
Setelah semua karyawan di kumpulkan di loby untuk menyambut pemimpin baru perusahaan ini.
"Din udah selesai belum ayo ke bawah kita," duh telat gak nih kita, Din aku takut di amuk pak Toni deh.
"Lus bisa gak diem dulu, mending kita buru buru turun deh ke bawah."
Setelah turun ke loby dan berbaur dengan semua karyawan lainnya, Dinda dan Lusi berbaris di deretan OB dan OG lainnya.
Bisik bisik dari semua karyawan sudah terdengar bahwa sang pimpinan baru sudah tiba.
Wahh makin cakep aja pak Frans ya.
Gakpp deh duda juga kalau tampang nya model begini mah.
Makin cakep aja nih bapak anak 1
Andai pak Frans ngajak nikah gue langsung mau deh gakpp dia duda gue terima.
Dan banyak lagi bisik bisik karyawan yang lainnya. Sampai mulai terlihat peria berwajah datar dan bertubuh kekar menggunakan setelan jas berwarna hitam semakin menambah aura kepemimpinan nya.
Semua karyawan menunduk hormat.
"Langsung saja saya tidak mau banyak basa basi dan membuang buang waktu.
Perkenalkan nama saya Frans Wiguna, mungkin sebagian dari kalian ada yang mengenal saya.
__ADS_1
Saya di sini menggantikan Ayah saya yaitu Wira Sanjaya Wiguna.
Saya mohon untuk bekerja sama semuanya dan tidak ada penghianat di dalam perusahaan ini. Untuk yang lain lainnya akan di sampaikan oleh asisten dan sekertaris saya.
Terimakasih. sekarang silahkan kembali ke tugas masing masing, Ujarnya.
Ganteng sih tapi udah kaya kulkas 5 pintu gak ada senyum senyumnya lagi, auranya juga dingin berasa di kutub utara banget, batin Dinda.
Setelah mengerjakan ini dan itu, mengelilingi semua sudut semua ruangan yang ada dalam perusahaan ini.
Tidak tersasa Jam sudah menunjukan waktunya makan siang, Dinda yang akan turun ke bawah untuk makan siang, baru saja dia mau menekan tombol lift. Tiba tiba di kejutkan dengan manusia dingin yang baru mau keluar dari dalam lift.
Astagfirulloh sambil terjengkat karena kaget, Selamat siang pak ucap Dinda sambil menunduk hormat.
"Hmm."
Bisa ya dia sehari hari mengunakan muka datar seperti itu kaku banget kayanya tuh badan.
Apasih Din yang kau pikirin ahh kenapa harus mikirin manusia berwajah es balok itu. Sepanjang jalan Dinda bergumam terus karena gak habis pikir dengan manusia dingin itu.
"Dinda kemana aja lama banget sih." Aku dari tadi nungguin keburu dingin nih makananku.
Ehh tu anak nongol juga akhirnya.
"Darimana aja sih Din lama banget?"
__ADS_1
"Baru beres aku ngeberesin ruangan yang ada di sebelah ruangan CEO ."
"Kirain mojok sama Pak CEO nya," haha secara dia ganteng banget ya Din kaya blm punya anak kaya masih lajang gitu."
"Ganteng sih iya, tapi dingin banget udah kaya kulkas 5 pintu. Mukanya percis es balok dingin dan datar haha."
Dinda dan Lusi sambil makan sambil bisik bisik takut kedengaran sama yang lain.
"Jangankan mengambil hatinya menjabat tangannya juga tidak bisa ya Din ucap Lusi."
"Kayaknya mimpi deh haha tawa Dinda."
Setelah selesai makan siang Dinda dan Lusi pun bergegas untuk bertugas lagi mengelilingi perusahaan karena takut ada lantai yang kotor.
"Kamu ucap Frans, beresihkan semua ini bagaimana bisa berantakan seperti ini".
"Baik pak, saya akan membersihkannya.
"Cepat saya tidak suka sama orang yang lamban sepertimu".
"Iya pak.
Smbil membereskan, sambil dalam hati menggerutu. Ya Allah dingin banget tatapannya kaya singa sedang laper nemu mangsa.
❤❤❤
__ADS_1
Sellamat membaca man teman jan lupa like nya ya Terimakasih🙏🙏🙏