BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
39. Part 39


__ADS_3

Tepat jam 7 malam. Dua gadis itu beriringan menuju pasar malam. Sambil sesekali bercanda di dalam perjalannan.


Dinda dan Lusi mengelilingi pasar malam, yang di belinya hanya cilok dan es jeruk doang.


"Din serius nih kita dari tadi muter muter yang di beli cuma cilok sam es jeruk doang", ucap Lusi.


"Ya mau apalagi perasaan gak ada yang nyantol ke hati deh".


"Iya juga ya, duduk aja yuk udah pegel ni kaki".


"Yaudah kita mau duduk dimana?".


"Pinggir sana aja yuk, sekalian kita nanti langsung pulang".


"Yuk berangakt, dengan sedikit sengaw", ucap Dinda sambil menepuk pundak Lusi.


"Buset dah, udah kaya orang di salah satu sinetron Indonesia", Hahaha mereka berdua tertawa.


Sampai ke pinggir pasar malam itu mereka duduk, menikmati cilok dan es jeruk yang di beli tadi.


"Din kamu belum menceritakan soal tadi siang lo", ucap Lusi.


Buset dah ni anak masih inget aja, aku kira lupa. pikir Dinda.


"Makan aja dulu abisin Lus, takut tersedak nantinya".


Setelah habis makannan yang mereka makan.


Dinda menceritakan semuanya soal tadi siang kepada Lusi, kecuali Frans yang mencium nya.


mengingat itu Dinda geram sendiri kepada bos nya yang mesum itu.


Menurut Dinda itu adalah aib, maka dari itu dia tidak menceritakannya. Aib bukanya harus di tutupi bukan.


"Seruis Din?, Lusi sedikit tidak percaya.


"Kapan sih aku boong sama kamu Lus".


"Iya juga sih ya hehee, cengir Lusi", Untung tu emaknya pak Frans gak kaya emak emak kaya raya yang ada di sinetron ya Din.


"Iya Lus, aku kira aku juga bakalan di usir, bakalan di maki maki bakalan di tendang dari rumah itu, tapi ternyata baik banget".


"Hiwhhh ngeri banget sumpah ngebayangin nya juga kalau kaya di sinetron hahaa".

__ADS_1


Cuman sayang pak Frans nya songong ya Din.


Lusi jika mengingat pas Dinda pingsan Frans tidak menolongnya, ingin rasanya dia melayangkan tinjuan ke muka Frans itu.


"Iya Lus, pengen banget dah menyiram muka dinginnya itu pake air panas". Hahahaa mereka tertawa berdua.


"Pulang yuk udah malam ini". Ajak Dinda.


"Yuk besok kita kerja, ngejar setoran emak di kampung hahaha", ucap Lusi.


"Yuk berangattt", Dinda menepuk pundak Lusi.


"Dih udah kayak pemeran salah satu sinetron kesukaan emak ku deh Din, hahahaa".


Setelah sampai dan bersih bersih.


Handphone Dinda bergetar tanda ada panggilan masuk.


Siapa ya nomer baru, perasaan gak ada yang tau deh selain keluarga, Lusi sama Ojan, pikir Dinda, ya mati dah, yaudah lah.


Baru juga Dinda mau merebahkan badannya ada lagi panggilan masuk, angkat gak ya takutnya penting, ucapnya.


Baru saja mau menempelkan Handphone itu ke kuping, sudah terdengar teriakan anak kecil dari sebrang sana.


"Kakakkkk cantikkkk halooo".


"Ya kakakk gak seru ah", Naomi mengubah panggilan itu dari panggilan tlpon ke panggilan vidio.


"Heii bukannya bobo malah tlpon".


"Mau bobo tapi mau tlpon kakak cantik dulu, gak boleh ya", Naomi menunduk sedih.


"Bukannya gak boleh, tapikan ini udah malam, waktunya bobo besok sekolah".


anak canti****k** jadi jelek dah kalau merajuk**.


"Nggak ko, aku senyum ni heee", Naomi tersenyum menampilkan gigi ompongnya.


"Yaa ompong deh hahaha, tawa Dinda, yaudah bobo gih besok kan sekolah takut kesiangan".


"Iya deh bobo, yaudah bayyyy kakak cantik".


"Ehhh salam nya mana?, hayo lupa ya".

__ADS_1


"Upss maaf, Assalamualaikum kakak cantik sayang".


"Walaikum salam anak cantik, dahhh bobo ya besok sekolah".


Setelah menutup tlponnya, Darimana Naomi tau nomerku ya, pikir Dinda , tapi yaudah lah daripada pusing mikirin itu lebih baik tidur, besok kerja di kandang singa.


Berbeda dengan Frans yang senyum senyum sendiri.


Mana ada Naomi bisa menemukan nomer tlpon Dinda kalau bukan karena Frans.


Ya Frans menyuruh Rio untuk mencari nomer tlpon Dinda. Dengan alibi Naomi mau menlpon Dinda.


Hal itu bukan hal yang sulit bagi Rio, apalagi demi keponakan kesayangnnya, mencari nomer tlpon Dinda, dari data karyawan sangatlah mudah.


Setelah menidurkan Naomi, Frans kembali ke kamarnya.


Akhhh sumpah ini bukan gue bukan gue, jantung gue kenapa, Dindaaa awas kamu ya, tidak akan aku lepaskan lagi, ahhhhhh teriak Frans mengingat ciumannya tadi siang, rasanya mau pecah kepalaku. Ucap Frans.


Kalau saja kamarnya tidak kedap suara, pasti suara Frans mengagetkan orang orang yang sedang beristirahat.


Gerusak gerusk tidak jelas Frans tidak bisa tertidur, ahh senyumnya tadi suaranya manis banget, Dindaaa ini kali kedua ya kamu membuatku tidak bisa tertidur, ucap Frans.


Frans yang baru bisa tertidur jam 3 dini hari dan jam 5 sudah terbangun lagi, badannya segar melebihi habis tertidur nyenyak sepanjang malam.


Buru buru untuk mandi, kali ini dia niatnya mau berangkat pagian supaya bertemu dengan Dinda yang sedang membersihkan ruangannya.


Memakai pakaian yang terbaru, membuat Frans senyum senyum sendiri melihat penampilannya di kaca, Ahhhh desahnya, cakep kan gue, masih kaya anak abg kan, masabodo dengan umur yang sudah masuk kepala 3, ucapnya.


Menyemprotkan minyak wangi juga hampir 1/2 botol, duhh wangi kan gue pasti Dinda suka selorohnya lagi.


Setelah selesai, melihat jam yang ada di tangannya, jam 6 juga belum, ucapnya.


Semangat banget gue Frans tertawa sendiri.


Menuruni tangga sambil bersiul, seperti anak abg yang baru mengenal cinta.


"Bi tolong sampein ke Mama, aku berangkat pagian gitu, sampein juga ke Naomi aku akan menjempunya pulang sekolah", Frans berpesan ke bi Ida.


"Iya deh akan bibi sampaikan", wangi banget den, ucap bi Ida lagi", hanya di jawab cengiran oleh Frans.


Bi Ida menggelengkan kepala, ada apa dengan anak majikannya itu, biasanya susah sekali untuk sekedar pamit ataupun membalas sapaan para art di situ. Tapi pagi ini setiap di sapa langsung di jawab, ucap bi Ida.


❀❀❀

__ADS_1


Selamat membaca..😊😊😊 jangan lupa like yaπŸ™.


Utor mau mengucapakan Terimakasih banyak kepada semua yang telah mendukung karya Utor, love sekebon😘❀❀❀❀


__ADS_2