BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
84.


__ADS_3

Setelah mandi Frans langsung turun kebawah karena jam juga baru setengah 6 sore.


"Masss", teriak Dinda lagi.


Ya Allah apalagi ini akan ada derama apalagi ya, pikir Frans "Iya sayang", ucap Frans sambil berjalan menuju anak dan istrinya.


"Kangen", Dinda langsung memeluk Frans dengan manja.


"Iya sayang", Frans juga mencium kepala istrinya bertubi tubi.


"Ko iya doang sih, kamu gak kangen sama aku ya", matanya sudah berkaca kaca.


Ehhh Ya Allah gue salah ngomong, jerit Frans dalam hatinya "Iya sayang mas juga kangen loh malah kangen banget banget", ucap Frans sambil mencium pipi kiri dan kannan istrinya.


Dan palah ini, tadi sudah hampir tumpah tuh air mata, sekarang apa malah ketawa terpingkal pingkal.


"Yeayy Papa kangen Mama katanya tuh sayang denger kan", ucap Dinda pada Naomi.


"Iya Ma Nomi juga denger ko, lagian Papa mana bisa kangenin yang lain", ucap Naomi.


"Kalau Papa sampai kangen sama yang lain akan Mama kuliti dia", ucap Dinda sambil menatap tajam Frans.


Astagfirulloh ini istriku bukan sih, batin Frans, sampai mengeridik ngeri melihat tatapan tajam istrinya.


Dinda langsung mencleos ke dapur mengambil cemilan, doyan banget nyemil juga tuh wanita.


"Nomi sayang sini", Frans menyuruh anaknya mendekat.


"Iya Pa, ada apa", Naomi langsung duduk di pangkuan Papanya.


"Ada yang aneh gak dari Mama sayang".


"Iya Pa, tadi siang juga ngomel terus karena pesannya Papa lama balas".


"Kenapa dengan Mama ya?", tanya Frans pada anak nya.

__ADS_1


"Nomi juga gak tau, masa tadi juga baru jam 3 Nomi udah di suruh mandi kan aneh Pa", adu Naomi pada Papa nya.


"Yaudah sayang jangan ngebantah Mama ya", Frans mengelus kepala anak nya.


"Hayooo ngomongin aku ya", ucap Dinda sambil membawa toples cemilan juga jus buah naga, padahal kemarin kemarin dia jijik melihat buah itu kaya darah katanya, tapi apa sekarang dia membuat jus buah naga.


"Jangan suudzon sayang orang lagi nasehatin anak nya supaya nurut sama Mamanya".


"Ohhh", hanya itu yang keluar dari mulut Dinda setelah itu mulutnya penuh oleh keripik kentang yang iya bawa tadi.


.


.


Sedangkan di rumah sakit Ayah dan Ibu Dinda baru sampai di sana, Frans sudah menyiapkan segalanya bahkan ruangan yang di tempati Oma Rena juga ruangan vvip.


Frans sudah menitipkan mertuanya itu pada anak buah suruhannya, makannan minuman dan buah buahan sudah Frans siapkan, selimut juga kasur sudah ada di sana bahkan tv segede pintu juga sudah ada di sana, Frans sudah menaruh Bi Anah juga untuk membantu mertuanya selama menjaga Oma Rena, karena Frans paling hanya bisa besok lagi dia ke rumah sakit itu.


"Ya Allah mbak, ini semua menantuku yang tanggung", ucap Bu Ratna, karena dia merasa bukan di rumah sakit.


"Ya Allah Yah menantu kita Masya Allah", langsung Bu Ratna mendekat ke arah Oma Rena. "Ma gimana?, masih ada yang sakit?".


Oma Rena hanya menggeleng diam seribu bahasa.


"Mama mau makan apa?", tanya Bu Ratna lagi, dan hanya gelengan kepala jawaban dari Oma Rena.


"Ma gimana kabar Mama?, apa ada yang masih sakit, Maafkan Hendra Ma", air mata Ayah Hendra sudah turun".


Oma Rena juga sudah menangis badannya bergetar namun mulutnya masih iya kunci rapat.


"Maafkan kami yang lalai dan tidak bisa merawat Mama, Maafkan Ratna Ma", ucap Bu Ratna mencium punggung tangan Oma Rena, ini kali pertama beliau bisa mencium tangan mertuanya.


Oma Rena menggeleng sambil menangis.


"Peluk Mama nak", ucap Oma Rena dengan terbata.

__ADS_1


Bu Ratna dan Ayah Hendra memeluk Oma Rena mereka menangis bertiga, Ayah Hendra menumpahkan kerinduan yang selama ini iya pendam.


Lama sekali mereka menangis bertiga sambil memeluk Oma Rena. "Maafkan Mama nak", ini kali pertama Oma Rena meminta Maaf yang Ayah Hendra dengar selama hidupnya, sebab Ibunya ini sangat keras wataknya.


Oma Rena mengelus kepala anak dan menantunya "Maaf Mama tidak bisa menjadi Mama yang kamu inginkan Hendra, Maafkan Mama Ratna Mama yang begitu keras menolak kamu sayang".


Tangis Bu Ratna semakin pecah, Ya Allah sungguh keajaibanmu datang pada waktunya, batin Bu Ratna.


"Mama gak ada salah Ma, kami yang salah sama Mama, Maafkan segala dosa kami terhadap Mama, Maafkan Ratna belum pernah menjadi menantu yang baik untuk Mama".


"Tidak nak, kamu sangat sangat baik, Mama yang tidak pernah bersyukur selama ini"..


.


Setelah mencurahkan segala unek unek yang mereka pendam dan simpan selama ini sambil terus menangis. Kini Oma Rena merasa perasaan nya begitu lega luas serasa tak ada beban sedikitpun dalam hidupnya.


"Mama mau makan apa?, Ratna suapin ya".


"Mama mau buah aja, mulut Mama gak enak nak", ucap Oma Rena suaranya sedikit melemah.


"Mama belum makan sama sekali kata suster, Mama makan bubur dulu ya sedikit saja, habis itu baru makan buah ya", Bu Ratna sangat lembut memperlakukan mertuanya.


Mau tak mau Oma Rena mengangguk, selagi Bu Ratna menyuapi Oma Rena, Ayah Hendra mengupas apel untuk Oma Rena dengan perasaan berbunga bunga bahkan senyumnya tidak luntur.


Do'a nya selama 23 tahun kini Allah ijaba kabulkan, Masya Allah kuasa Allah dan atas ijin Allah dia bisa menyentuh Ibunya lagi.


.


.


.


❤❤❤ Happy reading 😘😘😘


Besok puasa hari kedua ya, Masya Allah semoga kita di beri kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa ini 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2