
Pagipun tiba, Dinda dan Frans jam 5 pagi sudah bangun, kini Frans mulai memperbaiki ibadahnya lagi setelah sekian lama dia melupakan kewajibannya sebagai umat muslim.
Awalnya Dinda mau turun untuk membuat sarapan namun Frans mencegahnya, selagi ada kesempatan berdua Frans tidak mau melewatkannya.
"Mas, masa lagi sih", heran Dinda.
"Mumpung ada kesempatan sayang jangan di lewatkan", Frans mengajak Dinda bertempur lagi beberapa saat, setengah jam melakukannya di pagi hari lumayan menambah stamina untuk Frans.
Dinda menggeleng dengan kelakuan suaminya yang selalu on. Akhirnya dia harus mandi untuk yang kedua kalinya pagi ini.
Jam setengah 7 barulah Dinda di perbolehkan turun, itu juga melewati berbagai ini itu, 8inimah masakan sudah matang semua gerutu Dinda di tangga.
Sampai dapur benar saja makannan sudah di sajikan di meja makan, jadinya Dinda hanya membuatkan susu hangat dan roti untuk anaknya, juga membuatkan bekal sekolah dan bekal kerja untuk suaminya.
Setelah selesai membuat bekal Dinda naik lagi ke atas masuk ke kamar Naomi untuk melihat apakah Naomi sudah berpakaian rapih atau belum.
"Selamat pagi anak Mama, Assalamualaikum".
"Mamaaaa kaget, pekik Naomi, karena Naomi sedang pokus belajar menguncir rambutnya sendiri".
"Ehhh Maaf sayang, padahal Mama tadi sebelum masuk sudah ketuk pintu lo, kirain Mama kamu masih mandi".
"Aku lagi pokus nguncir rambut tapi gak bisa bisa", keluh Naomi.
__ADS_1
"Sini Mama kuncirin, nanti kalau sudah skolah SD juga bisa ko, asal kalau lagi belajar jangan sambil marah marah sayang, semakin marah malah semakin susah", nasehat Dinda.
"Iya Ma, aku tadi sambil marah marah habisnya susah".
"Nah sudah selesai deh, Nomi mau jepitan yang mana ayo pilih".
"Mana aja Ma, pilihan Mama suka lebih bagus".
"Uluh uluuuuhhhh, bisa aja. Akhirnya Dinda memilih sendiri, nah udah selesai deh, anak Mama cantik banget sih", Dinda mencium gemas anak nya.
"Terimakasih, Mama juga paling cantik sedunia".
"Uhhh bisa aja kamu tuh ya bikin Mama melayang, hahhaaa", tawa Dinda. Turun yuk Mama udah buatkan susu anget sama roti buat plinces kesayangan Mama.
Setelah semuanya kumpul di meja makan mereka semua melaksanakan sarapan paginya.
Setelah itu Frans menuju kantor nya, Dinda mengantarkan Naomi ke sekolahnya, tidak bisa satu mobil karena kantor Frans dengan sekolahan Naomi lawan arah dan dua duanya lumayan jauh.
"Sayang aku berangkat ya", pamit Frans pada istrinya, memeluk dan mencium kening sang istri.
"Iya hati hati mas, cari duit yang banyak ya buat aku sama Naomi, senyum Dinda", ucapan Dinda membuat Frans tertawa.
"Uangnya sudah banyak sayang silahkan mau di habiskan juga kalau kamu bisa menghabiskan nya, yang mas kasih kemari pakai ya, beli apa yang kamu mau", Frans mencium kepala istrinya lagi, lalu menggendong sang anak.
__ADS_1
"Papa kerja ya, belajar yang benar nurut sama Mama", seraya mencium kepala anaknya berkali kali.
"Oke Papa", jawab Naomi.
Frans nenurunkan anaknya ke mobil yang biasa Naomi pakai untuk ke sekolah, dan Dinda juga sudah masuk ke mobil itu.
"Pak Herman, saya titip anak dan istri saya ya".
"Baik Pak", ucap Pak Herman sambil membungkuk. Se dingin dinginnya Frans tetap saja selalu baik pada karyawan nya itu, kecuali mereka membuat kesalahan.
Mama Sinta menyaksikan itu semua dari ambang pintu, sungguh membuatnya sangat bahagia.
Bahkan Mama Sinta punya niat untuk ikut ke kampung bareng besan nya itu selama 1 minggu, dia ingin menikmati suasana kampung yang asri itu di pagi hari. Niatnya juga malam ini dia akan bicara pada anak menantu dan cucunya itu.
•
•
•
Happy reading ❤❤❤
Jangan lupa like nya ya😘🙏
__ADS_1