
Frans sudah mendatangkan psikolog, fsikiater dan dokter terbaik untung menangani istrinya.
12 tahun silam, Dinda pernah di sekap di gudang sebulan, di beri makan 3 hari sekali namun tidak di beri minum. Dengan kuat nya Dinda, dia masih bertahan hidup meskipun minum dengan air keran.
Setelah sebulan di sekap Dinda di jadikan bak babu yang bekerja 24 jam, bahkan pernah di paksa untuk memakan, makannan kucing juga, dengat kuatnya Dinda masih bisa bertahan hidup meskipun dia waktu itu sudah seperti mayat hidup yang tergeletak.
Setelah hampir 2 bulan di sekap dan di jadikan babu, tidak di kasih makan ataupun minum yang sesuai kebutuhan manusia hidup, karena Dinda sudah tidak berdaya bahkan sedikit lagi bisa di nyatakan meninggal, dia di taruh tepat di pinggir rumah kecil orang tuanya.
.
Hanya karena mereka terlahir dari keluarga berada, Ayahnya tidak di restui menikah dengan seorang janda miskin dengan dua anak, namun Ayah Hendra yang awalnya mempunyai hutang budi pada Ibu Ranti lama mereka sering bertemu, karena Ayah Hendra sering memberi bantuan pada orang yang telah menolongnya pas sedang kecelakaan dulu, lama lama dia mempunyai perasaan.
Memang umur Ibu Ranti dan Ayah Hendra sepantaran, jadinya mereka saling mempunyai perasaan, beda keyakinnan tidak membuat Ayah Hendra mundur, dia lebih memilih mengikuti keyakinnan Ibu Ranti, wanita yang iya cintai, wanita dengan pandangan sejuk.
__ADS_1
Ibu dan kakak nya, dulu sudah menjodogkannya dengan orang kaya lagi dan seiman dengan mereka, namun iya menolaknya meskipun tidak mendapatkan harta warisan sepeserpun Ayah Hendra lebih memilih wanita yang iya cintai, karena sudah muak selalu di atur dan terus di atur dia tidak pernah merasakan yang namanya kebebasan sejak kecil, iya lebih memilih pergi kepada orang yang iya cintai.
Dari situlah marahnya Oma Rena, ibunya Ayah Hendra dan Om Bima Kakaknya. Mereka tidak terima adiknya lebih memilih janda miskin yang sudah punya 2 anak. Bahkan anak nya lebih memilih meninggalkan keyakinan mereka juga.
13 tahun tanpa ada komunikasi dengan anaknya, karena memang mereka memutuskan antara ibu dan anak, memutuskan antara kakak dan adik, setelah mendapat kabar kalau Hendra mempunyai anak dari wanita yang paling dia benci, dari situ Oma Rena semakin geram pada anak nya, dia berencana untuk menculik cucunya sendiri, di culik bukan berarti dia besarkan dengan kasih sayang, dia culik untuk menyiksanya, Oma Rena berpikir jika ada anak kandung di antara mereka itu berarti Hendra anaknya tidak akan pernah kembali lagi padanya.
Kejam memang, mereka berdua sangat kejam padahal Dinda itu cucunya, ponakannya, mau bagaimanapun darah yang mengalir dalam tubuh Dinda tidak akan bisa mengubah segalanya darahnya ya tetap darahnya saja, darah anaknya.
Dinda yang tidak tahu menau kalau mereka Oma dan Om nya, dia hanya menangis dan selalu berkata dia salah apa sama mereka.
.
1 minggu di tangani dengan baik serta dukungan dan kasih sayang dari suami anak dan juga mertua yang begitu baik, kini Dinda sudah bisa tersenyum lagi.
__ADS_1
Frans yang sudah bisa melihat senyuman istrinya, dia juga merasa bahagia. 5 hari kemarin dunianya seakan runtuh melihat kondisi Dinda yang di ajak bicara juga tidak merespon, kadang nangis menjerit sendiri, kadang tidak di apa apin juga mengaduh seperti orang benar benar kesakitan.
Papa Wira yang melihat menantunya seperti itu dia tak kalah geram, Bima Maheswa itu relasi bisnisnya dan jauh sekali di bawahnya, dengan tanpa persetujuan lagi Papa Wira langsung memutuskan semuanya.
Mama Sinta tidak pernah meninggalkan menantunya, bahkan mereka selalu tidur bersama di satu ruangan yang besar agar bisa menjaga Dinda dengan baik.
•
•
•
❤❤❤ Happy reading ❤❤❤
__ADS_1
Jangan lupa like😊 Terimakasih🙏🙏🙏