
Sore ini mereka akan pulang ke rumah, semuanya sudah Dinda bereskan di bantuin anak dan suaminya.
"Terimakasih cantik udah mau bantuin Mama", Dinda menicum pipi Naomi, membuat anak itu tersenyum lebar.
"Sama sama Mama sayang", Naomi membalas ciuman Dinda bahkan anak itu mencium pipi kiri dan kanan.
"Papa nggak nih?", tanya Frans.
Dinda dan Naomi saling lirik dan tersenyum. 1 2 hitung Dinda 3 mereka bersamaan menghitung, bukan nya dapat ciuman dari anak dan istrinya Frans malah mendapatkan kelitikan dari mereka. Membuat Frans tertawa keras kegelian.
"Stop sayang stop geli, Ma geli", Frans berhasil mendekap dua perempuan berbeda umur itu. Dinda yang di panggil Mama pipinya langsung merah, akhhh meski ini bukan yang pertama kalinya Frans manggilnya seperti itu tetap saja membuat Dinda mengsalting.
Frans mencium habis mereka bergantian membuat Naomi dan Dinda kegelian. "Papaaaaa gelii", Naomi sambil tertawa.
"Ampun gak sama Papa ampun gak?", masih terus menciumi anak dan istrinya.
"Ampun mas udahan ampun ya Maaf iya kan Nomi".
"Iya Pa Maaf ya". Dan ciuman itu Frans akhiri di bibir manis istrinya.
"Jangan main main sama Papa ya, Papa gak akan kalah sama kamu dan Mama", Frans menjawel hidung anak nya.
"Maaf", ucap Naomi sambil terkekeh.
"Kamu juga sayang ngajarin anak nya jail ya, mas hukum kamu nanti".
__ADS_1
Ucapan Frans embuat Dinda merinding hukuman apa yang bakal suaminya berikan kepadanya.
"Mas kenapa harus di hukum sih, begitu doang juga ahh gak asik", Dinda melegos malas.
Frans berbisik pada istrinya di iringi tawa, membuat Dinda semakin merinding.
"Ayo kita pulang, mau kemana jalan atau apa dulu sebelum pulang?", tanya Frans.
"Beli es cream Pa, boleh kan Ma, kata Mama kemarin juga boleh kan, iya kan?".
"Mama sih boleh tapi tanya Papa dulu boleh gak".
"Kalau Mama udah bolehin Papa gak bisa larang", ucap Frans. mau bagaimanapun sekarang hak asuh Naomi Frans akan serahkan ke Dinda.
Yeayyyyy "Terimakasih Mama, Papa, Nomi sayangggg banget", ucap anak itu, ini yang di idam idamkan ini yang Naomi inginkan ada Mama juga Papa dalam hidupnya, kini mimpinya selama ini mejadi kenyataan.
"Ayo kita Pulang", ajak Frans.
Mereka bertiga keluar dari kamar, Frans membawa satu koper dan tas tengteng peralatan mereka bertiga, dia tidak membiarkan istrinya membawa barang selain tas slempang milik Dinda. Dinda dan Naomi bergandengan tangan di depan nya, sungguh Frans tidak pernah membayangkan mempunyai keluarga seperti ini, nyatanya keadaan Dinda bisa mengubah segalanya.
Aku berjanji pada diriku sendiri akan membahagiakan dan mencintai kalian sepenuh nya, dan aku juga berjanji akan membalas siapa saja yang telah menyakiti istriku di masa lalunya. Tunggu pembalasanku keadaan kalian sekarang tidak ada apa apanya bagiku, batin Frans.
Masuk ke dalam mobil, Dinda merasa heran dan bingung, kenapa keluarga ini se enak nya saja keluar masuk hotel ini tanpa melakukan pembayaran atau apalah, tidak seperti yang lainnya.
"Mas ko kita langsung masuk mobil?", tanya Dinda.
__ADS_1
"Kenapa sayang, ko mukanya aneh gitu?", Frans tersenyum.
"Aneh ko bisa keluar masuk begitu saja, bahkan mereka semua menunduk melihatmu".
"Ini hotel milik kamu sama Naomi sekarang".
Membuat Dinda semakin bingung. "Apasih ngaco deh".
"Ini hotel milik mas sayang, jadi apapun yang mas miliki sekarang menjadi milik kalian berdua, udah jangan bingung bingung nikmatilah jadi nyonya Frans Wiguna, sekarang tugas kamu ngabisin uang suamimu ini".
"Papa boong ya sayang", tanya Dinda sama Naomi, Dinda masih belum begitu percaya dengan ucapan Frans.
"Kata Oma juga iya Ma, hotel ini punya Papa".
"Nanti mas kasih tau semuanya ke kamu biar kamu percaya ya, kita senang senag saja hari ini, bebas mau beli apapun yang kalian mau", butuh waktu untuk Frans jelaskan semuanya pada istrinya itu.
Frans menjalankan mobilnya dengan satu tangan, tangan satunya dia gunakan untuk menggenggam tangan istrinya, sesekali Frans mencium tangan Dinda. Gak nyangka banget gue bakalan secinta ini sama perempuan yang belum lama gue kenal, bahkan sempat membuat gue kesal, marah haha lucu juga kalau mengingat kejadian itu, tapu gue bersalah banget.
Cantik memang belum ada yang secantik istriku, baik lagi gak ada yang bisa nandingin, bangga Frans pada dirinya sendiri.
•
•
•
__ADS_1
❤❤❤
Happy reading, jangan lupa like ya😊 Terimakasih🙏🙏