
Satu minggu sudah Oma Rena dan Om Bima di tahan, Dinda dan Ibunya tidak tau apa apa, benar benar mereka menikmati kumpul keluarga ini.
Ayah Hendra yang selalu gelisah di setiap malam nya, mau bagaimanapun Oma Rena Ibu nya dan Om Bima kakaknya.
"Ayah kenapa Ibu perhatiin setiap malam selalu gelisah, apa Ayah merasa tidak nyaman, kalau gitu kita pulang aja besok", ucap Bu Ratna, setiap malam dia selalu melihat muka gelisah suaminya.
"Bu... Ayah Hendra terdiam sejenak. Ibu apa masih belum bisa memaafkan Mama Rena dan kak Bima?".
"Ayah ko nanya nya gitu", sebab suaminya itu paling anti membahas ibu dan kakak nya.
"Ayah bertanya saja".
"Kalau mengingat perlakuannya pada Dinda, Ibu sangat enggan memaafkan mereka, tapi Ibu sudah pikir berkali kali, ya memang salah kita juga yang menentang orang tua, Ibu tidak bisa menyalahkan mereka sepenuhnya Yah", sedihnya.
"Terus bagaimana perasaan Ibu sekarang apa masih membenci Mama sama kak Bima".
__ADS_1
"Tidak Yah, Ibu sudah Ikhlas, Ikhlas dengan jalan takdir Ibu yang harus seperti ini, Dinda juga sekarang sudah bahagia dengan suami dan anaknya, Ibu merasa sangat berdosa pada Mama Rena, Ibu tidak bisa menjadi menantu yang Mama inginkan, andai Mama menerimaku aku akan mengurus masatuanya", ucapnya sambil menangis.
"Ibu sudah menjadi istri dan Ibu terbaik untuk anak anak, Mama yang tidak bisa menerima takdir hidup, Maafkan Ayah yang masih belum bisa menyatukan keluarga sendiri".
"Dari semenjak kita menikah, Ibu hanya 3 kali bertemu dengan Mama itupun hanya sebentar sebentar dan terakhir 12 tahun yang lalu, kalau boleh jujur Ibu ingin sekali bertemu dengan beliau Ibu banyak dosa padanya Yah, Ibu tidak bisa menjadi menantu yang bakti pada mertua".
"Mereka sekarang di tahan di kantor polisi, Frans memenjarakan mereka, itu juga karena dapat ijin dari Ayah, kak Bima pernah bertemu dengan Dinda 2 minggu yang lalu dan membuat Dinda sampai sakit 1 minggu yang lalu bahkan lebih parah dari semenjak kejadian itu Bu".
"Ya Allah Yah, Ya Allah Ya Allah, Astagfirullohalazim", tangis Bu Ratna semakin kencang.
"Nggak begitu Yah, kasian Mama, Mama sudah tua beliau harusnya menikmati masa tua nya, kenapa Ayah tega memberikan Frans ijin untuk memenjarakan Mama dan Kak Bima".
"Itu perbuatan mereka sendiri Bu, mau bagaimanapun mereka harus bertanggung jawab atas perbuatannya".
"Ya Allah Ayahhhh, bawa Ibu bertemu dengan nya, Ya Allah Mama pasti merasa kesepian kedinginnan di dalam penjara".
__ADS_1
"Besok Ayah akan bicara sama Frans".
"Ya Allah, Mama mau bagaimanapun Mama itu Ibu kandung Ayah dan Kak Bima kakak Ayah, kasihan mereka Yah, Ya Allah Ibu membayangkan nya saja tidak tega, mereka biasa makan enak tidur enak sekarang di penjara, bagaimana perasaan Mama pasti Mama merasa sedih".
"Besok kita jenguk mereka Bu, jujur Ayah juga tidak tega melihat Mama, tapi setelah Ayah pikir pikir lagi mereka seperti itu atas kesalahan dan perbuatan mereka, Frans sangat mencintai anak kita, maka dari itu dia sangat membenci siapa saja yang mengganggu dan membuat istrinya sakit maka dia akan langsung bertindak bahkan mereka hampir Frans bunuh".
"Ya Allah Yah, Ibu sangat bersyukur mempunyai menantu sepertinya, Ibu merasa bangga padanya, namun untuk membunuh manusia Ibu tidak mendukungnya dosa yang begitu besar membunuh orang apalagi itu Oma dan Om nya Dinda, Astagfirullohalazim", Bu Ratna banyak banyak istigfar.
"Ya sudah besok kita bicara sama Frans, bagaimana baiknya".
.
.
.
__ADS_1
❤❤❤ Happy reading 😘😘😘