
Frans memeluk Naomi, setelah beberapa kali mempertimbangkan ada banyak sekali keraguan dalam diri Frans. Akhirnya Frans meng iyakan kemauan sang anak.
"Oke besok setelah pulang dari sekolah, Naomi ke kantor Papa ya", sudah nangis nya dong kan mau beli kado buat hadiah ulang tahun, ucap Frans.
"Gak apa apa ko Pa, gak beli hadiah juga gak apa apa, yang penting besok ketemu kakak cantik", Naomi tersenyum terus tidak seperti 2 hari kemarin.
"Yaudah kita jalan aja nanti kita beli apa yang Naomi mau ya".
"Oke Papa terbaik sedunia", ucap Naomi dengan senang.
Cek anak gue kenapa jadi begini, hanya karena mau ketemu tu orang ko bisa sesenang itu, Frans menggelengkan kepala.
Setelah setengah jam perjalannan Frans dan Naomi sampai ke tempat pusat perbelanjaan terbesar di kota itu.
Baru saja masuk ke dalam mall, para kaum wanita yang iman nya setipis kulit bawang, sudah mulai berbisik bisik, jelalatan seperti belatung kepanasan lenggok kiri lenggok kanan.
Ini yang paling gue malas kalau keluyuran kaya gini, kenapa di dunia ini kebanyakan wanita seperti ini sih, batin Frans menggerutu.
Frans dan Naomi memasuki salah satu lestoran yang ada di dalam mall itu. Niat mereka sebelum belanja makan siang terlebih dahulu.
Baru saja 3 menit duduk di bangku itu, langsung ada salah satu wanita yang mau berkenalan dengan nya. Naomi dengan sigap melindungi sang Papa dari godaan cabe cabean.
__ADS_1
"Tante jangan ganggu Papaku, kalau ketahuan sama Mama aku nanti tante bisa bisa di cingcang lo".
Frans di buat melongo dengan kata kata Naomi, namun setelah itu dia merasa bangga juga terimakasih pada sang anak karena telah membantu nya.
"Hahh.. Ucap wanita itu dengan kaget. Bukan nya Frans Wiguna itu duda ya?".
"Tante salah Papa aku sudah menikah lagi, bahkan Mama aku itu sangat sangat cantik banget".
Frans semakin di buat melongo siapa yang Naomi maksud, dia bahkan tidak pernah dekat dan di sentuh oleh wanita lain, selain Naomi sama Mama Sinta.
"Oww, sorry", ucap wanita itu lalu pergi dengan membawa segudang rasa malu.
Setelah wanita itu pergi, Frans melirik Naomi yang sedang asik, memakan es cream nya, yang baru saja di antarkan oleh waitress.
"Ahhh, itu Pa, bukan apa apa aku hanya mau melindungi Papa dari godaan manusia yang seperti tante tadi", padahal Naomi dari tadi sudah membayangkan kakak cantik nya.
"Yaudah kita habiskan makan nya dulu terus kita jalan".
"iya Pa, ucap Naomi.
Setelah makan nya habis mereka berdua mulai jalan ber iringan.
__ADS_1
Membeli beberapa sepatu, baju dan tas sekolah untuk Naomi.
"Pa udah ya aku capek keluh nya", anak itu kecapean dan juga mulai mengantuk.
"Mau pulang hemm?", Frans bertanya dan hanya di jawab dengan anggukan oleh Naomi.
Bapak dan anak itu keluar dengan menengteng beberapa paper bag.
Di perjalannan sedikit macet, saking lelah nya Naomi tertidur di mobil, Frans yang melihat anak nya tertidur langsung menurunkan sedikit jok mobilnya agar sang anak merasa nyaman dengan tidur nya.
Bahagia banget ya, batin Frans. Melihat Naomi sedang tidur sambil tersenyum.
Tidak seperti kemarin kemarin bahkan kesan muka nya sedikit dingin.
Naomi tersenyum merkah dari tadi pas dia di ijinkan untuk bertemu dengan kakak cantik nya.
Setelah kurang lebih 1 jam perjalannan karena ada sedikit kemacetan di jalan tadi, mereka sampai rumah dan Naomi masih asik dengan mimpinya.
Frans tidak tega untuk membangunkan anaknya yang tertidur dengan tenang dan damai bahkan senyum nya masih tidak luntur meski sedang tertidur.
Bagaimana tidak bahagia ini kali kedua Naomi di jemput sekolah, belanja makan siang bareng di belikan es cream, dan besok di bolehkan untuk ketemu dengan kakak cantik nya. momen yang sangat langka bagi Naomi, sang Papa ada waktu juga untuk nya.
__ADS_1
❤❤❤
Selamat membaca, jangan lupa like ya, Terimakasih🙏🙏🙏