BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
12. Part 12


__ADS_3

"Dari tadi Papa tidak meliahat orang, memangnya kamu sama siapa", jangan mau sama orang sembarangan sayang, ucap Frans.


Apa dia OG tadi yang Naomi maksud ya, kurang ajar sepertinya dia yang membawa Naomi keluar juga, batin Frans.


"Ya Papa", padahal tadi kakak cantik yang tolongin Naomi, sampe bisa ketemu Papa lagi.


Naomi belum ucapin Terimakasih sama kakak cantik, tapi kakak cantik udah pergi aja, semoga aku bisa ketemu lagi sama kakak cantik ya Allah, Aamiin do'a Naomi.


Frans yang melihat anak nya sampai berdo'a seperti itu ada rasa sedikit bersalah, tapi dia menakis rasa itu, ahhh mungkin dia cari cari kesempatan saja buat dekat dengan anakku, tidak akan aku biarkan siapapun mempengaruhi anak ku. Apalagi OG ceroboh itu.


"Papa kenapa melamun?", apa yang Papa pikirkan apa Papa sakit?, deretan pertanyaan Naomi membuat buyar lamunan Frans.


"Ahh tidak sayang Papa tidak sakit", ucap Frans dengan cepat dan sedikit kaget.


"Naomi mau makan siang apa?", kita makan siang dulu ya, om Rio yang akan membelikan kita makan siang.


"Aku mau makan ayam goreng aja Pa", ucap Naomi.


"Yaudah Papa akan suruh om Rio membeli ayam goreng nya ya".


"Tapi aku ngantuk Pa".

__ADS_1


"Nanti kalau sudah abis makan baru tidur ya, oke".


"Oke Pa, ucap Naomi".


Frans langsung menghubungi Rio untuk membelikan makan siangnya dengan sang anak. Sekaligus membeli makan siang untuk Rio juga tentunya.


...**********...


Di kantin kantor, Dinda dan Lusi sedang makan sambil mengobrol, sesekali mereka ketawa juga, Ojan yang sengaja menyenggol bahu Lusi, rasanya sehari saja tidak iseng ke Lusi ada yang kurang di harinya itu.


Lusi yang memang dari tadi pagi masih menyimpan dendam kepada Ojan kini semakin menjadi.


"Ojannnnn geram Lusi, awas kamu ya akan ku kejar kau sampai ke lubang semut pun".


"Aku rasa kalian akan berjodoh deh ucap Dinda sambil tertawa".


"Dindaa, geram Lusi muka nya memerah matanya mendelik".


Dinda semakin terbahak ketawa. Duhh setiap hari akutu dapet hiburan terus, kalian benar benar memberikan hiburan geratis kepadaku, batin Dinda.


"Udah yuk Lusi yang cantik dan baik hati, mending kita bayar makanan dulu daripada marah marah terus tar ubanan tu rambut haha".

__ADS_1


"Nyebelin kamu tuh Din kadang kadang", yaudah ayo kita bayar dulu, abis itu langsung Shalat aku mau ngademin otak jiwa dan raga, ucap Lusi.


"Tumben ngajak duluan ada angin dari sebelah mana nih", canda Dinda.


"Angin panggilan, supaya aku di jauhkan dari orang orang yang menyebalkan seperti Ojan".


"Kamu itu ada ada aja Lus".


Setelah Shalat, mereka melakukan pekerjaan nya masing masing. Duh gak kerasa waktunya pulang, Dinda yang baru saja mau masuk ke lift berpapasan dengan Frans yang keluar dari lift.


Di tatapnya Dinda denga sorot mata yang tajam, sangat menyeramkan batin Dinda aku salah apa ya, ibu tolonggg.


"Kamu jangan sekali kali mempengaruhi anak saya ya", ucap Frans.


"Ma..maksud bapak apa ya, saya tidak mengerti".


"Cih pura pura bodoh, apa memang bodoh kamu ini", setelah bicara itu, Frans meninggalkan Dinda begitu saja tanpa memberi tahu apa maksudnya dan tujuan nya berbicara seperti itu.


Apa maksud pak Frans ya aku gak ngerti, dan kenapa dia kaya marah sekali, salah aku apa Ya Allah.


❤❤❤

__ADS_1


Jangan lupa like nya ya😘 Terimakasih🙏🙏🙏


__ADS_2