
Frans masih terus memeluk Dinda, kalau tau bakalan seperti ini rasanya dia tidak mau mengadakan resepsi lagi, tapi setelah dia pikir pikir lagi, dia juga tidak mau egois ini pertama kali menikah bagi istrinya, namanya seorang wanita pasti dalam lubuk hatinya menginginkan sekali seumur hidup dan selalu membuatnya mengingat hari itu paling terkesan.
"Wangi banget sih sayang", Frans terus mendekap dan menciumi kepala Dinda."Kamu mau terus pakai kerudung ini di depanku?, kita sudah halal lo sayang", tanya Frans.
Dinda mendongak menggelengkan kepalanya. "Nanti juga akan di buka kalau sudah waktunya", ucap Dinda dengan malu malu.
"Benar itu, kapan waktunya. Frans mengkrlingkan matanya naik turu. Sekarang juga tidak apa apa buka ya".
"Masss malu", Dinda menyembunyikan wajahnya ke dada bidang Frans, malu yang dia rasakan sekarang.
Frans terkekeh merasa lucu, bicara mereka dari tadi seperti sedang bisik bisik karena takut membangunkan Naomi.
Melihat jam sudah jam 12 siang tandanya mereka harus siap siap untuk acara resepsi.
"Kalau lagi sama kamu ini waktu rasanya cepet banget", keluh Frans. Hanya tanggapi senyuman sama Dinda. "Cantik dan manis banget sih istriku", mebcium gemas seperti ke anak kecil.
"Siap siap yuk, udah jam 12 kan", ajak Dinda.
"Siap siap kemana sayang, ayo sekarang juga aku sudah siap lahir batin", bisik Frans.
"Mas, Dinda mendelik", sebabnya kepala Frans malah masuk ke dalam kerudung yang Dinda pakai.
"Sebentar sayang nyaman, enak banget seperti ini", sambil terus mengendus leher Dinda membuat Dinda merinding.
"Mamaaa", rengek Naomi, anak itu bangun namun masih belum sadar sepenuhnya. Sontak membuat Dinda kaget dan langsung menjauhkan badan nya dari Frans.
__ADS_1
"Ehh sayang udah bangun", mengelus punggung Naomi.
"Papa ko ada di sini Ma?", tanya nya dengan polos.
"Kalau gak di sini Papa di mana", Frans memeluk dua wanita yang sangat sangat dia cintai.
Naomi yang di peluk seperti itu merasa bahagia, ketawa ketawa sendiri, ini yang dia ingin kan dari dulu di peluk di cium Mama Papanya.
"Ketawa kenapa?", tanya Dinda sebabnya dia bingung Naomi cekikikan sendiri.
"Mama sama Papa lucu", Naomi mencium pipi Dinda dan Frans bergantian.
"Bangun yuk kita siap siap turun ke bawah", Dinda mendudukan Naomi merapihkan rambut anak itu yang berantakan habis nangis dan tidur. Mengganti pakaian Naomi lalu menyisir rambut dan menguncir anak itu, Naomi mengikuti saja patuh apa yang Dinda lakukann terhadapnya.
1 bulan bersama Dinda badan anak itu sudah mulai berisi pipinya juga sudah cubby, apapun yang Dinda masak Naomi pasti mau memakan nya, meskipun dulu sangat anti banget dengan sayur sayuran, nasi juga sangat jarang, sekarang bisa di bilang pemakan segalanya.
Mereka sudah siap semuanya, Dinda memakai gaun yang simpel namun elegan, make up nya juga tipis tipis namun malah membuatnya sangat terlihat manis, Naomi memakai gaun yang senada dengan Dinda Frans juga memakai jas senada.
Mereka keluar bergandengan Naomi ada di tengah tengah mereka, bahkan anak itu berjalan sambil nyengir terus saking bahagianya.
Acara resepsi sudah di mulai, suara di sana sangat riuh dengan suara musik dan tamu undangan yang nemuji kecantikan Dinda, banyak yang mendo'akan supaya menjadi keluarga SAMAWAH banyak juga yang iri dan patah hati.
Keluarga Dinda juga menikmati pesta itu, mereka tidak sadar kalau dulu sering mengolok dan mengejek Dinda. Sekarang menikmati liburan geratis tidur di hotel mewah, jalan ke mall dan menikmati pesta, nyatanya itu semua karena Dinda.
Ayah dan Ibu Dinda dari pagi sampai sekarang sesekali mengeluarkan air mata, bersyukur dengan nasib baik Dinda mempunyai suami yang menyayangi dan mencintainya, mempunyai mertua juga sangat menyayanginya.
__ADS_1
Tamu undangan yang begitu banyak bahkan dari semenjak Frans dan Dinda turun tadi tidak berhenti untuk berfoto, melayani tamu undangan yang minta foto dan bersalaman dengan mereka.
Sampai jam 9 malam, acara masih belum selesai bahkan tamu undangan pun masih ada saja yang datang, Dinda sudah kuwalahan pegal capek tadi istirahat Shalat Ashar yang mepet waktu dan di lanjut ke Magrib.
Frans yang melihat istrinya sudah ke lelahan dia mengajak Dinda untuk istirahat, meski lelah Dinda awalnya menolak tidak enak hati sama tamu yang sudah jauh jauh datang menyempatkan waktu untuk hadir tapi sampai sana pengantinnya sudah tidak ada.
"Gak enak banget sama tamu", keluh Dinda.
"Mama sih ngundang orang nya terlalu banyak, kamu juga kaecapean", Frans mengelus punggung istrinya.
"Bersih bersih dulu sayang terus istirahat, pegal ya, nanti aku pijitin".
Sejak kapan manusia es itu mau mijit orang jangankan mijit di pijit aja tidak mau dia karena tidak mau di sentuh orang lain.
Setelah bersih bersih Frans dan Dinda memilih tidur mereka merasa badannya lelah, tidak ada malam pertama seperti pengantin pada umumnya, Frans merasa kasihan pada istrinya, toh masih ada waktu besok dan seterusnya. Pikir Frans daripada membuat istrinya tambah lelah.
•
•
•
❤❤❤
Happy reading, jangan lupa like nya ya kakak kakak semuanya, Terimakasih🙏🙏
__ADS_1