
Sudah 1 jam lebih Frans tidur di temenin Dinda, tidak ada tanda tanda akan bangun malah memeluk erat istrinya.
"Mas bangun, jemput Naomi yuk".
"Ngantuk banget sayang", malah semakin menelusupkan wajahnya.
"Bangun yuk cuci muka kita jemput Naomi".
"Iya sayang bentar 5 menit ya".
"Mas ponsel kamu dari tadi udah bunyi terus loh".
"Paling Rio".
"Ayo bangun ih kalau gak bangun aku sama Pak Herman aja ya jemputnya".
"Nggak, iya sayang iya aku bangun ini", Frans langsung bangun menuju kamar mandi dengan sempoyongan.
Aneh banget ni orang biasanya juga gak pernah tidur siang ini udah hampir 2 jam tidur dia bilang masih ngantuk, Dinda menggelengkan kepala seperti bukan Frans pikirnya.
Dinda yang sedang duduk di meja riasnya sedang menggunakan jilbab nya, Frans yang baru keluar dari kamar mandi langsung menumpukan dagunya di kepala Dinda.
"Cantik banget sih sayang".
"Masa sih", pipi Dinda langsung bersemu merah di puji suaminya padahal setiap hari selalu di bilang cantik, entah lah kalau di bilang cantik suka salting terus.
"Iya dong pasti cantik istriku tercantik di dunia dan akhirat".
"Aamiin", Dinda tersenyum.
"Jangan senyum kaya gitu Ma, sayang bilangin ke Mama kalau Mama senyum Papa suka gak tahan gitu", Frans mengelus dan mencium perut Dinda yang masih rata.
"Mas apasih", geli sendiri Dinda mendengan omongan suaminya.
"Mama itu suka malu malu loh sayang padahal suka mau juga".
"Jangan ngelantur mas, Dinda mendelik. Utun bilangin ke Papa udah tua jangan suka banyak ngelantur gitu".
"Hahaa iya sayang Mama suka kaya gitu gak pernah mengakui kalau lagi mau juga", seperti orang kurang setengan ons mereka bicara pada jabang bayik yang masih baru mau membentuk.
"Udah ah tar telat mas, anaknya ngambek lagi nanti".
Frans mencium bibur istrinya yang tidak pernah membuatnya bosan malah semakin nagih rasanya.
__ADS_1
"Yuk kita berangkat sayang".
Frans dan Dinda menjemput Naomi ke sekolahnya, benar saja sampe sana Naomi sudah menunggu di jemput Mamanya, mukanya sudah cemberut karena Dinda telat menjemputnya.
"Mamaaaa ko telat sih, ada Papa juga", yang tadinya muka sudah kerung kini berubah menjadi senyuman yang merkah.
"Iya dong Mama sama Papa punya kejutan loh", Frans langsung menggendong anaknya.
"Wah kejutan apa Pa, Ma ada kejutan apa?".
"Masuk dulu ke mobil sayang", Dinda tersenyum mengelus kepala Naomi..
Setelah masuk ke mobil anak itu benar benar tidak sabaran katanya ada kejutan tapi di dalam mobil iya cari tidak ada apa apa.
"Kejutannya mana?", bingung Naomi.
"Kejutannya ada di perut Mama sayang", ucap Frans tersenyum merkah, hari ini Frans full senyum.
Naomi sampai menyibakan baju kemeja yang Dinda pakai saking penasarannya. Dinda terkekeh dengan tingkah Naomi untung ini di dalam mobil jadi aman aman saja.
"Gak ada Pa", masih bingung.
"Di dalam perut Mama sayang", ucap Frans lagi dia senang melihat muka penasaran anak nya.
"Sayang sini kiss Mama dulu, Naomi mau punya adik gak?".
"Mau mau Ma mau banget, Jeremy juga punya adik baru katanya lucu, Nomi juga mau Ma".
"Oyah, Jeremy udah punya adik ya, Nomi juga mau punya adik?, adiknya masih di dalam perut Mama, Nomi senang gak?".
"Ngeluarinnya nunggu pup ya Ma?", tanya Naomi lagi, Frans tidak bisa menahan tawa mendengar celotehan anak nya.
"Etss nggak sayang tunggu 8 bulan lagi ya", ucap Dinda sambil mengelus kepala Naomi.
"Yah lama dong Ma", Naomi menunduk lesu.
"Ya sabar dong sayang kan mau jadi kakak harus sabar".
"Yeayyy Nomi mau jadi kakak, girangnya tapi setelah itu mukanya Naomi murung lagi. Ma, Mama bakalan sayang aku terus gak kalau udah ada adik?", jeb pertanyaan Naomi terasa seperti jarum yang menusuk ke ulu atinya Frans, tidak pernah Frans membayangkan dan terpikirkan tentang itu, mau bagaimanapun Naomi bukan anak dari rahim Dinda, ya dia juga sekarang ada rasa takut, takut anak nya tida terurus lagi.
"Ko ngomong gitu sayang, lihat Mama, apa kasih sayang Mama selama ini kurang ke Naomi, apa Mama pernah memperlakukan Naomi yang tidak baik nak", air mata Dinda luruh dia takut selama ini masih kurang perhatian pada anak sambungnya itu segala upaya yang dia bisa dia sudah kasih ke Naomi.
"Nomi takut Mama nanti gak sayang lagi ke Nomi".
__ADS_1
"Nomi anak Mama sayang, Mama sayang banget sama Nomi, Maafin Mama ya kalau selama ini kamu masih kurang kasih sayang dari Mama", Dinda memeluk erat Naomi, Naomi juga menangis dalam dekapan Dinda.
Frans sangat terharu melihat pemandangan di sampingnya itu, anak nya ternyata menyimpan luka yang begitu dalam di hidupnya, pantas saja Naomi merasa seperti itu toh dia baru ketiga bulan ini merasakan kasih sayang dari seorang Ibu meskipun Ibu sambung.
Dinda masih mendekap erat Naomi memberikan kecupan bertubi tubi di seluruh wajah anak itu.
"Ingatkan Mama ya sayang kalau Mama lalai sama kamu".
"Mama jangan pernah tinggalin Nomi ya".
"Mama gak akan pernah ninggalin Nomi, Nomi anak cantik dan pintarnya Mama, akan tetap menjadi kesayangan Mama".
"Terimakasih Ma, Nomi sayang banget sama Mama".
"Sama sama sayang Mama lebih lebih sayang nya sana Nomi".
"Ke Papa gak sayang nih", Frans menimbrung obrolan anak dan istrinya, dia ingin mencairkan suasana, padahal dalam hatinya juga masih menganjal.
"Sayang dong iya kan sayang", ucap Dinda.
"Sayang banget sama Papa, kata Mama juga kemarin kalau gak sayang sama Papa kita gak bakalan bisa jajan es cream, coklat dan beli mainnan banyak".
"Mama nih ngajarin anak nya matre juga ya".
"Iya dong, cinta doang mah gak bakalan kenyang mas", Dinda terkekeh.
"Untung harta Papa banyak ya sayang jadi Mama bisa terus terusan sayang sama Papa".
"Hustt jangan sombong mas", Dinda mencubit lengan suaminya.
"Awww sakit Ma, Kamu duluan yang mancing aku buat sombong ya sayang".
Hahahhaa Dinda dan Naomi juga Frans tertawa, tidak pernah ada dalam mimpi Frans mempunyai keluarga bahagia seperti ini setelah beberapa kali di kecewakan.
Nyatanya ini rumah tangga yang sesungguhnya, selalu ada kebahagiaan di setiap harinya, mempunyai istri seperti Dinda sungguh membuat Frans merasa menjadi manusia yang sebenarnya.
.
.
.
❤❤❤ Happy reading 😘😘😘
__ADS_1
Jangan lupa like nya ya, Terimakasih buat yang masih setia membaca cerita Utor, Selamat menjalankan Ibadah puasa, sabar ya masih 3 jam lagi, tahan haus nya.....😂😂😂😂