
Jam istirahat Lusi menepati janjinya, selama jam istirahat Lusi menghabiskan waktu untuk menemani Dinda,
Bukan hanya sendiri awalnya Lusi sama Ojan juga namun sayang sekali Ojan hanya menemani pas makan doang, karena Ojan di panggil oleh salah satu dosen nya di kampus.
Dengan berat hati Ojan meninggalkan dua manusia cerewet itu, yang kadang akur kadang bagaikan Tom and Jerry.
"Dinda, Lusi, gue pergi dulu ya, ada telpon harus ke kampus sekarang", pamit Ojan.
"Dinda lo harus cepat sembuh jangan sakit sakit terus ya".
"Lus gue pergi, jangan kangen tar besok juga ketemu lagi", tidak lupa untuk menjaili harimau yang sedang anteng.
"Iya jan hati hati, ucap Dinda".
Lusi sudah mendelik mata nya sudah mau keluar setengah. Ojan yang melihat Lusi seperti itu langsung mengambil ancang ancang untuk lari.
Bayyy besok ketemu lagi sayang ucap Ojan pas di depan muka Lusi, setelah itu ngiprit lari, tangan nya di acungkan ke atas tanda menghitung 1 2 3 dan benar saja meledak suara cempreng Lusi.
Untung saja di kelinik itu sepi karena itu hanya kelinik karyawan kantor WIGUNA GROUP.
"OJANNNNNNNNN, teriak Lusi, aku do'ain kau jomblo seumur hidup. Ojan yang mendengar samar samar suara Lusi hanya tertawa.
"Hustt gak boleh gitu Lus", Dinda mengusap ngusap tangan Lusi agar Lusi tenang kembali amarah nya mereda.
__ADS_1
"Maaf ya Din, aku kelepasan gara gara Ojan".
"Udah gak apa apa ko ucap Dinda".
"Lus, huwhhh Dinda membuang napas nya dengan sangat pelan. Kamu punya teman atau nggak di sini atau kerja apa gitu?".
"Lah kenapa nanya gitu Din, udah pokus aja sama kesehatan kamu dulu", ucap Lusi.
"Aku ada niat mau mengundurkan diri dari sini Lus", bantu aku ya tolong Dinda memohon pada Lusi.
"Lah kamu kenapa Din, ada masalah atau kenapa?, ayo cerita ke aku.
"Aku hanya tidak cocok dengan bos yang sekarang Lus, nanti kapan kapan kalau aku sudah siap akan ku ceritakan semuanya".
"Iya janji, tapi kamu ada gak teman yang kerja apa gitu, aku di sini gak punya sodara atawpun kenalan, hanya kenal kamu sama Ojan doang".
"Nanti aku tanya teman aku yang kerja di kafe pelangi deh, siapa tau ada lowongan disana, kafe nya juga gak begitu jauh dari kontrakan kita ko".
Kamu bakalan ninggalin aku disini ya Din padahal aku sudah anggap kamu sodara walawpun kita kenal belum ada 1 bulan. Lusi terlihat menahan tangis nya.
"Jangan nangis dong, kita sahabat hehe. Semoga saja ada lowongan disana supaya kita ngontrak nya tetap bareng", ucap Dinda.
"Sayang Dinda Lusi langsung memeluk Dinda".
__ADS_1
Frans baru saja selesai meeting, namun meeting kali ini dia tidak pokus banyak sekali melamun nya, bahkan dia tidak menanggapi apa yang di sampaikan para karyawan itu.
Bayang bayang Dinda yang pingsan selalu menghantui nya. Ahhh lagi dan lagi wanita kurang ajar itu yang memenuhi otak ku ucapnya, sambil menyandarkan kepalanya ke sofa Frans menatap langit langit yang ada di ruangan nya.
Frans tertidur melupakan waktu makan siang, saking lelahnya dia hari ini.
Setelah 2 jam tertidur Frans bangun karena mendengar ada yang mengetuk pintu nya.
"Masuk, ucap Frans masih menyandarkan kepalanya pada sofa".
Ternyata sekertaris Seni yang membawa setumpuk kerjaan.
"Siang pak, ini ada berkas yang harus di tanda tangani langsung hari ini", ucap Seni. Saya permisi pak sambil membungkukan badan Seni keluar dari ruangan Frans.
Frans menanggapinya hanya dengan anggukan kepala saja.
Langsung dia berdiri mencuci muka sebelum melanjutkan pekerjaan nya lagi.
Huwhhhh Frans menghembuskan napas dengan kasar sambil duduk di kursi kerjanya.
sampai waktunya pulang Frans masih sibuk dengan tumpukan tumpukan kertas.
❤❤❤
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa like ya. Terimakasih🙏🙏🙏