
#flashback on
"Dinda mempunyai sepupu namanya Reni mereka sangat akur sekali sering bersama dan ber bagi bahkan selalu satu sekolahan dari Tk sampai SMA."
Namanya juga anak anak remaja pasti pernah yang namanya pacaran iya kan.
"Ya seperti Dinda sejak memasukin kelas 12 Dinda dan Romi menjalin kasih."
"Pacaran mereka gak neko neko pacaran biasa saja hanya bepegangan tangan doang gak lebih, sampai lulus sekolah pun masih pacaran,"
"Romi yang melanjutkan pendidikan nya pun tidak menjadi masalah bagi mereka berdua menjalani hubungan jarak jauh," setiap hari mereka bertukar kabar dan saling ber cerita apa saja kegiatan sehari ini selalu bigitu terus setiap hari saling bercerita kegiatan sehari hari.
Namun entah kenapa di tahun ke 4 mereka pacaran itu sudah tidak se sering dulu bahkan jarang sekali Romi memberi kabar ke Dinda, ya alasannya dia karena sedang sibuk yang padahal masa sibuk terus selama 24 jam gak ada waktu, tapi Dinda gak ambil pusing dia memaklumi saja.
Memang kalau sudah bukan perioritas mau ada waktu 2x24 jam pun gak ada guna nya kan
Waktunya mau merayakan hari raya Idul Fitri dan pastinya Romi juga pulang. waktu inilah yang Dinda tunggu tunggu untuk bisa melihat secara langsung sang kekasih dia sudah tidak sabar menunggu hari esok.
Pagi pagi sekali dinda ke pasar mengantar sang ibu untuk belanja. Namun Dinda di kejutkan dengan pemandangan yang mengejutkan iya dia melihat Romi pulang besama Reni karena mereka pulang naik motor sangat jelas sekali pemandangan itu.
"Ahh Dinda ayoklah jang berpikir terlalu jauh gak mungkin kan reni melakukan yang ke 2x nya kan, dia sudah janji dulu sama kamu, ayok dong pikiran jernih lah jernih anggap itu biasa saja."
Setelah 1 jam Dinda melihat ponsel nya siapa tau Romi menghubungi nya namun tidak ada sama sekali panggilan atau pun pesan yang Romi kirim seperti biasa nya kalau dia sudah pulang. Semakin kalut saja pikiran Dinda takut tapi dia menampik itu semua mungkin Romi capek mau istirahat dulu mungkin Romi mau ngasih kejutan hehee.
"Nak kok melamun panggil ibu."
"Ehhh iya bu enggak ko lagi ngeliatin orang orang pilih sayur aja hehee cengirnya."
__ADS_1
"Oh yaudah kalau gitu pulang yuk ibu sudah selesai belanjanya."
"Iya buk."
Dinda dan Ibu langsung menuju motornya. Setelah sampai rumah Dinda langsung masuk kamar tidak seperti biasanya membantu ibu membereskan sayuran yang di beli.
"Anak itu kenapa ya pikir ibu kok gak seperti biasanya," namun yaudah lah namanya juga anak jaman sekarang.
Sampai kamar Dinda mengecek ponsel nya lagi, dan masih sama gak ada pesan atau panggilan sama sekali. Gak tenang banget kenapa ya gak biasanya Romi pulang kaya gini apa dia datang langsung ketiduran karena capek perjalannan jauh menggunakan motor pikirnya sudah kalut tapi tetap berusaha tenang.
"Ahhh lebih baik mandi biar pikiran ku bisa tenang." Setelah mandi Dinda langsung tidur biar kepalanya tidak pusing karena pikiran yang belum tentu itu benar.
"Dinda terbangun lagi jam 1 siang ya Allah aku belum shalat ucapnya, langsung dia ambil wudu terus shalat."
"Ah libur kerja tuh kaya gini gak ada kegiatan sama sekali kaku badan juga," melihat ponsel lagi masih belum ada pesan atau panggilan.
"Apa aku telpon duluan ya tapi nggak deh tar mungkin sore atau malam dia ke sini." Mending baca novel online aja deh daripada mikirin yang enggak enggak.
"Selamat berbuka puasa Ayah Ibu ucapnya sambil tersenyum."
"Iya nak ini buka puasa terakhir kita di tahun ini."
"Alhamdulillah ya kita bisa bertemu Bulan Ramadhan ini dan semoga selalu bertemu dengan Bulan Ramadha berikutnya saut Ayah. Iya Yah saut bu Ranti dan Dinda."
...*Pesan dari Romi...
"Habis Isa kita bertemu di tempat biasa ya Din."
__ADS_1
"Iya Rom." balas Dinda dengan tersenyum. Akhirnya dia memberi kabar juga.
Hanya itu pesan yang Romi kirim
Di pinggir pasar malam...
"Dinda maaf ya aku tidak bisa melanjutkan hubung kita ini ucap Romi."
Bak di sambar petir siang bolong dinda sampai ter jengkat saking kaget dan sakit hatinya. "Kenapa Rom?" Sambil terbata hanya itu yang bisa dinda ucapkan sambil menahan tangis sekuat tenaga.
"Aku mau pokus sama pendidikanku Din ucap Romi."
(Alasan yang sudah basi padahal alasan seperti itu tuh)
"Memangnya selama ini aku mengganggu kamu Rom," padahal selama ini aku selalu sabar nunggu kamu, jika kamu tidak memberi kabar pun aku tidak pernah memaksa kamu untuk sekedar mengirimkan pesan kepadaku setiap hari.
"Iya maaf aku harap kamu mau mengerti."
"Ya sudah aku pergi ya."
"Carilah laki laki yang bisa membahagiakan kamu din."
"Aku yakin kamu orang yang baik dan juga cantik kamu pasti mendapatkan yang lebih dariku."
"Aku pergi ya." hanya itu yang di ucapkan Romi.
"Ya Allah kenapa jadi begini luruh sudah air mata yang dari tadi di tahan tahan."
__ADS_1
❤❤❤
selamat membaca man teman jangan lupa like nya Terimakasih🙏