
Dalam perjalannan menuju kediaman Wiguna, Dinda mengerutuki diri sendiri.
Ya Allah Dinda kamu ini bege banget sih din, bisa bisanya di ajak langsung mau, tanpa pikir panjang lagi.
Ahh tapi aku juga kangen banget sama anak kecil itu dia lucu dia cantik huwwww pengen banget nanti kalau punya anak cantik nya kaya Naomi.
Setelah 30 menit lebih di perjalannan, mobil yang di kendarai asisten Rio masuk ke pekarangan rumah yang luas juga besar.
Dinda melongo, ada sedikit takut juga dalam dirinya, Ya Allah mau kemana ini selamatkanlah hamba, Dinda memejamkan mata.
"Pak Rio, kita mau kemana?", jangan macam macam ya pak, saya gini gini juga bisa bela diri loh.
Dinda menggulung tangan kemejanya siap siap dia mau baku hantam sama asisten Rio.
Asisten Rio mendengar Dinda yang berbicara seperti itu sekuat tenaga dia menahan tawa nya.
Ya Allah ini cewek lucu banget sumpah, gue lama lama gak kuat nahan tawa ini, batin Rio.
"Tenang mbak Dinda saya tidak akan macam macam terhadap anda", kita mau ke rumahnya pak Frans, dan ini rumahnya. Ucap asisten Rio.
"Benar ya, awas saja kalau anda macam macam", saya akan masukin anda ke kandang buaya yang ada di desa saya, biar anda menjadi santapan lezat nya", bicara Dinda dengan menggebu gebu.
"Huftt, sudah mbak turun saja dulu saya mau memasukan mobil terlebih dahulu", Rio semakin tidak kuat untuk menahan tawa nya.
Meski takut takut Dinda turun dari mobil itu dengan kaki sedikit gemetar. Setelah Dinda turun asisten Rio terbahak bahak menertawakan ucapan Dinda tadi.
__ADS_1
Mayan lah hiburan geratis, ucapnya.
Dalam benak Dinda.
Ya Allah ini rumah apa istana ya gede banget. Lapangan desa di desaku juga kalah sama ini mah.
Ya Allah bagus banget rumahnya.
aku kira rumah bagus sama gede itu cuman ada di tv doang ternyata di kehidupan asli juga ada.
Dinda berdiri di teras rumah Frans menunggu asisten Rio, meskipun ada yang bertanya padanya orang penjaga rumah itu.
Dinda selalu menjawab, sedang menunggu asisten Rio, sambil matanya terus mengikuti mobil yang di kendarai Rio itu yang sedang pakrir.
Rio turun dari mobil melihat ke depan. Ampun cewek itu kenapa dia masih saja di teras rumah, pikirnya.
"Pak Rio, anda lama sekali hanya menyimpan mobil juga", ucap Dinda.
"Kenapa anda masih berdiri di sini, bukanya tadi penjaga rumah sudah mengajak anda untuk masuk".
"Saya saa...saya menunggu anda, bohong Dinda". Padahal dia sangat takut untuk masuk.
Rio mendahului Dinda sambil mengembungkan mulutnya menahan tawa, sangat terlihat sekali raut wajah ketakutan Dinda itu.
"Ayo masuk ikuti saya, awas jangan jauh jauh di sini ada singa berkeliaran loh".
__ADS_1
"Huwaaaa, saya mau pulang pak antarkan saya, saya mohon, saya masih harus membiayayai kedua orang tua saya", gendangan air mata sudah mulai penuh sedetik lagi akan menetes karena sudah tidak terbendung.
Rio yang mendengar itu akhirnya tertawa. Tawanya pecah tidak terbendung lagi.
"Heiii anda pikir ini kandang binatang, saya hanya bercanda, hahahahaa".
"Ayo masuk, non Naomi sudah menunggu anda", saya tadi hanya bercanda heii sudah jangan takut takut.
"Anda serius pak?", meyakinkan lagi Dinda bertanya.
"Anda pikir, mana ada binatang buas di biarkan berkeluyuran di tengah rumah".
"Heii anda jangan salah pak, youtuber Indonesia saja ada yang memelihara binatang buas di biarkan masuk ke dalam rumahnya".
"Mangkanya jangan banyak nonton youtube", ucap Rio.
"Ayo apa mau berdiri di situ saja?".
Dinda melangkahkan kaki dengan perasaan was was.
Ya Allah Ya Allah lindungi hambamu ini, ucap Dinda.
Rio terus saja tertawa, baginya itu hiburan yang sangat langka.
❤❤❤
__ADS_1
Selamat membaca, jangan lupa like, dukung terus Utor ya.. maaf kalau masih acak acakan ceritanya ini lagi belajar.
Terimakasih buat yang sudah dukung, salam sayang😘