
Dinda mengekor di belakang tubuh asisten Rio.
"Pak antarkan saja saya pulang saya mohon", ucap Dinda.
"Cek anda ini, non Naomi sudah menunggu anda masa sudah sampe mau pulang lagi", Rio mengelengkan kepalanya.
Salah lu sendiri Rio anak orang malah di takut takuti.
"Ehh Iyo sudah sampe?", ucap Mama Sinta.
"Apa kabar Ma?", Rio menyalami Mama Sinta.
"Badan Mama baik baik saja, hanya hati Mama yang tidak baik baik", anak durhaka kamu ya kalau tidak di suruh tidak pernah mau mengunjungi Mama nya ini", Mama Sinta menjewel telinga asisten Rio.
Rio mengaduh telinganya panas, namun dia pasrah dengan amukan sang Mama angkat tapi rasa Mama kandung.
Setelah puas menjewel telinga asisten Rio, Mama Sinta baru ngeh kalau ada anak gadis yang di belakang Rio itu.
"Siapa dia Rio?", tanya Mama sinta.
"Aduh Ma panas kupingku, cek Mama menurunkan derajatku di depan nya".
"Orang tua nanya bukannya di jawab ya, malah ngedumel".
"Iya iya itu namanya Dinda, yang Naomi cari cari".
__ADS_1
"Huwhhh kamu ini kenapa tidak bilang dari tadi".
"Anak datang bukannya di sambut dengan pelukan malah di sambut dengan jeweran", gerutu Rio.
Sekalian turun derajat gue di depan nih cewek. Batin Rio.
"Ohhh bagus ya mau di peluk juga ternyata, setelah 1 bulan tanpa ngabarin Mamanya ini lupa dengan Mama nya", Mama Sinta ngomel Sambil memeluk Rio dengan sayang.
Setelah melepas pelukan Rio. Mama sinta melihat Dinda.
"Sini sayang", ucap Mama Sinta.
Baru juga melihatnya Mama sinta langsung suka dengan Dinda. Tampilannya yang sopan, cantik, manis. Pantas saja cucuku menyebutnya kakak cantik. Batin Mama Sinta.
"Kenapa nak, ada apa?, sepertinya kamu habis menangis, apa Rio memaksamu, apa Rio mempelakukannmu dengan kasar?".
"Kata pak Rio, disini ada serigala berkeliaran Nyonya".
Sebelum menyalami Dinda, Mama sinta balik kanan. Melihat Rio sudah ngacir berlari menaiki tangga.
"Riooooooo awas kamu ya, Mama hukum sudah berkali kali kamu bikin Mama kesal". Rio yang mendengar teriakan dari Mama angkatnya itu hanya mengacungkan jempolnya saja.
"Sini nak, mana ada serigala di biarkan berkeliaran di dalam rumah", ucap Mama Sinta.
Dinda melangkahkan kakinya mendekati Mama Sinta dengan takut takut.
__ADS_1
"Nyonya, sapa Dinda sambil menyalami Mama Sinta".
"Heii jangan panggil Nyonya, panggil Mama saja seperti Frans dan Rio.
"Tidak Nyonya saya rasa saya tidak pantas untuk itu", ucap Dinda tidak enak hati.
"Apa kamu mau memanggil Oma, seperti Naomi?", Mama sinta tidak pernah mau di panggil Nyonya sama siapapun. Lebih srek di panggil Ibu, kesannya Nyonya itu sangat berlebihan pikirnya.
"Baik kalau begitu, ucap Dinda",
"Yaudah duduk dulu sini yuk, Oma akan panggilkan Naomi nya, dia ada di kamar, anak itu makan juga hanya sedikit, lagi ngambek sama Papanya dia". Oma Sinta berbicara seperti dia sudah kenal lama saja sama Dinda padahal baru ketemu.
"Mbak Mira, tolong bawakan minum sama cemilan ya tamu kita", Oma Sinta sangat ramah ke siapapun yang bekerja dengan nya, kecuali sama penghianat dia akan menunjukan taring nya.
"Siapp Bu", ucap mbak Mira, langsung menuju dapur.
"Dinda tunggu sini ya Oma panggil Naomi nya dulu, kita sengaja tidak memberitahunya, supaya ini surprse karena dia ulang tahun ucap Oma".
"Ii.. Iyaa Omm..a", rasanya tidak enak memanggil Oma juga.
Ya Allah aku kira sampai sini mau di usir atau mau di maki maki kaya di pilem pilem gitu.
Aku tadi sudah membayangkan. Mau apa kamu kesini pergi sana pergiiii. Hihhh ngeri Dinda menggeridik sendiri.
Ternyata baik ya ibunya pak Frans tidak sepertinya yang mirip sekali serigala kalau marah. Muka nya kaya es balok. Tatapan matanya mematikan lagi hiwhhhh Dinda menggeridik lagi.
__ADS_1
❤❤❤
jangan lupa like ya😊. Terimakasih🙏🙏🙏