BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
77. Part 77


__ADS_3

Rio masih mengurung 2 orang di markasnya yang di perintahkan oleh Frans.


Frans tidak mau gegabah, dia akan bicara dulu pada mertuanya, kalau mengikuti hawa marah nya sudah pasti dua orang itu tewas di tangan nya, namun dia masih memikirkan Ayah Hendra, mau bagaimanapun Oma Rena dan Om Bima, Ibu dan kakak nya.


Sejahat jahatnya Ibu dan kakak, sebagai seorang anak sebagai seorang adik Ayah Hendra pasti masih mempunyai hati dan menyimpan rindu.


Niatnya hari ini Frans akan menjemput mertuanya sekalian dia akan menjelaskan apa yang telah terjadi.


"Selamat pagi istriku", Frans mencium kening Dinda.


"Pagi juga suami", Dinda tersenyum, mengelus pipi suaminya. "Ayah sama Ibu jadi kamu jemput mas?".


"Jadi dong, apa yang nggak buat kamu sayang".


"Uhhh iya deh yang selalu mau nurutin apa yang dimau istrinya".


Frans tersenyum lalu mengecup bibir istrinya karena merasa mereka sedang berada di kamar, Frans memperdalam ciuman nya, seminggu lebih dia puasa iya sangat rindu dengan rasa ini.


"Tambah manis tambah enak", ucap Frans setelah menyudahi ******* nya.


Dinda tersenyum "Udah berangkat sana tar telat".


"Aku berangkat ya, ada apa apa atau ada mau apa langsung tlpon mas ya".


"Siap bos".

__ADS_1


"Bos nya kamu sayang", Frans terkekeh, mencium bibir istrinya lagi sekilas, langsung berlalu.


Dinda tersenyum melihat Frans yang sudah berlalu sambil cekikikkan. Beruntungnya aku punya kalian Masya Allah, batin Dinda.


.


Sebelum berangkat menjemput mertuanya Frans menemui Rio dan melihat Oma Rena juga Om Bima yang masih Rio sekap, Frans tidak begitu kenal dengan dua orang itu jadi dia ingin kenalan dan main main sebentar.


"Iyo antarkan aku menemui mereka", hawa bicara Frans mulai dingin.


"Ikuti aku".


Mereka beriringan ke ruangan tempat di sekapnya Oma Rena dan Om Bima. Setelah sampai sana Frans merasa miris, mengapa seorang nenek tega menyiksa cucu nya dan seorang Om nya yang begitu tega juga,


"Hai kenalkan aku Frans Wiguna, kalian pasti tidak asing mendengar namaku bukan".


"Bukan tidak ada masalah, salahmu sangat banyak, bahkan kematian yang kalian dapat juga tidak sepantar dengan bagaiman rasanya sakit yang selama ini menghantui istriku".


"Siapa istrimu?", tanya Oma Rena.


"Cucu mu, darah daging dari anak kedua mu, cucumu yang kau siksa dengan tanpa perasaan itu istriku, Dinda Mahendra itu istriku", tekan Frans.


Degg... Jantung Om Bima berdetak, kacau sudah, berurusan dengan Frans Wiguna, sudah pasti dia kalah jangankan salah tidak salahpun selalu kalah.


"Ka..kam.. Kami tidak kenal dengan Dinda Mahendra", ucap Om Bima dengan gagap.

__ADS_1


"Omong kosong, kau tidak kenal dengan adikmu Hendra Maheswa, kau tidak kenal dengan keponakanmu sendiri, ckckck sepertinya mau ku kuliti dulu sebelum kau ku buat menjadi santapan Harimau peliharaan ku", ucap Frans dengan marah. "Dan kau, tunjuk Frans pada Oma Rena. Perempuan macam apa kau yang tega menyiksa cucunya sendiri".


"Dia bukan cucuku, aku tidak sudi mempunyai menantu wanita miskin dan tidak berpendidikan itu".


"Berhenti kau menyebut mertuaku dengan sebutan wanita miskin dan tidak berpendidikan. Kau lah yang miskin dan tidak punya pendidikan", Frans semakin muak dan marah mendengar teriakan Oma Rena yang menyebut mertuanya miskin dan tidak berpendidikan.


Mama gila sudah, malah melawan manusia singa itu lagi bisa bisa habis nyawa kita, batin Om Bima ketakutan.


"Nikmati hidup kalian hanya hari ini lagi ku beri kalian bernapas dengan lancar", ucap Frans dengan dingin dan sorot mata tajam.


"Maafkan kami tuan Frans, kami tidak tau kalau anak itu akan menjadi istrimu", ucap Om Bima.


"Akan ku enyahkan kau dari dunia hari ini juga", Frans mengelus belati yang ada di tangan nya.


"Maafkan kami tuan Frans, tolong Maafkan kami", ucap Om Bima lagi.


"Kau sudah tau kan bagaimana watakku, bagaimana keputusanku, hahahaa aku tidak pernah main main dengan ucapanku sendiri, apa yang aku ucapkan itulah yang akan menjadi kenyataan".


Oma Rena hanya melirik anaknya dan Frans bergantian, sebenarnya dia juga sudah mulai ketakutan meskipun tidak begitu tau bagaimana seorang Frans Wiguna, namun melihat wajah anak nya yang sudah memancarkan ketakutan, dalam hatinya berarti Frans adalah orang yang berpengaruh dan tidak pernah main main dengan ucapan nya.




__ADS_1


Om Bima dan Oma Rena, nikmatilah hidup kalian sebelum Frans bertindak lebih pada kalian heheee


❤❤❤ Happy reading 😘😘😘


__ADS_2