BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
31. Part 31


__ADS_3

Dinda dan Lusi beiringan untuk pulang, tugas mereka hari ini sudah selesai, baru saja melangkah untuk keluar dari lobby, ada teriakan anak kecil yang sangat melengking memenuhi ruangan itu.


Naomi keluar dari lift sambil berlari mengejar Dinda, bahkan mata nya sudah berkaca kaca.


Entah lah anak itu sejak tadi siang semakin menmpel sama Dinda.


Naomi merasa sangat takut di tinggalkan, mungkin karena dia selama ini belum pernah merasakan bagaimana dan seperti apa rasanya mempunyai seorang ibu yang bisa merawatnya dan menemaninya.


Tadi siang Naomi tidur sangat nyenyak bahkan makan siangpun banyak, dia merasa mungkin seperti ini jika mempunyai Mama, batin nya.


Saat bangun tidur pun tadi siang Naomi langsung mencari cari Dinda. Namun Frans memberi pengertian bahwa Dinda juga harus bekerja, akhirnya Naomi mau mengerti.


Kakakkk, teriakan anak itu sangat melengking, beruntungnya penghuni kantor sudah hanya tinggal beberapa lagi. Karena jam pulang kantor pukul. 16.30 dan ini sudah pukul. 17.00


Dinda yang merasa kenal dengan suara itu langsung menoleh. Dan benar saja anak kecil itu berlari kepadanya dengan berurai air mata.


"Heiii jangan lari, takut jatoh", Dinda berucap sambil berjalan cepat untuk mendekat ke arah Naomi.


"Kakakkk, Naomi menangis minta di gendong".


Dinda dengan sigap menggendong anak itu, sambil mengusap lelehan air mata Dinda membawa duduk Naomi masuk lagi ke lobby.


Frans yang melihat itu semua dia tidak bisa berkata kata, hanya memperhatikan saja.


Lusi dibuat bingung dengan sahabatnya itu, sejak kapan Dinda kenal dekat dengan anak kecil itu, pikir Lusi.


Sudah seperti ibu ke anak saja gumam Lusi.


"Kenapa lari, jangan lari lari lagi ya takut jatoh bahaya", nasehat Dinda seperti seorang ibu ke anaknya saja.

__ADS_1


"Takut kakak keburu pergi", ucap anak itu masih terus menangis.


"Sudah dong jangan nangis lagi, jelek tuh kan idungnya merah kantung matanya jadi gede".


"Kakak gak bakalan tinggalin aku kan?", Naomi bertanya sambil mengelap air matanya dengan tangan kurusnya itu.


"Ya kakak cuma mau pulang ke kontrakan doang ko nanti senin baru kerja lagi", ucap Dinda.


"Ikut kakak boleh gak?", Naomi bertanya dengan nada memohon.


Cek anak ini kenapa ya, sudah tau punya bapak singa mintanya yang aneh aneh aja, batin Dinda.


Bukan apa apa Dinda tadi sempat melirik ke arah Frans yang masih setia berdiri tidak jauh dari tempat mereka duduk.


Sorot mata tajam itu semakin menusuk, apalagi setelah mendengar ucapan anaknya yang ingin ikut dengan Dinda.


"Naomi ayo pulang", Frans di buat jengkel dengan permintaan anaknya itu.


Frans memelototkan matanya.


"Naomi nurut sama Papa ayo pulang, besok besok juga masih ada waktu lagi", suara Frans sedikit meninggi.


Badan Naomi bergetar karena menangis.


"Ayo pulang", Frans mengangkat Naomi dari pangkuan Dinda.


"Papaaa, anak itu semakin kenceng menangisnya".


Dinda tidak tega melihat Naomi yang menangis seperti itu.

__ADS_1


"Pak setop jangan di paksa, kasihan dia", Dinda mengejar langkah Frans.


Frans berbalik dan Naomi turun dari pangkuan nya. Turun dari pangkuan Frans langsung memeluk Dinda lagi.


"Heii sudah jangan menangis ya, kakak juga jadi sedih kalau kamu menangis seperti ini", ucap Dinda sambil menggendong anak itu.


"Kakak Naomi mau ikut kakak, bicara dengan dengan tersendat sendat".


"Naomi mau dengerin kakak tidak?" tanya Dinda sambil menurunkan Naomi dari gendongan nya lalu Dinda menangkup kedua pipi anak itu.


Naomi mengangguk.


"Naomi pulang dulu ikut Papa ya, nanti hari senin kita ketemu lagi kalau Naomi sudah pulang sekolah.


Katanya Naomi mau jadi anak pinter, mau jadi orang sukses".


Naomi menjawab dengan anggukan kepala lagi.


Kakak janji kita bakalan main lagi, bakalan disuapin lagi makan nya.


Hari senin kita ketemu lagi ya, sekarang pulang dulu ikut Papa, harus nurut sama Papa oke.


"Oke kak". Meski berat, sangat terlihat dari raut wajahnya. Anak itu tidak mau untuk berpisah dengan Dinda, namun dia meng iyakan.


"Yaudah sana pulang sama Papa, ini udah sore loh, pulang langsung istirahat ya, Dinda mengelus kepala anak itu", ucapan Dinda membuat sedikit senyuman pada anak itu. Dia merasa di perhatikan oleh seorang ibu.


"Bayyy kakkk", Naomi melambaikan tangan nya.


"Bayyy anak cantik, jadi anak baik ya nurut sama orang tua, ucap Dinda lagi.

__ADS_1


❤❤❤


Jangan lupa like ya. Terimakasih🙏🙏🙏


__ADS_2