
Pagi hari. Dinda yang sedang membersihkan ruangan Frans. Tiba tiba mendengar ada yang membuka pintu, hahh siapa yang buka pintu masa sepagi ini pak Frans sudah sampai kantor, wah celaka pasti marah lagi, duhh gimana ini, batin Dinda sedang berkecamuk.
Bekerja jangan melamun, ucap asisten Rio.
Cepat lah selesaikan pekerjaan mu.
Pak Frans sebentar lagi akan sampai kantor,
Cilaka batin Dinda, dia tidak menghiraukan ucapan asisten Rio, Dinda sangat buru buru sekali.
Belum ada 5 menit, Dinda sudah di hadapkan dengan peria tegas dan berwajah dingin. Deg, Deg, Deg jantung Dinda berasa mau lompat dari tempatnya, Ya Allah tolongg...
"Cerobohh", ucap Frans dengan dingin dan tatapan elang nya.
"Ma. .mmaaf pak, saya kira bapak akan datang seperti biasa".
"Tetap saja kau ceroboh", Frans berjalan mendekati Dinda.
"Apa yang sudah kau katakan kepada anak ku, apa kau meracuni otak anak ku?". Frans terus saja menyudutkan Dinda.
__ADS_1
"Maaksud bapak apa"?, saya tidak mengerti maksud bapak, dan anak, anak yang mana saya tidak tau.
"Cihh pura pura bodoh, apa memang sudah bodoh dan sangat bodoh kau ini". Tubuh Dinda sudah mentok ke dingding, sudah tidak bisa berkutik dan tidak bisa menghindar lagi.
"pak saya mohon jangan seperti ini, mungkin bapak salah paham".
Di tatap nya Dinda dengan tajam. Saya ingatkan ke kamu jangan pernah mendekati anak saya lagi, jangan kau gunakan akal busukmu mu itu untuk merasuki anak saya, saya tau tujuan kamu karena kebanyakan wanita sepertimu selalu menggunakan akal busuk demi melancarkan sebuh rencana.
Jika sekali lagi kau seperti itu kau akan tau akibatnya, paham kau.
"Pergi dari hadapan ku sekarang juga".
Ya Allah kenapa jadi begini. Batin Dinda, Dinda hanya bisa menunduk.
Ini hanya salah paham, kenapa Pak Frans semarah ini.
"Pergi kau dari hadapan ku", Frans sudah tidak mau melihat Dinda lagi. Ada sedikit rasa iba dalam hati Frans.
Kenapa aku merasa tidak tega sama tu anak setelah menatap muka nya, ahh mungkin karena dia perempuan yang menampakan wajah polosnya.
__ADS_1
Frans selalu menolak rasa tidak tega itu.
Mengapa Frans begitu marah sekali kepada Dinda, karena pernah sekali waktu umur Naomi 3 tahun, ada yang berpura pura menolong dan berbuat baik pada Naomi ternyata itu semua akal akalan nya, demi mendapatkan hati Frans, demi mendapatkan perhatian Frans.
Darisitu Frans semakin muak dengan setiap wanita, yang hanya mau mendekatinya karena ada tujuan utama, yaitu mengincar hartanya.
Sudah cukup Frans tertipu dengan wajah polos nan lugu nya wanita, yang ternyata ter selip hati yang busuk.
Dinda keluar dari ruangan Frans dengan terburu buru, karena sudah tidak bisa membendung air matanya, Dinda menangis di dalam toilet.
Ya Allah tuduhan macam apa ini, kuatkan aku Ya Allah, Dinda terus saja menangis.
Setelah reda dan merasa sedikit lebih lega Dinda mencuci wajahnya, agar tidak terlihat habis menangis.
Belum ada 1 bulan kerja sudah mendapatkan ujian yang begitu besar.
Rasanya pulang ke kampung pun tidak mungkin karena dia akan lebih merasa sakit hati, melihat pujaan hati bahagia bersama wanita lain apalagi itu sepupunya. Kuat kuat sabar Dinda sabar, ini hanya salah paham batin Dinda.
❤❤❤
__ADS_1
Teman teman minta like dan comment ya. hehee Terimakasih🙏🙏🙏