
Frans masih sibuk dengan dua gundukan kenyal, yang pas di gemgaman nya itu, bak bayik yang sedang meminum asi ibu, Frans sibuk menyedot dua gundukan itu bergantian.
Akhh masshh desah Dinda semakin membuat Frans bersemangat.
"Boleh sayang kita sekarang ya?", Frans meminta dengan muka penuh gairah.
"Lakukan mas, aku istrimu sekarang, pelan pelan ya aku takut".
Dengan semangat 45 Frans mengangguk, melucuti semua pakaiannya dan pakaian Dinda.
"Mas pakai selimut ya, malu", ucap Dinda menutup wajahnya.
"Iya sayang", Frans mengikuti saja kemauan istrinya, tidak apa yang penting istrinya nyaman.
Mencium seluruh wajah Dinda dengan perlahan, Frans tau ini pertamakali buat istrinya jadi dia jangan terlalu terburu buru, berusaha memberikan sentuhan memabukan dan memberi kenyamannan buat istrinya.
Dinda memejamkan matannya karena malu melihat Frans sudah telanjang bulat. "Buka matanya sayang liat mas".
"Malu, Dinda menggelengkan kepala".
"Harus terbiasa jangan malu ini halal untuk kamu lihat, buka sayang matanya ayo", membujuk Dinda. Dinda akhirnya membuka matanya secara perlahan melihat Frans yang tersenyum manis padanya.
"Aku mulai sayang, tahan dikit kalau sakit ya, atau cakar gigit mas gak apa apa". Dinda menggeleng.
Frans mencium dan menyesap dua gundukan favorite nya dengan gemas. Menyatukan bibirnya lagi dengan Dinda dan langsung di sambut dengan baik meskipun masih kaku. "Sayang aku masuk bisik Frans".
Butuh perjuangan untuk membobol gawang itu sangat sulit dan juga sempit. Dinda memilih menggigit bantal yang di ambil dari sebelahnya merasakan sakit yang lumayan luar biasa.
__ADS_1
Frans membiarkan senjatanya tertanam, menikmati pijatan pijatan memabukan di bawah sana. Membuka bantal yan menutup muka Dinda.
"Sakit mas", ucap Dinda, matanya berkaca kaca.
"Maaf sayang, tanggung sayang mau di keluarin juga, muka Frans melas".
"Jangan lanjutkan aja", meski sakit namun Dinda juga tidak tega dengan suaminya.
Frans mencium bibir Dinda memberikan kenyamanan, setelah merasa Dinda mulai nyaman, barulah dia menggerakan dengan perlahan dan penuh hati hati semakin lama semakin memabukan Frans merasakan ini sangat luar biasa, tidak pernah dia dapatkan dari istri pertamanya.
Kamar itu penuh dengan ******* Frans dan Dinda, jeritan jeritan kecil Dinda semakin membuat Frans semangat.
Hampir 1 jam melakukannya, tenaga Frans seolah tidak berkurang sedikit pun, malah membalikan Dinda, Frans sudah kasian pada istrinya yang sudah terlihat lelah namun dia belum mendapatkan puncak nya masih mencari cari dimana titik kepuasan dia. Hampir mau sampai puncak Frans membalikan Dinda lagi menghadapnya, mendongak dan menanamkan senjatanya sepenuhnya Frans menlenguh nikmat.
Dengan ngos ngosan Frans mencium kedua mata dan kening Dinda sangat lama.
Frans menjatuhkan badannya di pinggur Dinda. Dinda malu di tatap seperti itu oleh Frans.
Akhirnya mereka melakukan di pagi pertama, bukan malam pertama.
"Masss ih jangan liatin kaya gitu malu", menyembunyikan wajahnya di dada bidang Frans. Frans tertawa sambil mengusap punggung Dinda yang mulus.
"Sayang semoga mereka cepat tumbuh di sini ya", Frans mengusap Perut Dinda yang rata.
"Mas mau anak dariku?", tanya Dinda, membuat Frans heran.
"Kamu memangnya tidak mau?".
__ADS_1
"Bukan aku tidak mau, aku nanya sama kamu, memangnya kamu mau mempunyai anak dari wania kampung sepertiku".
"Ini bukan wanita kampung, ini istrinya Frans, nyonya Frans Wiguna, ini wanita yang sangat sangat di cintai olehku", Frans menekan pipi Dinda dengan telunjuknya, di susul dengan kecupan manis di bibir Dinda.
"Terimakasih sudah mencintaiku", Dinda memeluk Frans dengan erat, mereka masih belum memakai baju.
"Sayang dia bangun lagi lo, siap kan kedatangannya lagi", goda Frans.
"Nggak, laper mas, itunya nanti aja ya aku laper", keluh Dinda.
"Yaudah aku akan menyuruh orang hotel ini untuk membawa makannan kita sayang", Frans mencium kepala Dinda.
"Mas Naomi sama siapa?".
"Ada Oma Opa nya sayang jangan di pikirin, kita nikmatin waktu kita berdua, kalau ada Naomi kamu pasti milih dia".
"Dihhh Papa nya Naomi jelek kalau ngambek", Dinda cekikikan sendiri.
•
•
•
❤❤❤
Happy reading, duh deg degan nulis ini sumpah hahaha, maaf ya kalau aur auran gak bisa dan gak tau sebabnya huwaaaa
__ADS_1