BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
41. Part 41


__ADS_3

Dinda yang merasa kaget dan bingung dia hanya menurut saja di tarik oleh Frans.


Sampai sudah masuk mobil dia baru sadar.


"Ehhh pak mau kemana?", tanya Dinda dengan bingung.


Frans memasangkan seatbelt ke tubuh Dinda, mukanya sangat dekat sekali dan cup, Frans mencuri ciuman secepat kilat, dalam hatinya bersorak gembira.


"Turunkan saya dari sini pak, jangan kurang ajar ya anda mentang mentang bos, jadi se enaknya saja", Dinda sudah tersalut emosi.


"Jangan marah marah kenapa sih", ucap Frans dengan enteng.


"Gimana saya gak marah marah, wahai bapak Frans yang terhormat, anda sudah mencuri ciuman pertama saya dan ini yang kedua kalinya anda mencuri ciuman, cek saya kira seorang Frans Wiguna tidak sebejad itu".


"Yaudah kalau gitu kamu tidak boleh berciuman sama siapapun kecuali aku", sambil tersenyum.


"Enteng sekali anda berbicara seperti itu", Dinda memukul tangan Frans dengan keras, namun bukan Frans yang sakit malah Dinda yang kesakitan.


"Tuhh kan makanya jangan mukul mukul, jadinya tangan kamu yang sakit kan", Frans mengusap dan meniup tangan Dinda.


"Lepas pak", Dinda menarik tangannya dengan kasar.


"Yaudah kita jemput Naomi sekarang deh".


"Yang benar saja pak anda sesuka hati mengajak saya tanpa persetujuan terlebih dahulu".


"Duduk dengan tenang bisa tidak sih", Frans mulai kesal, dari tadi Dinda tidak diam, mulut ngomel tangan memukulnya.


"Turunkan saya di sini pak".


"Tidak akan dan jangan harap, berentilah mengoceh duduk dengan tenang saya sedang nyetir bisa bisa saya nabrak karena kamu tidak bisa diam, tegas Frans".


"Orang kaya bisa sesuka hati ya, setelah menindas orang miskin ini, sekarang memaksa untuk mengikuti kemauannya", sangat enteng ucap Dinda, langsung memalingkan wajahnya menghadap jendela.


Frans merasa tertampar.


"Maaf untuk yang kemaren kemaren".


"Kata maaf memang mudah, namun hati kadang seperti gelas kalau sudah pecah susah untuk menatanya lagi".


Frans melihat jam nya masih ada waktu pikir Frans. Langsung saja membelokan mobilnya ke pinggir jalan. Menatap Dinda yang sedang membuang mukanya.


Jujur saja Dinda merasa takut, namun dia berusaha untuk tenang.


"Dinda Mahendra liat saya".


Namun Dinda tak kunjung menoleh ke arah Frans. Dibalikannya wajah Dinda supaya menghadap ke arahnya.


"Maaf, maafkan aku kemarin kemarin yang terlalu kasar sama kamu", maaf Frans dengan tulus.

__ADS_1


"Saya sudah memaafkan pak, namun susah untuk melupakan.


Kata demi kata yang terucap dari mulut pak Frans tidak mudah hilang begitu saja di ingatan saya, saya memang miskin harta namun saya tidak miskin etika, dan satu lagi ya pak saya tidak pernah TIDAK PERNAH berniat sedikitpun untuk menggoda bapak, mendekati Naomi untuk mengambil perhatian pak Frans, itu tidak ada dalam pikiran saya atawpun dalam mimpi saya sedikitpun".


"Kalau saya mencintai kamu bagaimana?", Frans bertanya, padahal dia juga tidak tau dengan hatinya yang sekarang.


"Hahahaaa, saya rasa bercanda anda kelewatan tuan", Dinda menggelengkan kepala.


"Saya serius Dinda".


"Udahlah pak, mana ada seorang Frans Wiguna, orang ter hormat, orang terkaya mau dengan saya yang hanya seorang OG", kejedot kali ni orang pikir adinda.


"Terserah kamu mau ngomong apa, yang penting mulai sekarang kita pacaran titik, kamu tidak boleh dekat dekat dengan seorang lelaki siapapun itu kecuali ayahmu".


"Dih saya rasa pak Frans kepentok deh".


Frans tidak menanggapi ucapan Dinda, dia melajukan mobilnya menuju sekolahan Naomi.


Sampai sana benar saja yang lain sudah berhamburan untuk pulang.


"Tunggu di sini sebentar ya, saya mau menjemput Naomi dulu ke dalam", Frans mengelus kepala Dinda.


Ni si bos mesum aku rasa dia sudah gila deh, batin Dinda.


Tidak lama bapak satu anak itu keluar dengan menggendong anaknya.


"Kakak cantikkk", ucap Naomi dengan senang. yang awalnya Frans taro di kursi belakang Naomi dengan cepat pindah ke depan ke pangkuan Dinda.


"Papaaa aku mau duduk sama kakak cantik", dengan mode cemberutnya.


"Iya yaudah duduk sini aja", ucap Dinda.


"Din ayolah dia udah gede berat".


"Apasih pak, kenapa anda mendadak jadi bawel kaya gini sih, heran saya", ketus Dinda.


"Ini semua karena kamu". Frans langsung menjalankan mobilnya.


Pasti bertanya tanya ya kenapa Frans bisa berubah secepat kilat heheee.


Frans sudah membaca laporan yang asisten Rio dapatkan tentang Dinda.


dia sudah tau bagaimana keluarga Dinda.


Keluarga Dinda yang di asingkan oleh neneknya, atau dari keluarga Ayahnya. Dinda yang sempat di culik pas masih sekolah Smp selama 2 tahun, dan mereka memperlakukan Dinda dengan tidak berperikemanusiaan.


menarik menurut Frans, karena Dinda juga di tinggalkan nikah sama kekasihnya padahal sudah lama menjalin hubungan.


langsung terbesit dalam hati Frans untuk menjadikan Dinda sebagai Mamanya Naomi

__ADS_1


rencana demi rencana sudah dia susun sendiri tinggal sedikit meminta bantuan Naomi.


Frans sempat berpikir, pantas saja pas waktu Frans membentak Dinda kemarin langsung terlihat wajah panik dan ketakutannya, pantas saja di dorong sedikit juga langsung pingsan ternyata dia mempunyai masalalu yang menyakitkan.


Frans sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan membalas semua perbuatan mereka yang menyakiti Dinda dan keluarganya.


Awalnya Frans ingin mengajak Dinda dan Naomi makan di lestoran, namun Dinda kekeh tidak mau turun, walawpun Frans dan Naomi turun Dinda akan tetap berada di mobil.


Tidak bisa apa duda anak 1 itu mengikuti kemauan Dinda, demi Dinda nyaman dia mengikuti saja.


Sampai kantor, turun dari mobil awalnya Dinda mau mencari Lusi untuk makan siang bareng, tidak bisa apa Dinda sudah langsung di tarik masuk kedalam lift oleh anak dan bapak itu.


"Ayolah pak saya mau makan, cacing dalam perut saya sudah demo", rasanya Dinda ingin menangis, muak dengan segala tindakan tindakan Frans.


"Makanlah dengan kami di atas, saya sudah menyuruh Rio untuk menyiapkan makan kita", Frans kali ini berbicara dengan lembut.


"Naomi dari tadi diam saja, dia sedikit paham dengan situasi seperti ini, namun dia juga tidak mau lepas dengan Dinda".


"Sekali saja pak tidak maksa", keluh Dinda.


Frans hanya menyunggingkan senyumnya, merasa lucu melihat muka prustasi Dinda.


Masuk ke ruangan Frans di sana sudah tersaji makannan untuk 3 orang makan.


Rio memang selalu bisa di andalkan, batin Frans. Akan ku kasih bonus yang besar untukmu adikku batinnya lagi.


Dinda duduk bersebelahan dengan Naomi, Frans ada di depan mereka berdua, makan dengan tenang walawpun Dinda tau Frans selalu mencuri curi pandang untuk memperhatikannya makan.


Masabodolah pikir Dinda, toh dia lagi laper banget.


Setelah makan Naomi tak lama tertidur di pangkuan Dinda, anak itu menempel terus kalau sama Dinda.


Frans memindahkan anaknya ke kamar peribadi yang ada di ruangannya itu.


Dinda yang awalnya mau keluar namun pintunya terkunci.


"Mau kemana sayang?", Frans memanggilnya dengan sebutan sayang otomatis jantung Dinda rasanya mau melompat dari tempatnya.


"Ayolah pak saya mau kerja lagi, nanti saya makan gaji buta kalau kerja kaya begini".


Frans memeluk Dinda dengan erat, hatinya merasa tetimpuk batu besar, ucapan nya kemarin kemarin dinda selalu ulang ulang sekarang.


"Sayang maafkan aku", bisa kan tidak mengulang ngulang kalimat itu lagi.


"Lepas pak, jangan seperti ini, jika seperti ini saya merasa wanita murahan, sesuka hati bapak memperlakukan saya", uca Dinda dengan lirih namun jelas.


❤❤❤


Haiii semuanya maaf ya kalau tulisannya acak acakan kata katanya tidak beraturan.

__ADS_1


Padahal aku sudah baca lagi berulang ulang tapi suka masih ada saja yang hurupnya kebalik lah kadang mau ketik m jadinya n maaf ya🙏🙏


Maaf aku masih belajar silahkan kasih saran dan masukannya melalui komentar ya, Terimakasih😊🙏🙏


__ADS_2