
Pukul. 04.30 Dinda terbangun, pagi ini badan nya terasa lebih baikan daripada pagi kemarin.
Setelah mandi dan melaksanakan kewajibannya, perasaan Dinda semakin baik dan badanpun mulai segar.
Yahh aku hari ini masih ada ijin sakit, akan ku gunakan untuk istirahat, tapi harus membuat surat pengunduran diri, pikir Dinda.
Apa keputusanku sudah benar ya untuk mengundurkan diri, tapi setelah aku pikir pikir untuk apa bekerja di kandang singa.
Nanti deh aku pikir pikir lagi, tapi kalau secepatnya keluar, aku tidak tau apa aku akan segera mendapatkan pekerjaan baru, sedangkan di sini apa juga harus di beli, tabungan sudah menipis.
Ya Allah tolong tunjukanlah jalan padaku, sambil memejamkan mata.
Tok tok tok. Ketukan pintu dari luar membuyarkan lamunan Dinda.
"Dinda ini aku Lusi".
"Iya Lus, tunggu sebentar", Dinda turun dari tempat tidurnya untuk membuka pintu.
"Din gimana keadaan kamu, sudah mendingan kan? Sudah sehat kan?", Lusi sambil memutar badan Dinda, menempelkan punggung tangan nya untuk mengecek suhu tubuh.
"Aku baik baik aja Lus, sudah sehat ko badanku juga sudah lumaya segar".
"Alhamdulillah, ucap Lusi bernapas dengan lega", tadinya aku mau menginap ke sini tapi setelah mandi aku malah ketiduran.
__ADS_1
"Hahaa kecapean ya Lus, maaf ya aku merepotkan kamu selam 2 hari ini".
"Apasih Din, ngaco gak ada ya aku merasa di repotkan, yang penting kamu sekarang sudah sehat", udah ya jangan sakit sakit lagi, kita jauh dari keluarga, harus sehat sehat.
Sarapan yuk aku tadi beli bubur di depan ini enak lo Din cobain deh.
Lusi membuka makannan yang dia beli tadi, sengaja Lusi menyempatkan sarapan dulu bersama Dinda sebelum dia berangkat kerja.
Dinda merasa terharu walawpun jauh dari keluarga jauh dari kerabat namun masih ada orang yang perhatian padanya.
"Terimakasih Lusi sayang, gak tau deh gak bisa di ungkapin dengan kata kata. hehehee. Pokoknya Terimakasih banyak ya Lus", Dinda memeluk Lusi.
"Sama sama sahabat aku yang paling cantik, tapi jomblo hehehe".
"Gak apa apa jomblo yang penting hidup, emang kamu gak jomblo ya?", tanya Dinda.
Sarapan sambil di iringi cerita cerita konyol dua gadis itu sarapan sambil bercanda sesekali tertawa.
"Aku berangkat dulu ya Din". Lusi pamit untuk kerja dulu.
Nanti pulang aku beli makan buat makan malam kita.
kamu jangan keluar ya, udah istirahat aja di sini. Makan siang kamu pesan online aja dulu.
__ADS_1
"Ya ampun Lus, kamu udah kaya emak emak nasehatin anak nya deh hahahaa".
"Yaudah gak apa apa, hitung hitung simulasi jadi emak emak aja hahaha tawa Lusi". Aku pergi ya bayyy.
"Ucapin salam napa sih, main bay bay aja ucap Dinda",
"Ehhh iya lupa hehehee. Assalamualaikum Dinda cantik, aku berangat kerja dulu ya, do'ain aku di jalan ketemu jodoh yang super ganteng, baik hati dan menyayangiku dengan sepenuh hatinya".
Aamiin ucap mereka serempak setelah itu tertawa lagi. Aneh aneh saja mau berangkat kerja tapi minta do'a nya ketemu jodoh Dinda menggelengkan kepala atas kelakuan sahabat nya itu.
Setelah Lusi pergi Dinda membereskan bekas sarapan mereka berdua, menyapu dan mengepel lantai.
Duhhh jadi kaum rebahan lagi deh hari ini, kayanya bakalan bosen banget.
Hari ini Dinda benar benar masih rebahan sampe jam 11 siang. Duhh bosan banget ucapnya, udah nonton udah jungkir balik tetap saja merasa bosan.
Deg.. baru saja memejamkan mata bayang banyang anak kecil yang sedang menangis melintas di pikiran Dinda.
Naomiii ucap Dinda langsung dia terduduk.
Ya Allah ada apa dengan anak itu, ada apa dengan perasaanku juga tiba tiba merasa kangen.
Yang salah kan bukan anak nya, batin Dinda. jadi jangan salahkan aku jika merindukan anak itu.
__ADS_1
❤❤❤
Selamat membaca, jangan lupa like ya, Terimakasih🙏🙏🙏