
Satu bulan sudah setelah Ayah dan Ibunya Dinda mengunjungi Oma Rena di jeruji besi, meskipun Bu Ratna sudah berkali kali ingin mengunjungi Oma Rena namun Ayah Hendra tetap tidak mengijinkannya sama sekali.
Sekarang Ayah dan Ibunya Dinda sudah berada di kampung lagi, rumah baru mereka pemberian menantunya sebentar lagi akan selesai.
"Ayah ini gimana sih mau bagaimanapun Mama Rena tetap Ibu kandung Ayah", geram Bu Ratna pada suaminya.
"Tapi mereka sudah tidak menganggapku anak Bu, sudahlah jangan pikirkan lagi tentang mereka kalawpun kita kesana yang ada akan terus mendapat hinaan dan cacian dari mereka".
"Perasaan Ibu tidak enak Yah, Ibu selalu terbayang bayang Mama Rena", keluh Bu Ratna lagi.
Sebenarnya Ayah Hendra juga merasa tidak tenang, dari kemarin selalu terbayang bayang Ibunya, dia merasa anak yang sangat durhaka pada Ibunya sendiri, mau bagaimana lagi rasanya sangat sulit untuk meluluhkan hati Oma Rena.
.
.
Sedangkan Frans baru saja menerima tlpon dari kantor pilisi, bahwa Oma Rena sedang sakit kondisinya sangat memperihatinkan.
Frans yang langsung menyuruh pihak kepolisian untuk secepatnya membawa Oma Rena ke rumah sakit, iya menyuruh merawat dan menangani nya dengan baik.
Meninggalkan pekerjaan untuk sesaat dan menyerahkan urusan yang ada di kantor nya kepada sang adik.
"Iyo gue titip kantor ya", Frans terburu buru.
"Lu mau kemana bang?", tanya Rio dengan bingung.
"Gue mau ke rumah sakit, Oma Rena sedang sakit sudah di bawa ke rumah sakit sekarang, udah gue titip kantor dulu".
__ADS_1
"Iya hati hati", teriak Rio karena Frans sudah melesat berjalan cepat bahkan jas juga dia pakai sambil berjalan.
Kenapa Frans begitu khawatir, karena mertuanya jelasnya Bu Ratna, sudah menitip pesan padanya kalau ada apa apa dengan Oma Rena atau Om Bima jangan sampai iya mengabaikannya.
Sampai rumah sakit Frans langsung menemui dokternya langsung bertanya bagaimana dengan keadaan Oma Rena sekarang.
Untung saja segera di bawa ke rumah sakit, sebab iya tidak makan dan minum sudah 3 hari kondisinya yang sudah berumur 60 tahun tidak bisa jauh dari obat dan makannan sehat apalagi tidak makan sama sekali.
Frans langsung menyuruh sopir kantornya untuk menjemput mertuanya, untung saja sopir kantor tidak hanya satu atau dua jadi bisa iya suruh untuk jarak lebih jauh.
Frans juga sudah menlpon mertuanya memberi tahu kalau Oma Rena sedang sakit dan sudah di tangani oleh dokter terbaik juga.
Bu Ratna selama dalam perjalannan menuju Jakarta tidak berenti menangis, untung saja jalan sangat lancar sopir membawa mobil juga begitu lihai.
.
Sudah seminggu Frans tidak bisa pulang telat walau hanya 5 menit, Dinda menunggunya pulang pasti sudah di teras rumah, entah lah sangat aneh kelakuan Dinda yang sekarang, sangat sangat manja padanya, namun bukannya kesal atau risih justru Frans sangat menyukai Dinda yang sekarang, yang tidak bisa terlalu lama jauh darinya.
"Mass", teriak Dinda, Frans baru saja membuka pintu mobilnya.
"Iya sayang, tunggu di situ sebentar", Frans sampai terburu buru turun dari mobil juga karena melihat istrinya yang sudah setengah lari ke arahnya.
"Mas ko telat pulangnya kamu telat 12 menit loh", omel Dinda.
Frans terkekeh geli sampai sampai menittan saja Dinda hitung "Maaf sayang tadi macet di jalnnya", bohong Frans, ini bohong untuk kebaikan tidak apa apa pikirnya.
"Ko kamu bau banget ya, ihh mas jorok sana mandi", usir Dinda.
__ADS_1
Ya Allah Ya Allah Astagfirullohalazim, batin Frans, dirinya yang mendekat bahkan sambil lari sudah tau suami seharian habis kerja, perasaan tubuhnya masih wangi tidak ada bau sama sekali, Frans sampai mengendus ngendus ketiaknya kiri kannan, tidak ada bau sama sekali pikirnya.
Melihat Dinda yang meninggalkannya dan sudah masuk ke dalam rumah Frans hanya bisa menggeleng, dia juga masuk ke rumah itu langsung mendengar teriakan istrinya yang memberi tahu Naomi kalau jangan dekat dekat padanya karena bau.
"Kenapa Frans?", tanya Mama Sinta bingung kerena melihat Frans mengendus ngendus badannya terus.
"Ma emangnya aku bau banget ya?", tanya Frans sambil mendekat pada Mama Sinta.
"Nggak juga malah masih wangi".
"Kata Dinda badanku ini bau banget Ma".
"Yaudah kalau katanya bau, kamu harus cepet cepet mandi dia dari tadi nungguin kamu di teras Frans".
"Iya Ma, aku mandi dulu", menaiki tangga sambil terus mikir mikir ada apa dengan badannya ini, kata Dinda bau tapi kata Mama Sinta masih wangi.
Sampai kamar juga Dinda tidak ada di kamar itu tidak seperti biasanya, baju sudah Dinda siapkan seperti biasanya hanya saja orangnya entah kemana, pusing dengan pemikirannya sendiri Frans memilih untuk mandi dengan cepat.
.
.
.
❤❤❤ Happy reading 😘😘😘
Frans mendapat tlpon dari
__ADS_1