
Pagi ini semuanya sibuk untuk siap siap ke tempat acara. Bahkan Rio juga tadi malam menginap di kediaman Wiguna.
Acara Ijab Kabul akan di laksanakan jam 9 pagi sedangkan resepsi nanti akan di adakan jam 1 siang sampai selesai.
Frans di kamarnya juga sudah siap tinggal menunggu di panggil Mama Sinta untuk berangkat ke tempat acara.
Gugup deg degan sangat sangat Frans rasakan sekarang, takut sekali nanti pas Ijab Kabul tidak lancar atau harus ngulang dua atau tiga kali , dulu saja pas nikah pertama tidak merasakan seperti ini, malah dulu terkesan lempeng saja tidak memikirkan ini itu.
"Frans sudah siap kan", tanya Mama Sinta, yang masuk ke kamar anaknya.
"Iya Ma sudah, ayo", Frans dan Mama Sinta keluar dari kamar beriringan menuruni tangga.
Masuk ke dalam mobil. "Tegang amat mukanya bang".
"Iyo jangan kurang ajar ya lu, gue sumpahin nanti pas waktunya elu nikah lebih tegang dan gugup dari gue", ucap Frans sengit.
"Yaelahh bang sensitif banget sih bang, gue bukan ngeledek sumpah dah, nih minum dulu supaya tegangnya sedikit berkurang", Rio menyodorkan air botol mineral.
"Bawa santai saja Frans, kalau terlalu tegang nanti gak cukup sekali dua kali ngucapin Ijab Kabul nya", ucap Papa Wira.
__ADS_1
"Iya Pa", Frans berusaha mengurangi ke gugupan dan ke tegangannya.
...****************...
"Masya Allah anak Ibu cantik banget", puji Ibu Ranti. Kamu sudah kaya bidadari turun dari kayangan saja nak sangat cantik. Sukses membuat pipi Dinda merah merona.
Pujian berlebihan memang namun ya namanya juga seorang ibu ke anak nya, mau di kata orang biasa saja juga tetap kata ibunya mah tercantik dan yang paling cantik. Dinda memang cantik dan manis dari sana nya, di dandanin kali ini nambah berkali kali lipat cantik nya.
"Wowww Mama cantik banget Ma", puji Naomi melihat Dinda.
"Terimakasih sayang nya Mama", sungguh demi apa di bilang cantik membuat Dinda seakan terbang melayang, jujur dia juga merasa bukan dirinya yang ada di pantulan cermin itu, rasanya ini semua seperti mimpi, dia akan menikah, hari ini akan menjadi istri seorang Frans Wiguna, seorang duda anak 1 namun Masya Allah walawpun sudah anak 1 dan umurnya hampir genap kepala tiga pesona nya tidak terkalahkan oleh seorang perajaka.
"Terimakasih, kakak juga cantik dengan perut buncit ini, sambil mengusap perut kak Salma", berusaha tertawa untuk menghilangkan rasa gugup nya.
"Gugup dan deg degan ya dek?", sangat terlihat dari raut muka Dinda.
"Kak", hanya itu yang keluar dari mulut Dinda, entah lah perasaan nya terasa di atas bukan di bawah juga bukan sekarang ini.
"Minum dek, tenang berdo'a supaya semuanya berjalan dengan lancar", kak salma mengelus punggung adiknya.
__ADS_1
.
.
Sedangkan di aula tempat acara Frans dan keluarga baru saja sampai lalu memasuki tempat yang sudah di sulap sedemikian rupa itu, dekor dengan bernuansa putih di pandu dengan beberapa pernak pernik biru dan juga berbagai macam bunga bunga segar yang memanjakan mata juga hidung.
Masya Allah bak di negri dongeng, Mama Sinta benar benar mempersiapkan segala nya dengan matang, apalagi yang dia bisa lakukan untuk anak semata wayang nya.
Dulu pas pertama Frans menikah juga mengadakan pesta namun pesta kecil kecilan karena Frans menolaknya, mengundang orang orang juga hanya beberapa orang penting saja.
Frans sudah duduk di kursi Ijab Kabul nya, semakin membuatnya gugup dan berkeringat di dahinya, baru kali ini dia merasakan gugup sejadi jadinya.
•
•
•
❤❤❤
__ADS_1
Happy reading, semoga suka dengan ceritanya ya, jangan lupa like😇 Terimakasih🙏🙏🙏