
Alika menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, bingung harus menjawab apa karena tidak mungkin ia berkata jujur.
"Kenapa kamu jadi salah tingkah? apa terjadi sesuatu yang Kakek tidak tau?" Tanya Hutama.
"Ah, nggak ada kok Kek." Sergah Alika.
Tidak lama kemudian Zein masuk ke dalam kamar dengan gaya coolnya, disertai dengan penampilan baju kaos dan celana pendek warna putih serta aroma citrus yang sangat Alika sukai.
Alika melongo dengan mulut terbuka. Sedangkan Hutama tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
"Lihat calon suami kamu, ganteng kan? Kakek nggak mungkin salah pilih jodoh untuk kamu." Bisik Hutama.
Alik mengangguk kemudian segera menggelengkan kepalanya. "Ganteng itu relatif Kek, tergantung dari sisi mana kita menilainya."
"Kalau begitu, kegantengan Zein dari sisi mana?"
"Kakek tanya aku?" Alika menunjuk dirinya sendiri.
"Ya, siapa lagi?"
Alika menatap Zein lebih teliti, tidak ada kekurangan sedikitpun sebagai seorang pria dewasa yang ia temukan. "Zein jika diperhatikan memang sangat ganteng, dilihat dari sisi manapun tetap mempesona. Hatinya juga baik hanya saja Ia sangat menyebalkan." Batin Alika.
Zein langsung duduk di samping Alika tanpa permisi, menyampirkan tangannya dipundak Alika sambil tersenyum.
Alika langsung mendelik saat menoleh. "Lihat aja Kek, tidak punya sopan santun dan sangat menyebalkan!" Geram Alika kemudian memukul lengan Zein yang sedang perangkul bahunya.
"Hehehe, itu karena dia sayang kamu Alika. Apa kamu tidak sadar jika Zein telah berubah?"
Alika menggelengkan kepalanya, entah kenapa dia tidak ingin mengakui perubahan Zein yang begitu tiba-tiba. Baru saja ia ingin melakukan apa nasihat Belinda, ternyata Zein sudah mulai bersikap lebih hangat padanya. Meskipun sikap jahil dan egonya masih tetap mendominan.
"Siapa yang berubah Kek?" Sela Zein.
"Kamu."
"Aku?!"
"Ya, Kamu habis ngapain? sepertinya wajah kamu sangat berbinar. Apa kamu sedang memenangkan tender milyaran?" Tanya Hutama seolah sedang mengetahui sesuatu.
"Ini lebih dari proyek milyaran Kek." Jawab Zein mengedipkan sebelah matanya ke Alika.
"Ihh, dasar genit! Gumam Alika.
"Kakek baik-baik aja?" Tanya Zein.
"Seperti yang kamu liat, Kakek sehat." Jawab Hutama menunjukkan tubuhnya.
Zein kemudian melirik Alika, "Tuh, Kakek baik-baik aja, pasti itu hanya alasan agar kamu masuk ke kamarku, ya kan?"
"Siapa yang alasan, Kakek beneran nggak bisa di bangunin, jadi aku khawatir, makanya aku memanggilmu." Sergah Alika.
__ADS_1
"Sudah, jangan di permasalahkan lagi. Jadi, kapan kalian akan menikah?" Tanya Hutama dengan raut wajah mulai serius.
"Secepatnya Kek. Mama sudah mempersiapkan semuanya. Kapan Kakek merasa cukup sehat untuk ke Roma?" Jawab Zein.
"Hah?!" Alika melotot dengan mulut terbuka.
"Bulan depan aja, karena Kakek masih harus kontrol. Bagaimana Alika, Apa kamu setuju?"
"Terserah Kakek aja, Alika nurut apa kata Kakek." Jawab Alika.
"Bagus nak!" Hutama tersenyum lebar, sebentar lagi keinginannya terwujud. Keduanya adalah cucu kesayangannya, jika mereka benar-benar berjodoh, maka itu adalah kebahagiaan terindah baginya sebelum menutup usia.
Tak terasa sudah dua jam mereka berbicara di dalam kamar Hutama. Zein keluar dari kamar menuju taman belakang, mengambil ponselnya dari dalam saku celana kemudian menghubungi Ramon. Memintanya untuk menyuruh anak buahnya mencari keberadaan seseorang. Ia sangat yakin wanita yang Alika Lihat di kebun anggur adalah orang yang sama dengan yang Ia curigai saat di Milan. Tapi untuk apa Dia jauh-jauh datang ke perkebunan untuk mencarinya? kenapa tidak datang menemuinya langsung? dan untuk apa dia bersembunyi, itu yang menjadi pertanyaan untuk Zein.
.................
Karena bosan, Alika mengambil jaket kemudian keluar jalan-jalan di daerah perkampungan, hanya dengan beralaskan sendal, kakinya melangkah melewati pemukiman warga. Senyum di bibirnya tidak pernah berhenti ketika satu persatu warga menyapanya dengan sangat ramah.
Jangan heran jika anak muda di perkampungan itu mencuri-curi pandang menatapnya. Semenjak kedatangannya dan Zein di perkebunan, merek sudah menjadi bahan perbincangan warga sekitar. Yang pria mengagumi kecantikan Alika, sedangkan yang perempuan terpesona akan wajah Zein yang sangat tampan.
Meskipun sudah beredar bahwa mereka sudah tunangan, tapi itu tidak mematahkan semangat warga untuk mendekati mereka.
"Itu cucu Kakek Hutama kan? cantik banget, kayak bidadari dari surga." Puji salah satu warga.
Suitt.. suitt..!
Alika hanya tersenyum tidak ingin dikatakan sombong dan juga jutek pada mereka. Tanpa Alika sadari sepasang mata terus mengikuti kemana kakinya melangkah.
"Hai, kamu cucu Kakek Hutama kan?" Sapa salah satu gadis.
"Iya." Jawab Alika, kedua tangannya masuk ke dalam saku jaket sambil berjalan.
"Kenalin, aku Virda gadis yang paling cantik di perkebunan ini sebelum kamu datang, tapi setelah kamu disini jadi yang terakhir deh..! hehehe..." Canda Virda sambil tersenyum mengulurkan tangannya.
"Alika. Kok bisa jadi yang terakhir? kan bisa jadi yang kedua?" Tanya Alika membalas uluran tangan Virda.
"Karena yang kedua kamu, ketiga juga kamu, yang terakhir baru aku, hehehe... Maaf, aku cuma becanda." Tulus Virda, "Mau aku temenin jalan-jalan? di sana ada pemandangan yang sangat indah." Tunjuk Virda kesalah satu bukit.
"Bagaimana caranya kita kesana? aku hanya menggunakan sendal."
"Nggak apa-apa, kita lewat sana biar cepat sampainya. Aku yakin, kau tidak akan menyesal kesana."
Virda menunjuk ke salah satu arah jalan.
"Oke, ayo kita sana." Semangat Alika kemudian mereka berjalan menuju kesana.
Alika merasa senang, mungkin berkenalan dengan Virda dapat membuatnya memiliki teman di sana.
Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit, akhirnya mereka sampai di puncak bukit. Alika memegang kedua kakinya yang mulai sakit karena lelah dan memijitnya secara perlahan. Tapi itu tidak sebanding dengan pemandangan yang sangat memanjakan matanya. Hembusan angin menerpa wajahnya, rambutnya yang panjang tergerai ikut melambai diterpa angin.
__ADS_1
Alika masih berdiri merentangkan kedua tangannya, menikmati udara dengan view pepohonan hijau dari atas bukit.
"Ini sangat indah Virda. Kamu sangat pandai memilih tempat yang nyaman." Puji Alika.
Virda meluruskan pandangannya, maniknya bergerak mengikuti arah pandangan Alika. "Aku sering kesini untuk menenangkan diri. Kalau aku lagi galau, atau ada masalah keluarga disinilah tempat pelarianku. Aku dengar-dengar Nona Alika tunangannya Tuan Zein ya?"
"Hmm..! Jangan memanggilku Nona, Panggil Alika aja. Mulai sekarang kita berteman."
"Baiklah, terimakasih sudah mau berteman dengan gadis biasa seperti aku. Kamu beruntung bisa dapatkan Tuan Zein, Tuan Zein itu idaman para gadis disini, termasuk aku, hehehe.... tapi jangan khawatir, aku tidak akan merebut Tuan Zein dari kamu kok, kamu tau kenapa?"
Alika menggelengkan kepalanya.
"Karena aku tau diri dan dimana tempatku seharusnya, Tuan Zein mana selera dengan gadis kampung, hehehe..."
"Hehehe... kamu bisa aja. Menurutku kamu cantik." Alika ikut tertawa. Menurutnya, Virda gadis lagu tapi juga cerewet, sangat mudah berteman dan akrab dengannya.
"Tapi tidak secantik kamu. Ibaratnya nih ya, perbedaannya sangaaatt... jauh antara langit dan bumi. Kamu di langit, sedangkan aku di bumi."
"Ah, Kamu terlalu merendahkan diri."
"Tapi itu kenyataannya. Oiya, kapan kalian menikah?"
"Ihh, kamu kepo juga ya?"
"Hehehe, cuma pengen tau aja."
"Tunggu Kakek sembuh dulu, Kakek kan lagi sakit, rencananya sih bulan depan, tapi ya liat nanti aja." Jelas Alika.
Alika melangkahkan kakinya mendekati tepi jurang, sedikit menunduk kemudian kembali mundur karena takut ketinggian.
"Apa kamu takut ketinggian?"
"Hmm" Alika menganggukkan kepalanya, "Tapi menurutmu ini tidak terlalu tinggi, kamu tenang aja, aku masih bisa mengatasinya. Apa sungai dibawah sana sangat dalam?" Tanya Alika.
"Lumayan dalam sih! Kalau takut, jangan dekat-dekat. Disini aja, lebih aman dan indah." Panggil Virda berbaring di rerumputan, menutup mata kemudian menikmati sejuknya angin sore.
Alika mulai mendekat namun tiba-tiba seseorang datang dan mendorongnya ketepi jurang hingga kakinya tidak lagi menginjak tanah.
"Aaaa... Virda..." Teriak Alika.
.
.
Bersambung....
Sahabat Author yang baik ❤️
Jangan lupa, Like, Komen, Hadiah, Dukungan dan Votenya ya! 🙏🙏
__ADS_1