuan pun sudah ada, semakin membuat Frans berkeringat, Ya Allah Ya Allah, batin Frans menjerit gugup dan tegang banget dia.
Gemaan Sholawat dari tadi sudah memenuhi ruangan itu dan lantunan ayat suci Al-quran juga sangat menggema di gedung itu.
"Sudah siap kita semua, pak Frans siap ya", tanya penghulu.
"Huwhh, Frans menghembuskan napas. Siap pak", jawab Frans.
"Jangan terlalu gugup Pak Frans ini sudah mau yang kedua kalinya kan, santai saja minum dulu, ambil napas lalu buang pelan pelan".
Papa Wira menepuk pundak anaknya menyalurkan kekuatan, Frans mengangguk melihat Papa Wira.
Mari kita mulai ya. Pak Penghulu memulai akad itu, dan dengan sekali tarikan nafas Frans lancar mengucapkan Ijab Kabul di sambut dengan suara SAH dari para saksi juga tamu undangan.
Gemetaran rasanya badan Frans, sekarang dia sudah menikah dengan wanita yang sangat sangat dia cintai, wanita cantik yang memiliki senyuman manis.
Dinda juga di kamar tak kalah terharunya, menyaksikan dalam vidio, sekarang dia sudah sah menjadi seorang istri sekaligus menjadi seorang ibu.
Dinda keluar dari lift dengan di apit oleh Ibu Ranti dan kak Salma menuju Frans yang sudah menunggunya di kursi Ijab Kabul tadi.
Disana juga ada Lusi dan Ojan yang merupakan sahabatnya Dinda, mereka terharu melihat sahabatnya kini sudah menikah bahkan menikah dengan bos nya.
Frans melihat istrinya tanpa berkedip, ya sekarang Dinda sudah sah menjadi istrinya walawpun blm ada 5 menit.
Frans berdiri dari duduknya menyambut sang pujaan hati yang hanya beberapa langkah lagi menuju dirinya, senyum Frans mengembang.
Setelah menandatangani buku nikah dan lain lainnya. Dinda mencium tangan suaminya dan Frans mengecup kening Dinda dengan mesra.
__ADS_1
"Sayang kamu cantik banget", bisik Frans.
Sukses dapat tabokan manjah dari Dinda, dia merasa malu wajahnya sudah meronah sangat terlihat karena make up Dinda tidak berlebihan sangat tipis hanya polesan saja, namun sangat sukses membuatnya cantik.
Mereka menyalami tamu undangan yang hadir di acara akad itu.
"Din sumpah rasanya seperti mimpi", Lusi memeluk Dinda dengan erat.
"Iya Lus, aku juga merasa ini seperti mimpi".
Dua wanita itu sangat lama berpelukan karena mereka hampir 1 bulan tidak bertemu, hanya bertukar kabar lewat ponsel saja. Setelah beberapa saat barulah mereka mengurai pelukan itu, Frans membiarkan saja karena Lusi seorang wanita dan juga teman dekat istrinya.
"Bu Dinda selamat ya", ucap Ojan. sukses mendapat tatapan tajam dari Dinda.
"Ehhh iya ya Jan, lupa aku kalau dia sekarang sudah jadi bos kita juga, hahaha", tawa Lusi.
"Mereka gak salah sayang, sekarang harus di biasakan", Frans mengelus punggung Dinda dengan lembut.
"Ya tetep aja gak mau, masa sama temen juga di panggil Ibu yang bener aja".
"Ya harus biasa dan membiasakan diri dong Din, kamu yang kemarin kemarin dan sekarang itu beda banget secara apapun", terang Lusi.
"Serah kalian, aku Do'ain kalian berjodoh", ucap Dinda saking sebalnya.
Namun malah di Aamiin kan oleh Lusi dan Ojan, membuat Dinda tambah mendelik. "Kalian berdua jelaskan nanti sama aku", ucap Dinda, dia merasa ada yang di tutupi oleh dua sahabatnya itu.
"Siap Bu Bos", ucap Lusi sambil hormat.
__ADS_1
Setelah melalui perdebatan perdebatan kecil, foto keluarga dan foto dengan tamu undangan yang hadir, akhirnya Frans dan Dinda bisa istirahat mereka punya waktu kurang lebih 2 jam untuk istirahat sebelum nanti lanjut resepsi.
Masuk ke dalam kamar hotel itu, pas dia keluar tadi kamarnya itu seperti kamar pada umumnya, kenapa sekarang penuh sekali dengan bunga bunga, pikir Dinda bingung sendiri.
"Sayang", Frans memeluk Dinda dari belakang menelusupkan kepalanya kedalam kerudung yang Dinda pakai.
Perlakuan Frans sekarang membuat Dinda merinding. Setelah beberapa saat Frans mengecup leher Dinda, membuat Dinda mengaduh kesakitan. Frans membalikan badan Dinda agar menghadap padanya. Memandang Dinda beberapa saat, tangannya terulur mengusap bibir Dinda.
"Sayang kamu sekarang sudah menjadi milikku seutuhnya", ucap Frans dengan tangan satunya merangkul pinggang Dinda merappatkan tubuhnya dan tangan satunya lagi masih setia mengelus bibir Dinda.
Badan Dinda gemeteran di tatap dengan penuh damba oleh Frans. Baru saja Frans mau mendekatkan wajahnya hanya beberapa senti lagi untuk menyatu dengan wajah Dinda.
Suara bell dan ketukan pintu dari luar terdengar beberapa kali.
Bang**** Frans mengumpat geram, siapa yang menggagalkan rencana nya yang sudah lama dia tunggu tunggu selama ini..
•
•
•
Maaf ya Frans Utor gagalkan dulu hehee
❤❤❤
Selamat membaca😊 jangan lupa like ya😘 Terimakaih🙏🙏🙏
__ADS_1