Calon Istri Milyader

Calon Istri Milyader
Pernikahan Alika dan Zein


__ADS_3

Setelah memberikan ancaman pada Andrew, Zein dan ramon segera keluarga dari kamar Andrew.


Andrew masih mematung, bahkan tidak lagi memperdulikan Zein saat keluar dari kamarnya. Setelah beberapa menit terdiam ia masuk ke dalam kamar mandi. Membersihkan diri, kemudian memakai pakaiannya, tapi kali ini bukan setelan jas yang akan dipakai untuk tunangan. Tapi sebuah kaos dengan celana jeans. Ia akan menemui Kiara, gadis yang tidak bisa ia tinggalkan.


Andrew mengambil kunci mobil dan ponselnya diatas nakas, kemudian segera keluar dari kamar hotel. Keputusannya sudah bulat, Ia akan pergi dari hotel sebelum acara pertunanngan dimulai.


..................


Didalam ballroom hotel.


"Duh... Pah gimana ini? keluarga Andrew belum datang juga. Sebentar lagi acara di mulai, semua tamu juga sudah datang." Ujar Belinda dengan wajah panik sambil meremas jari tangannya.


"Sebentar Mah." Hendrik mengambil ponselnya dibalik jas hitam yang melekat di tubuhnya. kemudian segera menghubungi Matheo.


"Halo." Jawab Matheo.


"Kalian dimana? kenapa belum masuk ke ballroom? kami sudah menunggu kedatangan kalian. Sebentar lagi acara dimulai." Tanya Hendrik tanpa basa-basi karena merasa kesal.


"Maaf Hend. Andrew tidak ada di kamarnya, saya sudah mencarinya kemana-mana dan ponselnya juga tidak aktif. Saya sangat malu dengan kelakuan anak saya. Tiba-tiba saja dia menghilang, tapi anak buah saya sedang mencarinya." Ungkap Matheo.


"Maksud kamu Andrew kabur dan meninggalkan pertunangannya?" Geram Hendrik.


"Maafkan aku, aku juga tidak menyangka ini akan terjadi." Sesal Matheo merasa sangat bersalah pada Hendrik.


"Cari anakmu sekarang juga! Aku berikan waktu setengah jam. Awas saja jika kalian mempermalukan keluargaku. Aku akan menarik semua sahamku diperusahaan mu." Ancam Hendrik.


Tidak lama kemudian Prayoga, Feronica, dan Zaskia memasuki ballroom. Mereka melihat kearah pelaminan tempat berlangsungnya acara pertunangan tapi tidak melihat Alika dan calon tunagannya berdiri di sana.


"Mah, kenapa kak Alika belum ada disana? seharusnya kan acara sudah mulai." Tanya Zaskia pada Feronica.


"Mana Mama tau sayang, kita kan baru datang." Jawab Feronica, padahal dalam hatinya juga bertanya dan penasaran kenapa pelaminan masih kosong.


Feronica mendekati Belinda kemudian mengobrol dengannya. Sedangkan Prayoga berbicara dengan Hendrik. Saat mereka menanyakan keberadaan Alika dan tangannya, Hendrik dan Belinda tidak bisa menjawabnya selain kata sebentar lagi mereka akan turun.


Sudah satu jam mereka menunggu, para tamu mulai bertanya kenapa acara belum juga dimulai. Betapa malunya Hendrik saat itu, ia menghubungi Matheo untuk meminta penjelasan, dan Matheo mengatakan jika pertunangan lebih baik dibatalkan karena Andrew sudah berangkat ke Singapura.

__ADS_1


"Brengsek! kau membuatku malu dihari pertunagan anakku. Aku tidak akan melepaskan keluargamu." Geram Hendrik mencoba menekan suaranya agar tidak terlalu keras mengingat banyaknya rekan bisnis yang hadir di acara itu. Sambungan segera diputuskan karena tidak mau lagi mendengar alasan dari Matheo, baginya itu sudah cukup menjelaskan jika Andrew tidak mau bertunangan dengan Alika.


Prayoga yang mendengar itu langsung menarik tangan Hendrik, membawanya keluar dari Ballroom diikuti Belinda dan Feronica.


"Hei, Kenapa menarikku keluar?" Tanya Hendrik.


"Sebaiknya kita bicara di ruangan lain." Ujar Prayoga masih menarik tangan Hendrik.


Setelah mereka masuk disalah satu ruangan, mereka duduk berhadapan.


"Maaf, Hend. Apa kamu ada masalah?"


"Tentu saja, kamu nggak liat di sana? Andrew pergi ke luar negeri sedangkan anakku batal bertunangan. Aku malu pada semua tamu." Hendrik mengacak rambutnya frustasi, bahkan wajahnya sudah memerah karena menahan amarah.


Suasana menjadi hening seketika. Semuanya diam sambil berpikir mencari solusinya.


"Mmm... Bagaimana jika kita nikahkan saja Zein dengan Alika?" Ide Feronica.


Zein sudah mengatakan pada orang tuanya jika pertunangan itu pasti akan gagal dan dia meminta untuk menikahkannya dengan Alika jika benar itu terjadi. Namun kedua orang tuanya pura-pura tidak tahu di depan semua orang.


"Ya... itu sih ide aku aja, mereka kan sudah tunangan, nggak mungkin kan, mereka tunangan dua kali. Anggap saja acara ini akad saja, nanti resepsinya kita akan bicarakan kembali. Bagaimana?" Tanya Feronica.


Semuanya kembali diam. Tidak ada pilihan lain untuk sekarang ini. Meskipun Hendrik masih marah pada Zein. Tapi sebenarnya ia sudah memaafkannya saat Zein menyelamatkan Alika dari tangan Alexis.


"Oke, aku setuju Pah. Selama ini Zein sangat baik, cobalah menerima Zein kembali menjadi calon mantu kita Pah. Berikan kesempatan padanya sekali lagi." Ujar Belinda.


"Aku setuju, Hendrik, giliran kamu." Ujar Prayoga.


"Baiklah, aku setuju." Ujar Hendrik.


Semuanya menghela napas lega.


"Pah, hubungi Zein, dia dimana. Suruh secepatnya ke sini. Dan hubungi juga Kakek biar menyusul bersama keluarga yang lain. Mama akan bicara dengan WO untuk mengubah susunan acaranya.


Setelah mengatur sedemikian rupa. Satu jam berikutnya acara dimulai. Acara yang awalnya hanya acara pertunangan berubah menjadi acara akad nikah Zein dan Alika.

__ADS_1


Zein masuk ke dalam ballroom bersama Ramon. Sedangkan penghulu datang setelah beberapa menit mereka duduk.


Zein menggunakan setelan jas berwarna putih dan peci berwarna putih sesuai dengan warna kebaya putih yang dikenakan Alika.


Alika masih belum tahu kejadian di ballroom yang ia bingung, kenapa harus mengganti gaun yang dipakainya dengan kebaya putih berpadu brukat dan berlian dibagian kancing kebayanya. Tapi dia tetap menurut mungkin itu sebabnya acara belum juga dimulai.


Meriska yang sedang menemani Alika mendapatkan telepon dari Ramon untuk membawa Alika masuk ke dalam ballroom.


Alika berjalan menuju pelaminan. Diatas pelaminan sudah tidak ada lagi tulisan namanya dan Andrew. Hanya ada bunga mawar putih dan hiasan pengantin yang sangat membuatnya terpesona.


Zein berbalik melihat calon istrinya berjalan mendekat, pandangan tidak pernah lepas dari pujaan hatinya yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


Deg!


Jantung Alika berdebar begitu kencang karena melihat semua anggota keluarganya dan keluarga Zein duduk disana, matanya kemudian beralih pada pria yang mengenakan jas berwarna putih.


"Zein?!" Batin Alika.


Ia bingung tapi tetap duduk di samping Zein. Ingin bertanya kenapa acaranya berubah seperti ini tapi pada siapa? Alika melirik Zein kemudian menunduk.


Setelah Alika duduk, akad pun dimulai.


Semuanya bersorak kata "Sah" Setelah Zein mengucapkan ijab kabul dengan sekali tarikan napas.


Hutama yang diduk disamping Hendrik dan Prayoga menghapus air matanya karena terharu. Tuhan masih memberinya kesehatan untuk menyaksikan acara pernikahan cucunya. Dan dia juga merasa tenang sekarang karena telah menepati janjinya pada Sahabatnya.


Acara dilanjutkan dengan tukar cincin dan setelah itu Zein mencium kening Alika, kemudian Alika mencium tangan Zein sebagai baktinya sebagai seorang istri yang akan hidup berumah tangga bersama Zein.


Semua anggota tersenyum bahagia, suasana berubah menjadi haru saat kedua mempelai mendekat untuk meminta restu.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2