BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
80. Part 80


__ADS_3

Dinda dan Naomi sudah tidur karena ini sudah jam 10 malam. Frans turun ke bawah dia merasa haus, kebetulan Ayah dan Papanya masih asik ngobrol di ruang tengah.


Frans ikut duduk bergabung di sana, dia rasa ini waktunya yang cocok untuk iya bicara pada mertuanya.


"Ayah, boleh Frans bicara sebentar?", tanya Frans dengan hati hati.


"Iya nak boleh, ada apa sepertinya sangat penting?".


"Tapi Ayah janji jangan kaget".


Aya Hendra mengangguk "Iya Ayah janji".


"Apa Ayah masih mempunyai ibu dan kakak?".


Deg... Ayah Hendra kaget, muka nya langsung sedih, dia sudah berusaha untuk bisa melupakan Ibu dan kakak nya itu, karena dia sudah di haramkan untuk menemui mereka, mereka memutuskan semuanya, mereka tidak mau melihat muka Hendra lagi kalau masih mempunyai hubungan denga Ibunya Dinda.


"Punya nak, kenapa apa mereka mengganggu Dinda atau mengganggu kalian".


Frans menceritakan semuanya dari semnjak Dinda bertemu dengan Om Bima, Dinda sakit dan Om Bima Oma Rena sedang mereka tahan.


Sedih mendengar menantunya cerita seperti itu, karena Ayah Hendra tau bagaimana Ibu dan kakak nya dulu menyiksa sang anak.


"Sekarang mereka di tahan di kantor polisi apa dimana nak?".


"Kami belum melaporkannya ke polisi tentang hal ini Yah, Frans hanya ingin membuat mereka jera dan Frans akan bertanya pada Ayah terlebih dahulu walau bagaimanapun mereka Ibu dan kakak Ayah. Kalau Frans tidak mengingat Ayah sudah pasti mereka Frans bunuh, mereka sudah keterlaluan memperlakukan menyiksa anak di bawah umur".


"Mau bagaimanapun jangan sampai di bunuh nak, dosa kita terlalu besar jika membunuh orang, kalau kamu mau penjarakan, penjarakan saja mereka, Ayah ingin menemui mereka dulu apa boleh".


"Boleh Yah, besok ikutlah bersama Frans".


Ayah Hendra menunduk sedih, ya Allah perasaan tidak enak nya seminggu ini ternyata benar anak nya tidak baik baik saja.

__ADS_1


Andai dulu tidak menentang mereka mungkin tidak seperti ini, tapi dia juga punya tujuan hidup, ingin hidup bahagia dengan orang yang dia cinta dan yang mencintainya.


"Jangan terlalu Ayah pikirkan sekarang Dinda sudah sehat".


"Terimakasih nak, Terimakasih sudah membahagiakan anak Ayah, tolong jangan sakiti dia ya, masalalunya sudah begitu menyakitkan", pinta Ayah Hendra sedih.


"Frans akan berusaha membahagiakannya Ayah tenang saja".


Setelah banyak ngobrol sampai jam 1 malam mereka ngobrol bagaimana baiknya, namun setelah mendapatkan pencerahan dari sang mertua akhirnya Frans sadar dosa yang begitu besar jika kita membunuh manusia.


Hati Frans sudah lega sekarang, dia akan mengikuti saran mertuanya, apapun itu demi kebahagiaan istrinya kebahagiaan keluarganya.


Masuk ke dalam kamar hatinya menghangat melihat Dinda sedang tidur nyenyak memeluk Naomi.


Frans ikut berbaring di samping istrinya dia juga tak lama tertidur.


.


.


"Pagi sayang", Frans memeluk istrinya.


"Pagi juga mas, mandi kamu dulu apa aku dulu?".


"Bareng yuk", Frans tersenyum aneh.


"Mas duluan aja ya, kalau mandi bareng pasti bukan hanya mandi doang", keluh Dinda.


"Tau aja hehee, iya yaudah iya aku mandi duluan", sebelum turun Frans mencium bibir istrinya terlebihdulu. Dinda menggeleng dengan kelakuan suaminya.


Setelah selesai mereka turun ke bawah untuk sarapan, Frans sudah memakai baju kerjanya Naomi juga sudah memakai seragam sekolahnya dengan rapih.

__ADS_1


Setelah sarapan Dinda mengantar Naomi ke sekolah, Frans sudah bilang bahwa Ayah juga ikut ke kantornya Papa Wira juga masuk ke mobil Frans, agar Dinda tidak curiga.


Mereka di bawa Rio menuju tempat di mana Om Bima dan Oma Rena mereka tahan.


Sampai sana Ayah Hendra langsung melihat Ibu dan kakak nya yang selama ini iya rindukan. Mau bagaimanapun perlakuan mereka kepadanya pada anak nya, Ibu tetap Ibu juga tetap Kakanya.


"Hendra, tolong Mama Hen, menantumu itu mengurung Mama dan Kakakmu di sini sudah seminggu", ucap Oma Rena.


"Apa yang kalian tuang itulah yang kalian tuai, aku tidak bisa membantu kalian, karena menantuku lebih berkuasa atas anakku, anak yang sudah kalian siksa".


"Adik yang tidak berguna, sampah kau", marah Om Bima.


"Heiii berenti kau menyebut mertuaku sampah, karena kau lah yang sampah di dunia ini, marah Frans. Sekarang terima hukuman kalian dengan segala bukti yang sudah aku dapat dan aku pegang, dan beruntunglah kalian karena mertuaku tidak mengijinkan aku untuk membunuh kalian, namun kalian akan menerima hukuman yang berat untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kalian sendiri".


"Hen tolong Mama, Mama tidak mau di penjara", jerit Oma Rena.


"Aku tidak bisa membantu kalian, keputusan suaminya Dinda tidak bisa aku ubah begitu saja, tobatlah kalian karena umur semakin tua renungkan apa kesalahan kalian selama ini pada anak dan istriku".


"Kurang ajar memang kau Hendra, menyesal aku membesarkanmu".


"Maaf Ma, sekali lagi maaf aku tidak bisa membebaskan kalian".


Polisi sudah sampe sana langsung membawa Oma Rena dan Om Bima.


Raut sedih di muka Ayah Hendra sangat terlihat, Frans tau mertuanya itu sebenarnya tidak tega, namun bagaimana lagi toh mereka yang memulai awalnya.




__ADS_1


❤❤❤ Happy reading, jangan lupa like ya😊🙏


__ADS_2