BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
38. Part 38


__ADS_3

Frans tidak langsung menjalankan mobilnya, dia terus memperhatikan Dinda sampai tidak terlihat.


Mengusap wajah dengan kasar, gila gue, kenapa tidak bisa mengontrol diri sih.


Memegang bibirnya sendiri, akhhhh rasanya beda sekali, aku ingin mengulanginya lagi, Dinda kau berhasil meracuni otakku juga.


Frans rasanya ingin turun dari mobil itu dan menggedor pintu yang tadi Dinda masukin, gue ingin mengulanginya lagi huwhhh akhhh teriak Frans.


Jantung gue tadi kenapa, apa gue punya penyakit jantung ya, gak benar ini gue harus periksa jantung, gumam Frans.


Frans turun dari mobil dia memperhatikan pintu kontrakan yang Dinda tempati, ingin sekali rasanya dia berlari kesana, melangkah dua langkah, ah gak benar ini gak benar segera Frans masuk mobil lagi, langsung menjalankan mobilnya.


Dalam perjalannan masih terbayang bayang Dinda, berenti karena lampu merah Dinda semakin memenuhi otaknya saja, senyum senyum sendiri, cantik manis ahh lucu sekali muka panik nya tadi ucap Frans.


Menjalankan mobil lagi dengan senyuman yang merkah. Ahhh gue rasa gue udah gila sehingga hanya ada dia dalam pikiran gue.


Sampai rumah baru saja membuka pintu langsung di hadang sama Mama Sinta.


"Awww sakit Ma", Frans mengusap usap kupingnya sambil meringgis kesakitan.


"Anak nakal kamu ya, Mama tidak pernah mengajarkan kamu kasar terhadap perempuan Frans, kamu sudah tidak menyayangi Mama lagi ya, ingat kamu juga mempunyai anak perempuan Frans Astagfirulloh", Mama Sinta rasanya geram tadi melihat anak nya itu menarik Dinda dengan kasar.


"Iya Maaf Ma".


"Jangan minta maaf sama Mama, kamu harus minta maaf sama Dinda sana",


Di tariknya Frans menuju kamar Mama Sinta. Frans hanya pasrah saja, begitulah kalau Mamanya sudah marah dia tidak bisa berkutik.


Mau sekejam dan sedingin apapun sama orang orang di luar sana. Kalau sama Mama Sinta mah beda ceritanya.

__ADS_1


"Kamu bukannya berterimakasih sama orang yang sudah membuat bahagia anakmu, yang sudah membuat anakmu tertawa, Ya Allah Frans, Mama kesal sama kamu".


Ingat nak tidak semua perempuan di dunia ini mempunyai sipat yang sama.


"Iya maaf Ma", hanya maaf yang di ucapkan Frans, karena kalau membela diri, Mama Sinta akan mengomel sampai seminggu tidak berenti, selalu di ulang ulang.


"Heran Mama sama kamu Frans, kalau kamu marah ya marahi Mama jangan orang lain karena yang salah di masalalu mu itu Mama bukan orang lain, Mama yang sudah memaksamu untuk menikah Mama yang menjodohkanmu nak".


"Tidak Ma maafkan aku, aku akan meminta maaf secara langsung ke Dinda Ma".


"Iya harus, jangan menyamaratakan semua perempuan Frans, buka hatimu mu nak carilah kebahagiaanmu yang sesungguhnya, banyak wanita baik di luaran sana, jangan terus menutupi diri".


"Akan aku coba Ma".


"Yaudah istirahat sana, jangan terus terusan kerja, untuk apa uang banyak juga tidak ada yang menghabiskan kalau tidak punya istri".


"Iya sana, ingat istirahat".


Sampai kamar Frans memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


Sambil mengguyur tubuhnya dengan air dingin Frans bergumam. Cek Dinda Dinda Dinda, terus saja Dinda yang ada dalam pikiran gue dari tadi.


Sepertinya gue harus tidur untuk menghilangkan Dinda dalam pikiran gue.


Di kontarak Dinda


Dari semenjak samapi ke kontarak nya itu Dinda terus saja mengumpat bos nya. Dasar bos gila bos kurang ajar, duda gak laku duda karatan duda mesum. Pengen tak cabik cabik mukanya yang songong itu, pengen tak siram air panas muka datar dan dingin nya itu.


Huwaaaa bibirku sudah tidak perawan lagi, Ibuuuu bibir Dinda sudah gak perawan lagi, Dinda meraung.

__ADS_1


Pusing sendiri karena geram terhadap Frans, Dinda memilih memberesihkan diri.


Di lihatnya waktu sudah menunjukan pukul 16.00 setelah melaksanakan kewajiban sebagai umat Muslim. Tidur adalah obat yang tepat untuk bisa menghilangkan kedongkolan hati ucapnya.


Baru saja memejamkan mata, di luar ada yang mengetuk pintu sambil teriak tetiak, siapa lagi pelakunya kalau buka Lusi.


Ya Allah Lusi baru saja mau memejamkan mata, dengan langkah gontai Dinda membuka pintunya.


"Dari mana saja sih Din?, aku sudah ada 10x loh kesini pintu kamu terkunci terus".


"Tadi abis dari luar sebentar".


"Sebentar dari mananya orang aku bolak balok terus kesini dari siang, ko gak ngajak ngajak aku sih Din".


"Udah masuk aj dulu, capek aku mau tidur dulu sebentar ya, nanti kita ke pasar malam, tar deh aku ceritain semuanya".


"Nahhh itu benar, aku juga mau ngajak kamu ke pasar malam tadinya hehehee, benar ya ceritain ke aku semuanya".


Yaudah aku balik dulu kalau kamu mau tidur, tar jam 7 aku samper kesini ya".


"Iya bawel, dah aku ngantuk banget Lus serius deh".


"Yaudah bay aku balik kamarku".


"Iya bayy", Dinda langsung merebahkan badanya, menuju alam mimpi.


❤❤❤


Selamat membaca, jangan lupa like nya ya, Terimakasih yang udah like dan dukung Utor amatiran ini, salam sayang buat semuanya😘

__ADS_1


__ADS_2