
Setelah Dinda pulang habis mengantar Naomi sekolah, dia siap siap akan menyambut keluarganya.
Bareng Mama Sinta akan menyambut keluarganya di hotel yang akan mereka tempati.
"Dinda udah siap kan", tanya Mama Sinta.
"Sudah Ma".
"Kita ke sananya di anterin pak Herman dulu ya, pulangnya nanti sama Frans katanya".
"Iya Ma", Dinda hanya menurut dan mengikuti saja apapun yang Mama Sinta ucapkan padanya.
"Yaudah ayo kita jalan sekarang sayang", ajak Mama Sinta lagi, Dinda manggut lalu mengekordi belakang Mama Sinta.
Sepanjang perjalannan Mama Sinta mengobrol bercerita ria dengan calon menantu nya, bahkan setiap hari dia selalu menyempatkan waktu untuk ngobrol sama Dinda, karena Dinda paling susah jiga di ajak untuk menghabiskan uang/shopping. Akhh begini rasanya punya menantu yang bisa di ajak ngobrol bercerita bisa di jadikan teman juga, batin Mama Sinta.
Sampe hotel Dinda dan Mama Sinta terlebih dulu datang tak lama rombongan keluarga Dinda juga datang 1 bus dari kampung bisa di pastikan lebih dari 25 orang isi dalam bus itu.
Menyambut Ayah Ibu dan kakak kakak nya dengan bahagia, memeluk Ibunya dengan erat, rasanya ini mimpi bagi Dinda.
"Ibu Dinda kangen peluk erat gadis itu", Memeluk Ayahnya juga tak kalah erat.
"Sama nak Ibu juga kangennn", tangis haru bu Ranti, Masya Allah rejeki anak nya, bertemu dengan orang kaya raya, bahkan tinggal menghitung waktu anak nya itu akan menikah dengan orang kaya.
Semua keluarga dan tetangga dekat juga ikut, hanya Romi dan Reni yang tidak ikut, masabodolah tidak ikut juga toh tidak ada mereka acara tidak akan tidak bisa berjalan.
Pihak hotel yang di booking Mama Sinta untuk di tempati keluarga Dinda telah menyiapkan segalanya.
Tak lama Frans pun datang ke sana meyusul Mama dan calon istrinya sekalian memyambut calon mertua nya juga meskipun telat.
"Assalamualaikum", salam Frans, entah lah semenjak sama Dinda perubahan Frans sangat sangat jauh berbeda, yang biasanya main nyelonong, selalu terpancing emosi juga garang, kini semakin lembut dan kadang sedikit tersenyum.
"Walaikum salam", mereka serempak menjawab. Frans menyalami semua keluarga Dinda.
Ternyata benar ya calon suami Dinda ganteng tajir lagi. Duh calon suami Dinda ternyata masih muda, para bude bude Dinda berbisik.
__ADS_1
Andai saja calon suami Reni huhhh Romi tidak ada apa apanya dibandingkan calon suami Dinda, batin Mamanya Reni sangat dongkol karena bukan dia yang besannan sama orang kota.
Bersiap untuk pulang ke kediaman Wiguna, Ayah Ibu Dinda juga ikut.
Naomi sudah waktunya pulang sekolah takut kalau Dinda tidak ada di rumah anak itu akan mengamuk lagi.
Benar saja baru sampe rumah Naomi sudah ada di rumah, bahkan mata anak itu sudah berkaca kaca. Dinda yang melihat air mata Naomi sudah mau tumpah langsung saja dia menggendongnya.
"Sayang anak Mama, duh siapa yang pilihin bajunya sayang baju baru ya", basa basi Dinda agar air mata itu tidak turun.
"Aku sendiri Ma", dengan sedikit senyuman kecilnya, tidak jadi nangis lah toh Mama nya sudah datang.
Turun dari gendongan Dinda Naomi turun minta di gendong Kakek Hendra, dengan senang hati Kakek menggendong cucu sambungnya itu.
Naomi main dengan Kakek dan Nenek nya, Dinda yang mau masuk ke kamarnya niat mau istirahat sebentar sebelum acara perawatannya di mulai.
"Sayang", panggil Frans.
Dinda menoleh, hatinya sudah was was, selama 1 minggu lebih, jarang sekali mereka ada waktu berdua, membuat Dinda leluasa dan juga merasa aman, kayanya hari ini dia tidak bisa kabur lagi untuk menghindari Frans.
"Iyyyaa, ada apa ya?", tanya Dinda sedikit gugup seperti ke orang asing saja padahal itu calon suaminya sendiri.
Modus si Frans mah, udah lama dia gak peluk peluk hahhaaaa.
"Di sini aja, kenapa harus ke ruangan kerja sih", sebenarnya Dinda perasaannya sudah mulai tidak aman.
"Berdua dulu Dinda, sempatkan waktu buat kita berdua", gemes sekali rasanya Frans pada wanita ini.
Masuk ke dalam ruangan kerja Frans langsung mengunci pintunya.
"Papanya Naomi suka gak jelas deh", Dinda berusaha untuk tenang, padahal hatinya sudah takut.
"Mamanya Naomi semakin cantik deh", Frans mendekat pada Dinda.
"Jangan macam macam deh", demi apa Dinda sudah takut banget meskipun calon suaminya sendiri.
__ADS_1
"Kamu itu kaya aku penjahat saja Din", keluh Frans. Entahlah harus mulai dari mana Frans bingung sendiri, calon istrinya itu tidak pernah mau berdekatan dengannya kalau tidak di paksa.
"Ya kenapa harus di kunci segala pintunya".
"Sayang sekali saja tatap mataku", pinta Frans, sebelum Dinda mendongak menatapnya, Frans sudah langsung memeluknya. Kangen sayang".
Dinda membiarkan Frans memmeluknya untuk beberapa saat, tidak bisa bohong dia juga merindukan pelukan itu, namun rasa tidak percaya diri dan rasa takutnya menyelimuti iti semua.
"Udah ya", ucap Dinda. Namun Frans seolah tuli, malah mencium pipi kiri dan kanan Dinda. Dinda.
"Kamu wangi banget sayang padahal ini udah siang lo". Frans mengangkat badan Dinda untuk mendudukan di meja kerjanya. Dinda gelagapan sendiri.
"Papa Naomi jangan kaya gini gak enak ih", ucap Dinda lagi.
"Seperti ini sebentar saja sayang, aku lelah Frans nenumpukan kepalanya di pangkuan Dinda beberapa saat, Dinda membiarkan juga mengelus kepala Frans.
"Istriku cantik banget sih yang", Frans mengelus pipi Dinda dengan sayang. Tidak kuat untuk mencium bibir ranum yang ada di depannya itu, berusaha Frans untuk tidak menyentuhnya lagi sebelum sah.
Meski sedikit gugup juga takut Dinda berusaha untuk memberikan senyumnya.
"Gak enak berduaan di ruangan ini, keluar yuk", ajak Dinda.
Frans terkekeh"Aku gak bakalan gigit sayang, sebelum sah mah, kalu udah sah ini semua milikku", ucap Frans, mengelus pipi dan bibir Dinda. Bukan main hanya menyentuh dengan ibu jarinya saja sudah membangkitkan sesuatu yang sedang tertidur di balik celananya.
"Yaudah kalau mau keluar sayang buka saja pintunya", bisa bisa gawat kalau terlalau lama berdua dalam ruangan itu takut Frans khilap.
Dinda turun dari meja kerja Frans, memegang bahu lelaki itu. "Semangat kerjanya Papa Naomi, cari uang yang banyak buat kita, buat anak anak kita nanti", Dinda tersenyum sambil meninggalkan Frans yang sedang melongo denga ucapannya.
•
•
•
•
__ADS_1
❤❤❤
Selamat membaca kesayangan Utor, jangan lupa like ya, Terimakasih🙏🙏🙏