
Tidak terasa 1 bulan sudah pernikahan Dinda dan Frans, menjalani hari hari dengan bahagia, Frans selalu memanjakan Istri dan anaknya.
Dinda dan Naomi sedang ikut bersama Frans ke luar kota, karena Naomi sedang libur sekolah jadilah mereka ngikut Frans, hitung hitung liburan saja lah.
Mereka sedang makan di salah satu restoran ternama yang ada di kota S, Dinda ijin ke toilet sebentar, namun keluar dari toilet tiba tiba bertemu dengan orang yang sangat sangat Dinda kenal bahkan Dinda hindari selama ini.
Orang itu menatap Dinda menelisik dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Deg... Dinda kaget dan takut, jantungnya hampir copot rasanya, Om Bima, cicit Dinda nyaris tak terdengar.
Sedangkan orang yang sangat Dinda takuti itu masih terus menelisik nya.
"Nyatanya kau masih hidup juga ternyata", seringhai Om Bima...
"Sayang ko lama, kenapa?", tanya Frans, dia menyusul Dinda yang sudah lumayan lama di toilet.
"Mas, Dinda langsung memeluk Frans badannya sudah mulai bergetar".
Frans merasa ada yang tidak beres dengan istrinya itu, dia langsung menggendong Dinda keluar dari restoran itu, mengajak anak, asistes serta sekertarisnya.
__ADS_1
Setelah masuk ke dalam mobil Frans langsung memberi Dinda minum, melihat muka Dinda yang sudah pucat ketakutan, membuat Frans sedih, Naomi sudah menangis melihat Mama nya tanpa bicara apa apa seperti orang melamun raut mukanya ketakutan dan sudah pucat.
Rio yang melihat kakak iparnya seperti itu, dia merasa murka siapa yang sudah berani mengusik kehidupan kakak iparnya itu, jika kakak iparnya terluka otomatis kakak nya jauh lebih terluka, Rio yang sangat menyayangi Frans di bandingkan menyayangi dirinya sendiri, walawpun dia dan Frans sering ribut cekcok dan hanya sodara angkat, namun mereka bak sodara kandung yang saling menyayangi, maka siapapun di antara mereka ada yang menyakiti pasti sedih dan terlukanya akan ikut merasakan.
"Bilang padaku bang, siapa yang berani membuat kakak ipar seperti ini", murka Rio, Frans bukannya tidak marah dia hanya saja sekarang lebih penting ke istrinya yang menangis tanpa meraung dan mengeluarkan air mata, hanya suara lirih yang keluar dari mulutnya.
"Rio dengarkan aku baik baik, habisi dan hancurkan keluarg Meswa sehancur hancurnya, keluarga merekalah yang sudah membuat istriku seperti ini".
"Akan ku habisi langsung dengan tanganku sendiri, tidak akan pernah ku biarkan orang orang di sekelilingku tersakiti, jika mereka menyakiti orang orangku maka balasannya dariku akan kematian yang mereka dapat".
Sedangkan sekertaris Frans yang mendengar ucapan Rio, dia bahkan menelan ludahnyapun sangat susah, Rio adalah anak sepasang Mafia yang sangat terkenal, orang tuanya meninggal karena jet pribadi yang mereka tumpangi hilang kontak dan langsung jatuh di tengah laut, karena mereka berdua sedang lemah dari situlah lawannya menyerang, maka dari itu mereka kalah, namun bertaun taun koma juga dan akhirnya Rio memutuskan untuk mencopot semua peralatan yang orang tuanya gunakan, Rio merasa kasian hampir 11 tahun kedua orang tuanya itu koma dan sama sekali tidak ada perubahan, Rio akhirnya ikhlas. Maka dari itu sudah pasti jiwa mafia nya Rio tidak tanggung tanggung.
"Baik, akan ku lakukan apapun demi kalian", ucap Rio dengan mantap.
"Kita ke hotel dulu, Iyo, dan hubungi dokter perempuan yang terbaik untuk istriku".
Rio sangat patuh dan menurut dengan segala ucapan dan perintah Frans.
.
__ADS_1
.
Sampai hotel Dinda lumayan sedikit tenang, dan tidak lama datanglah dokter perempuan. dokter itu memeriksanya.
"Beliau hanya syok pak, kita hanya perlu terus ajak bicara dan tenangkan beliau".
"Lakukan yang terbaik untuk istriku", titah Frans dengan dingin. Dan dokter itu hanya mengangguk.
Akan ku habisi kalian semua,batin Frans, jika perlakuan kalian tidak melampaui batas tidak mungkin istriku sampai seperti ini.
•
•
•
❤❤❤ Happy reading.
jangan lupa like nya, Terimaksih🙏🙏
__ADS_1