BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
16. Part 16


__ADS_3

Dinda yang sudah hampir 1 jam pingsan masih belum membuka mata nya juga.


Lusi yang tidak berenti menangis, dari tadi masih terus berusaha membangunkan Dinda dengan terus memberi minyak menempelkan ke hidungnya.


Bangun dong Din ayo aku khawatir banget sama kamu Bangun Din bangunnnn.


"Pelan pelan Lus sabar", ucap Ojan, yang tidak biasanya mereka sedekat dan selembut itu bicaranya, namun kali ini berbeda, Ojan yang terus membantu Lusi untuk merawat Dinda yang sedang pingsan.


Dokter tadi sudah bilang kalau sebentar lagi Dinda akan sadar, Dinda hanya kecapean dan sepertinya ada tekanan batin juga ucap Dokter.


"Gimana dong Jan, Dinda masih belum buka mata juga, aku khawatir banget, dia belum makan".


"Iya aku ngerti, sabar sebentar lagi ya", ucap Ojan dengan lembut sambil memegang bahu Lusi. Lusi hanya mengangguk meng iyakan.


Tak lama, Dinda membuka matanya sambil meringgis, aku kenapa Lus, Jan kenapa aku disini, ucapnya dengan lirih.


"Ya Allah, Dinda Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga", aku khawatir tau ucap Lusi sambil terus menangis.


"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar Din ucap Ojan".

__ADS_1


"Aku kenapa ko ada di sini?, kenapa kamu menangis Lus". Dinda bingung melihat Lusi yang terus menangis.


"Kamu tadi pingsan, kenapa kamu gak dengerin aku sih, kan aku sudah bilang mau beli makan dan ambil obat dulu".


"Ohh itu ucap Dinda menggantung, aku tadi hanya mau ke toilet sebentar tapi gak tau deh habis itu aku kenapa".


Maafkan aku berbohong Lusi, Ojan, aku tidak mau orang lain tau masalahku hanya cukup Allah yang tau. Batin Dinda


"Yaudah makan dulu ya, terus minum obatnya", Lusi menyuapi Dinda, namun hanya beberapa suap Dinda makan, karena rasanya tidak enak di mulut.


"Udah ya Lus aku kenyang".


"Yaudah gakpp yang penting sudah ada ganjalan perut nya", ucap Ojan. Lusi hanya meng iyakan saja.


Lusi dan Ojan tadi sudah pamit, karena mereka harus kerja lagi, tidak bisa meninggalkan pekerjaan begitu saja.


Bukan lagi Ojan yang biasa lembur karena dia kadang kadang suka di panggil dari kampus nya.


Ya Ojan sambil kuliah, dia bekerja untuk membiyayai sehari hari dirinya dan keluarga yang ada di kampung, kalau untuk bayaran kuliah dia tidak bayar karena mendapatkan beasiswa.

__ADS_1


...***********...


Di kediaman Wiguna. Anak kecil yang sedang menangis menelpon Papa nya.


Naomi mau ke kantor Papa mau ketemu kakak cantik Pa, isak tangis nya sangat pilu , seperti ada ikatan batin antara Naomi dan Dinda, padahal mereka baru sekali ketemu dan biasanya Naomi tidak se akrab itu dengan orang baru.


Membuat Frans bingung kenapa, ada apa dengan anak nya itu.


Akhirnya Frans meng iyakan dan akan di jemput oleh asisten Rio.


Apa hebatnya wanita itu, kenapa anakku yang tidak biasa dekat dengan orang baru dia mau sedekat itu dengan gadis ceroboh. Frans terus saja memikirkan itu, semakin kalut saja pemikiran nya.


Memikirkan tentang ucapan Lusi dan permintaan anak nya. Huwhhh Frans mengusap wajah nya dengan kasar, rasanya mau pecah kepala ku ini.


Mending ada proyek besar yang harus aku dapatkan daripada masalah seperti ini, batin Frans.


Tidak lama ada anak kecil yang berteriak membuka pintu ruangannya.


"Papaaa, ucap anak itu sambil berlari ke arahnya".

__ADS_1


❤❤❤


Jangan lupa like nya ya, Terimakasih🙏🙏🙏


__ADS_2