
3 Hari lagi menuju acara pernikahan Frans dan Dinda, semuanya sudah sangat sibuk, apalagi Mama Sinta sudah seperti setrikaan, dia yang memastikan semuanya, memastikan tidak ada yang kurang satupun.
Sebagai bentuk permintaan Maaf nya kepada Frans juga, jadi dia kali ini akan mempersiapkan semuanya dengan matang, dulu Frans mau menikah jangankan ikut serta mempersiapakan pernikahannya, Frans yang malah sibuk bolak balik luar negri untuk bekerja.
Melihat Frans yang sekarang ini ikut sibuk juga untuk mempersiapkan pernikahan nya, juga terlihat sangat mencintai Dinda, membuat Mama Sinta tambah semangat menyiapkan segalanya.
"Frans kamu sudah mencoba jas yang kemarin di kirimkan oleh tante Rika kan?", tanya Mama Sinta memastikan.
"Sudah semua aku coba Ma", ucap Frans dengan senyuman kecil nya. Duhhh demi apa Mama Sinta sangat terpesona dengan senyuman anak nya sendiri, sejak kapan manusia kulkas itu selalu tersenyum kalau di ajak bicara.
"Oke kalau gitu, Dinda juga sudah pas semuanya kan?".
"Iya udah Ma", jawab Dinda.
"Frans besok sudah harus libur ya, Mama tidak mau tau".
"Iya Ma",
Frans hanya hari ini lagi dia datang ke kantor sebelum acara pernikahannya, Naomi juga sudah minta libur sekolah, apalagi dia tau kalau mau datang kakek dan nenek nya dari kampung.
__ADS_1
Keluarga Dinda akan datang hari ini, bahkan akan datang 1 bus, hanya keluarga dari ibunya saja, itupun karena mereka yang maksa mau ikut, mendengar Dinda akan menikah dengan orang kaya raya, nikahnya juga di Jakarta tempatnya di gedung mewah, entah ada angin dari sebelah mana tiba tiba pada baik semua.
Susah kalau punya keluarga penjilat semua mah.
Bahkan Mama Sinta langsung yang kirimkan bus untuk keluarga Dinda, namun hanya Ayah dan Ibunya saja yang akan menginap di kediaman Wiguna, untuk yang lainnya Mama Sinta sudah pesankan hotel selama 1 minggu, hitung hitung hiburan untuk mereka katanya.
Tidak mungkin orang sebanyak itu tinggal di rumahnya ya walawpun rumahnya gede. kata Mama Sinta kejahatan harus di balas dengan kebaikan, kalau mereka di kasih kesempatan masih saja melakukan kesalahan barulah bertindak.
"Sayang ayo pamit dulu sama semuanya, kita berangkat sekarang", ucap Dinda.
"Oma, Opa aku sekolah dulu ya", pamit anak itu sambil menyalami Oma dan Opa nya.
Frans bangkit dari duduknya dia akan mengantarkan sang anak dan calon istri masuk ke dalam mobil. Setelah masuk mobil Naomi pamit sama Papa nya.
"Papa Naomi sekolah dulu ya", sambil salim, Naomi yang sekarang sangat beda jauh dengan yang dulu.
"Iya sayang, hati hati sekolah yang pintar, jagain Mama ya, jangan sampai di lirik orang".
"Jangan suka ngaco", Dinda mendelik sebal.
__ADS_1
"Pakta sayang, kamu suka ada yang lirik lirik kan", ucap Frans lagi.
"Udah ah kita berangkat dulu", Dinda mengambil tangan Frans untuk salim.
"Iya hati hati ya", Frana mengelus kepala Dinda, dan mencium kepala anaknya.
Dinda mengantarkan sekolah Naomi seperti biasanya, setelah itu dia akan perawatan, karena Mama Sinta sudah dari kemarin ngomong terus kalau Dinda harus perawatan harus memanjakan diri sebelum hari H pernikahannya. Sebenarnya Dinda tidak butuh itu semua namun tidak bisa melawan calon mertuanya itu.
Papa Wira juga geleng geleng kepala terus melihat istrinya pagi pagi sudah kaya gasing tidak bisa diam di tempat, mau sarapan juga masih saja angkat tlpon.
•
•
•
•
❤❤❤
__ADS_1
Selamat membaca😘, jangan Lupa like ya, Terimakasih🙏🙏🙏