BUKAN WANITA LEMAH

BUKAN WANITA LEMAH
60. Part 60


__ADS_3

Setelah Dinda keluar dari ruangan kerjanya, Frans senyum senyum sendiri sambil menyelesaikan pekerjaan nya.


Dinda sedang sibuk dengan semua perawatannya, di bantu oleh 2 orang petugas yang Mama Sinta booking.


Naomi masih anteng main dengan kakek neneknya, tanpa mengganggu Dinda selama perawatan 3 jam lamanya.


Jam 4 sore Frans keluar dari ruangan kerjanya.


"Main apa sayang? anteng amat sama kakek nenek", ucap Frans.


"Main gak tau namanya Pa tapi seru", jawab Naomi dengan polos, membuat Frans terkekeh.


"Ayah sama Ibu dari tadi tidak istirahat, istirahat lah biar Naomi sama saya".


"Gak apa apa nak kami malah senang, Naomi anaknya ceria juga pintar", puji Ayah Hendra.


"Iya nak kami senang, cucu nenek pinter banget", saut Ibu lagi.


Frans merasa terharu, padahal Naomi bukan siapa siapa mereka kalau di pikir pikir tapi mereka begitu menyayangi Naomi. Keluarga dari mantan istrinya saja tidak pernah sama sekali menanyakan kabar cucunya, padahal Frans merasa tidak mempunyai masalah dengan mantan mertuanya itu, dan kesalahan pun bukan berasal dari keluarga Frans.


"Naomi Mama mana?", tanya Frans pada Naomi. Dan sontak anak itu langsung mengedarkan pandangannya.


"Mamaaaaa", Naomi langsung lari ke arah kamar Dinda.


"Heii kenapa sayang?", kaget Dinda baru saja dia selesai mandi.

__ADS_1


"Heheee, Nomi kira Mama pergi lagi", cengir Naomi. Dinda menggelengkan kepala heran sama anak itu yang tidak bisa jauh darinya.


"Mama baru habis mandi, Nomi juga mandi yuk, mau Mama mandiin apa mandi sendiri?".


"Mandiin boleh ya Ma". Dengan muka sedikit berharap di mandiin.


"Manja nya anak Mama", sambil menggendong Naomi, Dinda keluar dari kamarnya terus saja menciumi anak itu sampai kegelian, gelak tawanya memenuhi rumah itu.


Frans yang juga ikut menaiki anak tangga sambil menyaksikan ke harmonisan calon istri dan anaknya. Membuatnya tersenyum, pemandangan yang sangat indah menurut Frans selama hidupnya.


"Ma, Papa juga mau di mandiin kaya Naomi". Ucap Frans dari belakan Dinda.


Ehh Dinda kaget sejak kapan Frans berada di belakangnya pikir Dinda.


Membuat Frans tercekat, apa iya dia sudah kelihatan banget tua nya, apa iya dia sudah terlihat kaya bapak bapak anak 5. Sedangkan Dinda tertawa puas dengan jawaban Naomi.


"Gak anak gak calon istri senang banget bilang tua, padahal masih muda begini gendong kalian berdua juga bisa", kesal Frans.


"Papa gendong Nomi sama Mama, ayo Pa gendong kita berdua", pinta Naomi dengan antusias.


Frans dan Dinda dibuat gelagapan dan saling pandang, tidak percaya mendengar permintaan Naomi.


"Kamu sih", bisik Dinda.


"Kenapa aku, emang bisa sayang kamu mau buktinya", enak saja selalu di bilang tua kan gak terima, batin Frans.

__ADS_1


Dinda dibuat semakin kesal, tidak menghirawkan Frans lagi yang berusaha mengajaknya bicara.


"Ehhh nggak sayang mending kita mandi yuk, mau di mandiin Mama kan, habis mandi kita main ya", berusaha mengalihkan permintaan konyol Naomi.


"Iya Ma ayo, huhhhh Papa gak bisa kan", sambil meledek Frans lagi. Naomi menggandeng tangan Dinda masuk kamarnya untuk mandi sore.


Mau marah dan membalas ledekan Naomi lagi Frans tidak berani karena sudah dapet plototan dari Dinda.


Huwhhh Frans membuang napasnya dengan kasar, menghilangkan rasa sebalnya karena di bilang sudah tua, kalah gue sama mereka berdua, cuman Dinda Naomi dan Mama yang bisa kalahin gue dalam hal apapun, gerutu Frans sambil masuk kedalam kamarnya.


Sampai kamar langsung berkaca di depan kaca besar, membolak balikan badannya sendiri.


Gue gak tua tua banget perasaan, badan juga masih kekar gini, otot juga belum kendur, sedikit panik selalu di bilang tua Frans takut benaran tua. Benar benar ucapan Naomi dan Dinda yang bilang dirinya tua menghantui perasaan nya sendiri.


Apa gue harus oprasi ke korea ya biar kelihatan muda terus, akhhh gak gak engak mungkin gue tua, gue masih muda gini, seloroh Frans. memilih mandi pusing memikirkan itu semua.





❤❤❤


jangan lupa like ya😇 Terimakasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2