BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
30. Part 30


__ADS_3

Frans menghubungi asisten Rio, menyuruh OG itu untuk datang ke ruangan nya.


Tidak ada 5 menit. Dinda sudah datang ke ruangan Frans dengan hati dag dig dug, jalanpun sambil berlari.


Ada apa lagi sih si bos itu, padahal aku gak bikin masalah deh, batin Dinda.


Dinda mengetuk pintu sambil bilang permisi.


dua kali mengetuk pintu masih belum ada sautan dari dalam.


Ya Allah, ucap Dinda hati nya sudah was was, baru mau mengetuk pintu ke 3 kali, pintu itu di buka dengan lebar sambil menunjukan manusia kecil cantik nan lucu.


Anak kecil itu terkekeuh, melihat kekagetan Dinda.


"Ya Allah, ucap Dinda kaget", sebelum menyapa anak itu Dinda melirik terlebih dahulu ke arah Frans dan hanya sedikit anggukan kecil dari Frans, tanda dia mengijinkan masuk.


Kali ini Dinda memberanikan diri untuk mendekat dan bertanya.


"Ada yang bisa saya bantu pak?", Dinda bertanya.


"Ya, temani anak saya, dia yang menyuruhmu ke sini dan jangan keluar dari ruangan saya", ucap Frans.


Meskipun sedikit bingung, Dinda meng iyakan saja". Dari tadi Naomi masih menggandeng tangannya.


"Kakak cantik", Naomi langsung merentangkan tangannya minta di peluk.


Dinda juga merasa kangen dengan anak itu, langsung memeluknya dengan erat.


Entahlah tidak bisa di ucapkan dengan kata kata, Dinda juga tidak mengerti dengan perasaan nya itu.


"Haii bagaimana kabarmu anak mansi?".

__ADS_1


"Aku baik baik saja kakak cantik".


"Setop memangil kakak dengan sebutan kakak cantik, karena kakak tidak merasa cantik, sebut saja Kak Dinda", ucap Dinda.


Mana ada cantik segini burik nya gerutu Dinda, Naomi tertawa mendengar gerutuan Dinda itu.


Ya Dinda cantiknya cantik alami, hanya kurang sedikit Skincare untuk menunjangnya agar terlihat lebih cantik dengan kulit putih badan ramping bagus, meski tak seperti gitar sepanyol yang sering orang orang idamkan. Kedua pipinya di hiasi leaung pipit yang terkesan menambah manis jika dia tersenyum.


"Oke oke kakak Dinda yang paling cantik". Saking gemasnya Dinda pada Naomi langsung menggelitik anak itu.


Dinda dan Naomi bermain apa saja yang ada di ide mereka, tawa mereka berdua memecah ruangan itu.


Frans yang pokus pada pekerjaan nya hanya sesekali melirik pada dua manusia berbeda umur itu.


Frans menaruh bolpoin nya, memperhatikan sang anak yang tertawa lepas.


Secara tidak sadar dia menyunggingkan bibirnya sedikit tersenyum.


Frans menghubungi asisten Rio, untuk membeli makan siangnya, tidak lupa dia juga membelikan makan untuk Dinda.


Merasa sangat kejam jika dia tidak membelikan makan untuk Dinda juga.


Heleuhhh kmaren kemaren kemana saja pak anak orang sampai di banting.


Kurang lebih setengah jam. Asisten Rio datang mengantarkan makanan yang di pesan oleh Frans.


"Naomi makan dulu ya", ucap Frans.


"Oke Pa, Kakak Dinda juga makan bareng kita kan Pa?", tanya Naomi.


"Iya, saut Frans.

__ADS_1


Naomi makan kali ini sangat banyak tidak seperti biasanya, karena di suapin oleh Dinda.


Frans makan dengan tenang sambil sesekali melirik Naomi dan Dinda yang ada di depan nya.


Awalnya Dinda menolak untuk makan bareng Frans dan Naomi, namun sorot mata tajam dari Frans dan juga rengekan Naomi membuat Dinda tidak bisa menolaknya.


Setelah makan siang, Naomi tak lama tertidur karena capek main dan juga kenyang makan membuat kantuk matanya.


Dinda mengusap ngusap lengan Naomi atas permintaan anak itu, setelah benar benar Naomi terlelap. Dinda ijin untuk melanjutkan pekerjaan nya.


Frans hanya mengangguk tanda setuju, tidak ada kata Terimakasih yang keluar dari mulut Frans.


Namun Dinda masabodo yang penting dia tidak ngoceh yang tidak jelas seperti biasanya. pikir Dinda.


"Saya permisi pak", ucap Dinda.


"Ya pergilah, ucap Fran tanpa menoleh dan tetap pokus pada laptop nya".


Dinda keluar dari ruangan Frans untuk melanjutkan pekerjaan nya.


Tadi malam Dinda sudah mempertimbangkan untuk keluar dari perusahaan Frans.


Namun setelah di pikir pikr, mencari kerja tidak semudah membalikan telapak tangan, bukan lagi tabungan nya sudah menipis, apa apa harus serba di beli.


Akhirnya Dinda dengan nekad nya mau bertahan sampai sekuatnya.


❤❤❤


Selamat membaca😊 jangan lupa like nya ya....


Terimakasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2